The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 48 : Serangga berantena



"Kenapa!? kenapa!!? ada apa Rafa-niichan!?" tanya Amanda.


"I... itu!! Hewan coklat bersayap dan berantena!" tunjuk Rafa pada sepasang serangga kecil..


"Oh.. kecoa, Rafa-niichan takut kecoa?" tanya Amanda.


"Ng.. ngga!! cuma geli!!" kata Rafa.


"Kalau gitu ni!" kata Amanda sambil membawakan kecoa itu dengan tangannya.


"Gyaa!!!!!" teriak Rafa.


"Hihihi... bercanda Onii-san, kalau gitu bersihkan kasur dulu ya, aku mau kembalikan mereka ke habitatnya dulu ya, Dasar...." ujar Amanda.


"I... iya! bawa jauh-jauh!!!" kata Rafa.


Akhirnya Amanda membawa dua kecoa itu jauh-jauh.


"Sudah, lho? cepat banget di bersihkan kasur nya... Amazing!" kata Amanda.


"Haha... iya dong!" kata Rafa.


"Ya udah... aku cuci tangan dulu, terus makan brownies ok?" kata Amanda.


Akhirnya mereka memakan brownies sama-sama sambil nonton TV yang memang di sediakan di setiap kamar anggota.


"Hihi... Masha and the bear nya lucu banget!" kata Amanda.


"Ya... " kata Rafa biasa.


"Wah.. ceritanya habis.. bersamaan dengan brownies kita" kata Amanda.


"Ups... " Rafa sadar kalau dia yang menghabiskan jauh lebih banyak.


"Hihi... Rafa-niichan suka banget sama brownies ya?" tanya Amanda.


"Yah.. ini pertama kalinya sih aku makan brownies seenak ini" ujar Rafa sambil meletakkan kedua tangannya di belakang sambil menatap langit-langit kamar.


"Eh?" Amanda kurang mengerti.


"Em.. maksud kak Rafa?" tanya Amanda.


"Iya... baru pertama kali makan yang seenak ini" kata Rafa.


"Kak Rafa lagi menggombal atau habis salah makan ya?" batin Amanda.


"Masih ngga ngerti ya?" tanya Rafa.


"Eh? Em.. itu" Amanda menghentikan kata-kata nya.


"Lho? aku belum bilang? ya buat lihat Rafa-niichan soalnya ngga keluar dari kamar" kata Amanda.


"Oh gitu... " kata Rafa.


Keheningan sementara...


"Rafa-niichan" kata Amanda.


"Ng? kenapa?" tanya Rafa.


"Rafa-niichan kenapa kayak ngga mood gitu tadi? ini kan hari pertama Nii-san di sini... kok ngga bersemangat?" tanya Amanda.


"Yah... gitu deh aku kan cuman pengen lihat-lihat seperti di bolongan temboknya si gondrong, tapi malah ngga boleh" ungkap Rafa.


"Ng.. Vian kan bilangnya ngga boleh jangan di paksa, Nii-san juga tidak mau di gituin kan?" tanya Amanda.


"Huft! Kadang-kadang banyak banget hal yang ingin kita lakukan tapi ngga terwujud" ujar Rafa.


"Jika berusaha pasti bakalan bisa, Rafa-niichan punya impian ngga?" tanya Amanda.


"Ng? kenapa tiba-tiba?" tanya Rafa.


"Impian ku adalah ingin mempunyai keluarga yang bisa berbagi kasih sayang, dan saling mengerti akan kebersamaan, aku sekarang sedang berusaha untuk meraihnya" kata Amanda.


"Gitu ya? kalau impian ku sih... " Rafa memberhentikan kata-katanya.


"Ng?" tanya Amanda.


"Aku ingin menjadi seorang Raja, aku ingin memimpin kerajaan ini agar bisa merasakan tanggung jawab menjadi seorang pemimpin, ingin menjadi pemimpin yang bisa menyayangi rakyatnya, dan rakyat yang bisa menyayangi pemimpin nya" kata Rafa.


Keheningan sementara...


"Aku yakin pasti Amanda hanya akan berpendapat bisa" batin Rafa.


"Ng? ada apa?" tanya Rafa melihat Amanda menatapnya lama.


"Ah.. ngga, impian Rafa-niichan... hebat" kata Amanda.


"Eh!?"


"Iya... Impian Rafa-niichan,.. hebat, benar-benar hebat, kalau gitu Rafa-niichan harus berusaha agar bisa meraihnya, Dasar... " ucap Amanda.


"Kalau gitu... aku ke kamar dulu, makasih kak" kata Amanda.


Blam!


"Tatapan nya itu, tanggapan nya biasa saja, tapi kenapa ucapannya sangat mendukung!? seperti.. tapi ngga mungkin"