The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 7 : Vanora, sang Designer Profesional (1)



"Ah... Akhirnya pulang juga" kata Amanda sambil membuka Pintu dengan kartu pin gesekan yang diberikan memang pada setiap anggota Rosement.


"Amanda!!" Panggil Vanora.


"Ng? ada apa kak?" tanya Amanda.


"Nanti sore, jam 16.00 kamu ke kamar ku ya" kata Vanora.


"Ng? tapi buat apa kak?" tanya Amanda.


"Ada yang ingin ku tunjukkan padamu" kata Vanora.


"Oh Boleh, nanti sore aku dateng Kak" kata Amanda.


"ありがとうございます"


Arigatougozaimasu


(Terimakasih)


Kata Vanora dengan bahasa Jepang dan berlalu pergi.


"Kak Vanora, tahu bahasa Jepang juga? Ah! Kak Vanora kan seorang designer, pasti ia sering keluar negeri" batin Amanda.


BLAM!


Sore Harinya.....


Ting tong! Ting tong! bell dibunyikan.


"Kak Vanora! aku udah sampai nih!" kata Amanda.


Ceklek!


"Yey! Amanda udah sampai! sekarang, ikut aku ke lantai khusus Fashion yuk!" kata Vanora.


"Ha?" tanya Amanda.


"Maksudnya gimana Kak?" tanya Amanda lagi.


"Di Rosement, ada beberapa gedung dan bangunan disekitar sini, di gedung ini adalah tempat kita tinggal, dan aku akan mengajakmu Tour keliling Rosement ini!" kata Vanora.


"Oh baiklah, Kak Vanora! aku dengar kalau disini ada rumah kecil, yang biasanya dijadikan tempat kumpul ya?" tanya Amanda.


"Wah! iya! aku mau kasih lihat kamu! sebenarnya aku tour ini karena Vandro juga minta, tapi ia ada pekerjaan mendadak, jadi aku yang di amanah kan" jelas Vanora.


"Dari sini, kita akan naik Kapsul Lift ini dan melewati jalan bawah tanah jika menggunakan lift ini" kata Vanora.


"Aku ngga mau ketemu si cowok itu!" kata Vanora yang dimaksudkan adalah Toni.


"Oh, begitu" kata Amanda.


"Nah! ayo kita naik Lift Kapsul ini dulu" kata Vanora.



"Ayo!"


DRRRTT!!! Bunyi gesekan didalam Lift menuju bawah tanah memang selalu seperti itu.


"Kak Vanora, kalau boleh tahu memangnya apa alasan kak Vanora ada di Rosement?" tanya Amanda.


"Eh.... Emmm.... itu sih rahasia aku sama Vandro ya, hehe" Kata Vanora yang langsung mengambil HP nya.


"Oh" kata Amanda menandakan tidak memaksa.


TING! silahkan perhatikan langkah setelah menaiki Lift.


"Kak Vanora, kayaknya lift yang kita naikin tadi agak ngambang" kata Amanda.


"Itu bukan Lift biasa, itu adalah lift yang dilindungi dari kaca anti Peluru, anti api, anti ledakan termasuk ledakan bom nuklir, dan juga mampu beroperasi meski ada guncangan seperti gempa bumi. Lift ini juga tidak ditarik oleh Besi Tali seperti lift kebanyakan, tapi dia mengambang sendiri oleh tarikan magnet" Jelas Vanora.


"Wah, hebat dong" kata Amanda.


"Ya! dan ini digunakan bagi orang yang memiliki kartu Pin, dan juga sidik jari yang sudah ditetapkan di pemindai" jelas Vanora lagi.


"Oh, jadi itu alasan kenapa Kak Vanora menyuruhku untuk menempelkan sidik jari di tombol Lift tadi" kata Amanda.


"Oh ya, Amanda! kamu aku ajak kesini untuk melihat beberapa baju style baru! kamu mau ngga? karena di Rosement perempuannya hanya ada 3 orang : aku, kamu, dan Nera. Jadi, karena baju yang banyak sekali ini memang sengaja ku sediakan untuk di Rosement, kamu mau nyoba ngga?" tanya Vanora.


"Wah boleh Kak, tapi yang biasa aja deh kak, hehe" kata Amanda.


"Jangan gitu dong! kamu itu udah kayak adik aku sendiri! jadi kamu harus mencoba apapun yang aku suruh!" kata Vanora.


"Ah, tapi kayaknya ngga cocok deh untuk Style yang kayak gini sama aku" kata Amanda.


"Ayo! nyoba yang ini yuk!" kata Vanora.


"Hah!? jangan yang itu deh kak!" kata Amanda.


"Ayo! kamu harus nurut apa kata Kakak!" kata Vanora.


"Hwaaa!!" teriak Amanda.