The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 84 : Kunjungan ke rumah Putra (1)



Di Dapur Apartemen....


"Wah! Alhamdulillah! bisa buka puasa" kata Amanda.


"Ya, begitulah... lain kali sebaiknya kita makan di luar sesekali lah" kata Vian.


"Lho? bahan masakan masih banyak kok, kenapa pengen makan di luar?" tanya Amanda.


"Yah, biar sesekali" ujar Vian.


"Ah, gitu ya... Ya udah, aku duluan ke kamar ya, masih ada kerjaan kampus" kata Amanda.


"Lho? udah mau ke kamar aja?" tanya Rafa.


"Ngga boleh? aku kan udah nyuci piring ku" ujar Amanda.


"Ya, kau boleh ke kamar duluan" kata Rahmat.


"Makasih kak"


Di Kamar No. 10....


"Ng? sekarang makalah kelompok? dapat kelompoknya acak pula" gumam Amanda melihat aplikasi meeting.


Kelompok 7


-Zaki \= Data kelompok


-Nina \= Kesimpulan


-Amanda \= Makalah


-Putra \= Jilid


Di Kampus....


"Jadi itu tugas kelompok kita kan?" tanya Amanda.


"Waduh! aku harus ada rapat perusahaan sama Nina, jadi gimana?" tanya Zaki.


"Untuk data kelompok dan kesimpulan itu sedikit, jadi kalian bisa kerjakan saat aku dan Putra menyelesaikan bagian jilid nya, untukmu Zaki, kau menulis data kelompok kita kan?" tanya Amanda.


"Ya udah, kita duluan ya... " kata Nina.


"Eh!? sekarang!?" tanya Putra.


"Karena puasa, pihak kampus memulangkan dan mempercepat waktu kuliah sampai pukul 12.00" Jelas Zaki.


"Tapi sekarang belum jam 12.00?" tanya Putra.


"Kami sudah diizinkan pulang duluan" kata Nina.


"Ya sudah... Hati-hati di jalan ya" kata Amanda.


"Ya! makasih, maaf ya... " kata Nina.


Akhirnya Nina dan Zaki pergi duluan.


"Ng? Putra? kau potong rambut bagian poni kan?" tanya Amanda.


"Wah! iya, kok bisa tahu?" tanya Putra.


"Kelihatan kok, kau di salon mana memangnya?" tanya Amanda.


"Bukan, ini Mama ku yang potongin" ujar Putra.


"Oh,.. Ah! Putra!"


"Kenapa?"


"Kita mengerjakan tugasnya di rumahmu saja!"


"Ba... Baiklah"


Ceklek!


"Selamat datang!" Mama Putra adalah babyface.


"Iya... terimakasih tante" kata Amanda dengan ramah.


JLEB! Mama Putra adalah Babyface, dia sangat anti di panggil 'Tante'.


"Putra... mau belajar dimana?" tanya Amanda.


"Em... Permisi Mah, kita mau belajar di taman beranda atap" kata Putra yang agak cemas mamanya akan kesal karena di bilang Tante.


"Apa-apaan!? apakah aku sudah terlihat tua?! saat pulang dari pasar tadi aku masih membayar ongkos angkot seusia anak SMA kok! apa mungkin Alfian yang ember!?" gumam Mama Putra yang stres dan khawatir macam-macam.


Alfian \= Nama yang di gunakan Mama Putra untuk memanggil Putra, dari Putra Alifiandra.


DUAK! Mama Putra menonjok tembok sampai retak karena kesal.


"Alfian anak itu,.... awas saja"


Di taman beranda atap....


"Wah! empuk ya bantal kursi ini!" gumam Amanda.


"Yah.. itu namanya Bean Beg, ngomong-ngomong Amanda, kok kamu tahu tadi itu Mamaku?" tanya Putra.


"Yah.. Soalnya.... "


Putra tercengang dan terdiam.


"Yah, gitu deh Put, hehe" kata Amanda.


"Permisi... saya mau menyiram tanaman" kata Mama Putra.


"Wah.. tentu, silahkan Tante" kata Amanda.


"A.. anu, tidak usah memaksa manggil gitu, bisa juga manggil Mbak kok" kata Mama Putra memaksa senyum.


"Ah... saya malah merasa ngga enak nanti Tante, jadi nanti malah kayak ngga sopan kalau saya manggil gitu" ujar Amanda.


"Tapi kalau kayak terkesan maksa bisa panggil Mbak kok, kalau gitu saya permisi" kata Mama Putra lagi.


"Haha, ngga kok Tante, silahkan" kata Amanda.


KRAK! Mama Putra menggenggam penyiram tanaman sampai retak karena kesal.


"Em... mari Mama" kata Putra.


"Ya udah,... ayo kita kerjakan Makalah kelompok nya" ujar Amanda sambil membuka Laptop nya.


"Astaghfirullah! Kuota internet ku Habis! belum sempat beli! aku beli dulu, ada counter yang dekat sini ngga Put?" tanya Amanda.


"Bisa pakai WiFi rumahku dulu" kata Putra.


"Eh? beneran boleh tuh?" tanya Amanda.


"Ya boleh lah, kodenya 00Benny00" Jawab Putra.


"Benny? nama yang ngga biasa" ujar Amanda.


"Yah.. soalnya Benny itu teman terdekat ku!" jawab Putra sambil tersenyum.


"Serius? boleh dong aku lihat ngga?" tanya Amanda.


"Tentu! ayo!" ujar Putra sambil menuju ke sebuah ruangan seni, disitu katanya tempat yang biasanya membuat Putra berimajinasi, yah... siapa yang ngga betah di ruangan ber-AC seperti itu?.


"Ini dia! kenalkan Amanda, Dia Benny!"


Te... Ternyata, Benny adalah....