
Keesokan harinya....
Jam 08.00....
"Hari ini....aku sudah berjanji sama Vian buat nonton Detective Conan The Movie, tapi kok dari kemarin aku pulang sepi ya?" tanya Amanda.
Flashback sepulang dari rumah Professor Hirata....
"Untunglah hari ini aku tidak terlambat untuk pulang sebelum makan siang" kata Amanda.
"Lho? itu Para Staf Rosement, Pak Vandro, Pak Randi, Kak Nera? ngapain disitu? ku sapa deh" batin Amanda.
"Assalamu'alaikum" kata Amanda kepada mereka.
"A... Amanda!!??" kaget mereka.
"Hm? kenapa kaget?" tanya Amanda.
"Ti... tidak, ok Para Staf letakkan semua barang ditempat yang telah diberitahu tadi" kata Nera.
"Siap!"
"Oh ya? dari kemarin kok kelihatannya pada sibuk? ada apa?" tanya Amanda.
"Ah... itu.... bukan apa-apa kok! ayo Dro! Ran!" kata Nera.
"Amanda, makan siang lah dulu bersama yang lain" kata Vandro.
"Eh... iya Pak" kata Amanda.
"Kenapa ya? yang lainnya? apa aku pernah buat salah?" tanya Amanda pada dirinya sendiri.
Ke dapur....
"Hai Kak Rahmat, Kak Vanora" panggil Amanda.
"A.... Amanda?" tanya mereka dengan gugup.
"Ha? ada apa?" tanya Amanda.
"Ng... ngga apa-apa, ya udah aku pergi duluan ya Mat" kata Vanora.
"Oh ya Nda, makanan untukmu ada di meja makan" kata Rahmat sambil pergi.
"Kenapa ya semuanya?" batin Amanda dengan memakan makanannya.
Flashback Off....
"Viaaan!!" panggil Amanda.
"Hm?" tanya Vian.
"Mau nonton ngga?" tanya Amanda.
"Ya, cepetan gih! puter!" kata Vian.
"Hmmm.... " batin Vian sambil melihat Handphonenya.
Di HRM.....
"Kalian semua! kita harus bersiap sebelum pukul 19.00 malam!" kata Vanora.
"Sekarang kan baru jam 13.00 Van" kata Randi.
"Memang sih, tapi kita harus cepat belum lagi kadonya belum dibungkus! si Toni tadi udah ku suruh, tapi malah Pembungkus kado nya robek" kata Vanora.
"Yah, mungkin ia tak ada keahlian untuk membungkus kado, jadi Nera dan aku yang akan melakukannya" kata Vandro.
"Iya nih! Van! kamu dan Rahmat! Kuenya!" kata Nera.
"Siap!" kata Vanora.
Kembali ke Amanda dan Vian....
"Waah! Bom!" kata Amanda.
"Sst! berisik!" kata Vian dengan sewot.
"Aku harus tetap bersikap sewot kepada Amanda agar ia tidak curiga" batin Vian.
"Hm..... Edogawa Conan, dia itu sebenarnya adalah detektif SMA Kudo Shinichi, ia mengecil dan menyembunyikan hal itu dari orang yang dicintainya, Mouri Ran, sayang sekali Ran tidak bisa mengetahui identitasnya, tapi aku yakin, Conan melakukan itu semua untuk melindungi Ran" kata Amanda sambil memperhatikan Film.
"Aku melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Shinichi, Amanda" batin Vian.
"Cih!" kata Vian sambil melihat arlojinya.
"Hm? kenapa Vian?" tanya Amanda.
"Ngga, ngga kenapa-kenapa" kata Vian sambil melihat Film kembali.
"Wah! Ran memutuskan untuk melompat dari gedung menggunakan selang pemadam bersama Conan!?" kata Amanda.
"Ya, menurut cerita, Ran berkomunikasi dengan Shinichi lewat Telepon, dan mengucapkan Selamat ulang tahun untuk Shinichi, bahkan Conan sendiri tidak ingat itu hari ulang tahunnya, dan juga Ran dan Conan mengikat diri menggunakan selang pemadam, lalu melompat ke salah satu lantai gedung dan memecahkan kaca untuk menyelamatkan diri, begitu yang pernah ku sedikit Tonton" jelas Vian.
"Oh begitu bikin terharu, Eh lihat Vian! adegan yang kau katakan tadi dimulai! menakjubkan" kata Amanda.
"Me... mereka akan jatuh!" kata Amanda.
"Aku yakin ini akan Happy Ending" kata Vian.
"Hm? kenapa kau yakin seperti itu?" tanya Amanda.
"Karena...... "