The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 5 bagian 10



ZRAAK!!! Amanda dan Andra yang terdorong dari ketinggian pesawat 35 M berhasil bertapak di sayap pesawat yang menjadi lebar.


"Kak Elena!!" Seru Amanda berlari.


"AA!!"


"Kak.. kak Elena! kau baik-baik saja, Dasar... " kata Amanda.


"A... Ah!! To.. Topengku!!!" Teriak Elena sambil memegang wajahnya dan topengnya kembali menjadi kacamata yang retak.


"Aduh.. sakit" kata Rangga.


"Snif! Snif! lho!? kok kita bisa bernafas? bukankah di luar angkasa tidak bisa? tidak ada oksigen?" tanya Erlan.


"Kau benar" kata Vanora.


TAP! Ratri dan Vino melompat dan mendatangi mereka.


"Selamat datang di arena pertarungan angkasa" kata Ratri.


"Disini... kalian tidak akan kehabisan oksigen kan? disini, aku akan membantu kalian untuk membuktikan kalian layak atau tidak menggunakan kekuatan yang sekarang sudah kalian ambil kembali, dan juga kotak Pandora" kata Ratri.


"Kalau begitu... bersiaplah!!" Seru Ratri dengan membawa pedang dan mulai menyerang Amanda.


TRING!! Amanda menarik pedangnya dan menangkis serangan pedang Ratri.


"Heh... kau melawanku sendiri tidak akan lebih kuat!!" Seru Ratri.


"Siapa bilang dia sendiri!!? Jurus Astral bayangan!!" kata Elena dengan menangkis serangan pedang.


"Kita harus membantu mereka!!" kata Erlan.


"Jangan... lewati aku dulu lho, jangan lupa!" kata Vino.


"Ini lagi mesin pemakan apa saja! menyebalkan! kau itu kehilangan baut ya!? jadi kehilangan kendali dan jadi mesin pemakan apa saja!?" tanya Vanora.


"Yah... kalau kau berhasil menemukan baut itu... aku akan berhenti memakan apa saja!!!" Seru Vino.


Andra dan Erlan terlempar....


Amanda dan Elena terlempar dan langsung mencoba menjatuhkan Ratri.


"Tali bayangan!!!" Seru Elena.


"Hahaha... bagus!! aku suka ini! lagi! lagi!!" Seru Ratri sambil mencincang tali-tali bayangan itu menjadi potongan-potongan kecil.


Andra akan menendang Vino dan Erlan akan meninjunya.


"Ga.. Gawat!!" Vino langsung memakan bongkahan besi pesawat.


"Haha... sekarang ayo! tinju dan tendang aku!!" Seru Vino.


DUK! Tapi tiba-tiba tubuh Vino langsung menjadi kebal.


"Au!! Sakit! sakit!!!" Seru Erlan.


"Ukh... " gumam Andra.


"Dorongan dinding astral!!" seru Ratri dengan memajukan satu tangannya dan mendorong Amanda dan Elena.


"Ga... gawat!! Jari-jari bayangan!!!" Seru Elena.


"Tinjuan astral!!!" Seru Amanda dan mencoba menghancurkan dinding astral tapi tidak berhasil.


"Mengecewakan... lemah, jika kalian tidak segera menghentikan dinding ini, maka kalian akan jatuh!" kata Ratri.


"Ukh!!! kita akan jatuh Amanda!" kata Elena.


"Tidak!!!" Amanda melihat Andra, Erlan, dan Vanora serta Rangga sedang berusaha, tidak mungkin mereka mundur sampai disini.. setelah perjuangan dan pengorbanan yang tidak dapat di sia-siakan... tidak boleh mereka berhenti sampai disini!.


CRK! CRK!!! TRANG!!! Tiba-tiba keluar rantai dari punggung Amanda.


"Yumna.... akhirnya dapat mengaktifkan kekuatan Rantai pengikat klan Fujiwara seperti Mika... bukan Fujiwara Mika. Mika-san, Kaito-sensei... apakah kalian lihat?" batin Rangga.


"Rantai penyangga!!!" Rantai-rantai astral yang keluar dari punggung Amanda membantu untuk menahan dinding astral.


"Ti... tidak cukup kuat!!!" kata Elena.


Sementara itu Andra...


"Andra percuma saja!! dia terlalu keras!" kata Vanora.


"Eh? Ng... Ng... Ah!! Erlan! apakah kau bisa memberikan ilusi dari efek Angry Turquoise?" tanya Andra sambil memegang bongkahan besi-besi.


"Bi... bisa, tapi kau ingin aku membuat ilusi seperti apa? jika ingin membuat sesuatu menjadi ilusi, maka aku harus memindai dulu" kata Erlan.


"Baiklah.. apakah kau bisa mengubah 'ini' menjadi ilusi besi pesawat ini? aku sudah punya ide! Rangga dan Vanora.. lemparkan 'ini' saat aku sudah selesai!" kata Andra.


"Baik!"


"Hahaha... baik sekali kau ingin memberikan besi-besi itu padaku kalau begitu ayo! dengan efek Morph-x yang ada di dalam diriku aku bisa memakan apapun!" kata Vino.


"Bagus! dia terkena ilusi Erlan!" batin Andra.


"Sekarang!! lemparkan 'ini' padanya!" kata Andra.


"Kau ingin kami melemparkan besi itu padanya!?" tanya Vanora sambil mulai melemparkannya bersama Rangga.


"Ha.. Ha... Sepertinya kau juga terkena ilusi nya ya Vanora?" tanya Andra heran.


"Lepaskan ilusinya Erlan!" kata Andra.


CRING! Erlan mematikan Turquoise-nya.


Besi-besi yang dimakan Vino langsung berubah menjadi sayuran.


"Hah!? sayur!?" tanya Vino dan Vanora.


"Rencanaku berhasil!" kata Andra.


Flashback...


"Ini... sayur yang kau minta, memang buat apa Andra?" tanya Rahmat.


"Saya punya rencana" kata Andra.


"Baiklah... good luck" kata Rahmat.


Flashback Off...


"Aku mengerti" kata Rangga.


"Ka.. Kau.. memberiku makan sayur!?" tanya Vino.


"Kau sudah menemukan bautnya Andra! good job!" kata Erlan.


"Jika Besi kuat, maka sayur pasti lunak!" kata Rangga dan Vanora mulai menghajar Vino.


"Jangan!!"


Sementara itu Amanda...


"Harus bagaimana sekarang!?" tanya Elena.


"Kalian akan jatuh!" kata Ratri.


"Tidak!!" Tiba-tiba rantai itu berubah menjadi berevolusi menjadi naga.


"A... Apa!?" tanya Ratri.


"Aika!!" Seru Amanda dengan senang.


JDUAR!! Serangan Ryu menyebabkan hancurnya dinding itu sekali serang, Aika langsung kembali ke Amanda.


"Sekarang kak Elena!!"


"Ya!"