
"Kak Toni!" kata Amanda yang langsung menghampiri Toni.
"Aku pikir siapa!" kata Amanda.
"Itu bentar aja! ayo! gawat jika ngomong di sini!" kata Toni sambil menarik tangan Amanda dan pergi dari sana.
"Kenapa ya? banyak banget laki yang megang tangan ku? ini karma apa gimana!?" batin Amanda yang kesal.
"Kak Toni! Kak Rafa masih terjebak sama orang ketua cakar naga gadungan! Rey! tolong Kak Rafa kak!" kata Amanda.
"Kita akan mengurus setelah kita juga aman" kata Toni sambil sembunyi di tembok bersama Amanda.
"Fyuh! keadaan hanya semakin memanas" kata Amanda.
"Hah! Ng? Hey! tangan mu berdarah!" kata Toni.
"Ah... ini" Amanda kembali memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
Sebelum Toni datang...
"Aku harus membakar beberapa wilayah, untuk menarik perhatian para cakar naga itu" gumam Amanda.
"Ng? korek dan molotov! aku bisa membakar beberapa lingkungan agar mereka teralihkan!" gumam Amanda langsung menjalankan pemikirannya.
Kebakaran yang memang tidak terlalu besar tapi cukup.
Flashback Off....
"Ini bukan apa-apa kok kak" kata Amanda yang mengalihkan, bisa gawat jika Toni mendengar gadis kayak Amanda bisa membakar.
"Seharusnya melihat kak Toni di sini bantuan akan datang" gumam Amanda.
"Cih! makin ramai!" gumam Toni.
"Hei! kemari kau!" kata salah satu cakar naga yang tiba-tiba datang sambil menarik tangan Amanda.
"Bukan Mahrom!!!" Amanda langsung meninju orang itu sampai tembok hancur.
"Ya Ampun... gadis berkekuatan monster ini... " batin Toni.
"Hoi! ada penyusup! Ada penyu-... Wak!" Toni melempar orang itu dengan pemukul tumpul yang sering dia gunakan.
"Bicaranya nanti dulu! di sini terlalu terbuka! pegangan! kita akan terobos!" kata Toni sambil maju ke depan.
"Kak Rafa... bagaimana keadaannya!? kenapa kekhawatiran ku ini ngga berhenti?" batin Amanda.
Semakin lama semakin banyak anggota yang datang, Amanda dan Toni melawan mereka satu persatu.
"Maksudnya siapa yang sudah datang! uhuk! gawat! asmaku!" kata Amanda.
"Kenapa harus sekarang!?" tanya Toni.
"Akan pulih sebentar lagi kak" kata Amanda.
"Kena kau!!!" Salah satu anggota menarik kaki Amanda.
"Waa!!!" Amanda langsung terjatuh dan pingsan karena asmanya.
"Enak kan nyium tanah!?" tanya anggota itu.
"Dia pingsan! cepat bawa dia!" kata salah satu anggota itu.
"Gawat! " batin Toni sambil melawan anggota-anggota cakar naga gadungan yang semakin lama semakin banyak.
Toni hendak menyelamatkan Amanda....
"Hei! Hei! Hei!! kalau kau mendekat dia akan mati!" kata Orang yang menyandera Amanda sambil mengarahkan pisaunya ke Amanda.
Toni melawan beberapa anggota geng, karena sudah tahu kalau Amanda ngga akan dalam bahaya.
"Hei! aku ngga bercanda! cepat berlutut jika tidak mau leher cewek ini bolong!" kata orang itu lagi.
"Lepaskan dia" Seseorang dengan tatapan membunuh sambil mencakar wajah orang itu.
"Waa!!!"
"Hah!?" tanya Amanda yang langsung siuman.
"Sudah siuman ya? maaf ya aku telat" siapa lagi kalau bukan ketua geng cakar naga yang sebenarnya? Nera.
"Kak... Nera" gumam Amanda.
"Kau baik-baik saja kan?" tanya Nera sambil menurunkan tubuhnya hingga setara dengan Amanda.
"Aku... baik!" kata Amanda.
"Ok, anggota geng cakar naga yang ikut bersamaku akan melindungi mu, sisanya serahkan padaku dan Toni" kata Nera.
"Baik kak!" kata Amanda.
"Kak Rafa... aku mohon bertahan sedikit lagi! Kak Nera dan Kak Toni datang!" batin Amanda.