
Rafa sedang mengamati banyaknya kucing-kucing di saung sambil berpikir.
Flashback...
"Semua kucing ini liar kah?" tanya Rafa pada Amanda.
"Ng... aku pernah main sama semua kucing Kakek... semuanya jinak! imut-imut pula, mereka juga lucu kak" kata Amanda.
Flashback Off...
"Begitu kah?" Akhirnya Rafa mencoba untuk memainkan satu kucing dengan menarik kumis kucingnya tapi malah kena cakar.
"MEONG!!!!!"
"WADAW!!!"
Kucing itu langsung lari.
"Woi! Kucing Bambang!!!! jangan lari lo!!!" Teriak Rafa sambil mengejar kucing itu dan membawa kantong plastik.
Amanda lewat karena ingin mengambil sapu.
"Amanda! kucing warna hitam itu nakal!!!" kata Rafa.
"Stop!! kenapa Rafa-niichan mengejar Loli?" tanya Amanda, kucing itu bernama Loli.
"Nih!! lihat!? tanganku di cakar kucing yang namanya Lalo itu!!" tunjuk Rafa.
"Tumben Loli marah... Rafa-Nii apakan hayo?" tanya Amanda.
"Ng... ngga kok!" kata Rafa.
"Ngga boleh bohong! puasa lho! aku tahu! Rafa-Nii mau masukin Loli ke plastik ya? kejam!!" Ujar Amanda.
"E... Eh!? huh!? ngga kok... cuman buat ngasih pelajaran sama si... Lalo apakah itu!" kata Rafa.
"Walau gitu... kontrol emosi Rafa-niichan! kan lagi puasa,.. aku dan kak Rahmat juga udah bilangin pas sahur ini kan? usahakan lah untuk tidak buat onar saat bulan puasa ini" kata Amanda.
"Iya deh! maafin aku ya Lalo" kata Rafa.
"Meong!!!"
"Eh!? kenapa dia marah?" tanya Rafa.
"Hihi... dia marah, karena namanya itu Loli bukan Lalo Rafa-Nii" kata Amanda.
"Oh... La... Eh! maksudnya Lo... Li! Loli!" kata Rafa.
Loli langsung mendekati Rafa dan mengelus kepalanya di kaki Rafa.
"Eh!? kenapa ini!?" tanya Rafa.
"Hihi... artinya, Loli suka sama Rafa-niichan" kata Amanda.
"Yah, di lihat baik-baik,... dia lucu juga sih" kata Rafa.
"Loli,.. minta kumis mu satu ya" kata Rafa sambil menarik salah satu kumis nya Loli.
"MEOW!"
"WADAW!!! LOLI!!! KENAPA CAKAR AKU LAGI!!!?"
"Ya Ampun... sekarang aku ngerti, kalau Loli marah karena kumis nya di tarik ama Rafa-Nii, Dasar..." kata Amanda sambil menepuk jidat melihat Rafa dan Loli saling kejar mengejar.
GEDUBRAK!!! Rafa terpeleset dan jatuh.
"Aduh!!! Lalo!!!"
"Dia itu Loli, Oniichan!" kata Amanda.
"Udah deh! sini... sakit ngga Rafa-Nii?" tanya Amanda.
"Lecet!" kata Rafa.
Akhirnya Amanda mengobati Rafa.
"Yang ke cakar di kasih betadine dan di plester aja ya.. soalnya Loli itu juaranya mencakar, karena Vian dulu juga pernah di cakar" kata Amanda sambil menempelkan plester.
"Rafa-Nii... kita ke keran air dulu ya... biar luka lecet yang di kaki ngga infeksi" kata Amanda.
Akhirnya Rafa di temani Amanda pergi ke keran air untuk mencuci lukanya.
"Aduh! perih!" kata Rafa.
"Cuma sedikit kok" kata Amanda sambil mengelap luka Rafa dan menempelkan perban tipis.
"Yah... lumayan" kata Rafa.
"Ya udah,... tolong awasi kucing-kucing kakek ya, Onii-chan" kata Amanda.
"Kau mau kemana?" tanya Rafa.
"Mau ke tempat Kak Rahmat menyediakan bahan masakan untuk buka puasa nanti" kata Amanda.
"Eh? sekarangkan baru jam 11.50" kata Rafa.
"Oh.. Ok"
Di Dapur...
"Eh!? kok!? ada apa Pak Randi!? Vian!? kenapa pakai penutup panci? sama helm segala pula?" tanya Amanda.
"Itu!! ada serangan luka bakar dari wajan!!" kata Vian yang sembunyi di belakang Randi yang memegang serok gorengan.
"Lah... ini sih karena takut kecipratan minyak goreng ikan" kata Amanda.
"Kalau biasanya perempuan sih.. masak ngga apa-apa kena sedikit, karena itu emang udah resikonya" kata Amanda saat mengambil alih menggoreng ikan.
"Tapi... cara termudah nya agar tidak kena kecipratan minyak itu, letakkan aja segenggam tepung ke penggorengan" kata Amanda.
"Emangnya kenapa tepung?" tanya Vian.
"Karena tepung tidak akan mencipratkan minyak, sebenarnya garam juga bisa... tapi lebih simpel sih tepung" kata Amanda.
"Oh.. ngerti" kata Randi.
"Ya udah... ngomong-ngomong kok Pak Randi dan Vian yang disini? Kak Rahmat mana?" tanya Amanda.
"Rahmat lagi nyiram tanaman dan mengarahkan staf buat bersihkan sekitar apartemen" kata Randi.
"Ok.. kalau kakek?" tanya Amanda.
"Pak Andi lagi ngasih makan ikan di taman sebelah lapangan bola" Ujar Vian.
"Oh.. ok, Pak Randi dan Vian yang ambil alih ok, aku mau ke kak Rahmat terus kakek" kata Amanda.
"Ok,.. makasih Nda" kata Randi.
Di halaman...
"Assalamu'alaikum Kak Rahmat" kata Amanda.
"Wa'alaikummussalam" kata Rahmat.
"Kak Rahmat ada yang perlu di bantu apa ngga?" tanya Amanda.
"Boleh, tolong ambilkan beberapa sekop ya" kata Rahmat.
"Tentu"
Akhirnya Amanda mengambilkan sekop seperti yang Rahmat minta.
"Ada lagi ngga kak?" tanya Amanda.
"Ngga usah.. terimakasih" kata Rahmat.
"Ya udah"
Taman kolam ikan...
"Kakek!" sapa Amanda.
"Hoho.. Nak Amanda" kata Pak Andi.
"Kakek lagi apa disini?" tanya Amanda.
"Lagi kasih makan ikan" kata Pak Andi.
"Oh... wah!! ikan di kolam ini banyak sekali!" kata Amanda.
"Iya.. itu ikan Nila, ikan Mas, dan ikan lele kalau di sebelah sana khusus ikan laut, seperti kerapu, Gurame, dan lainnya" kata Pak Andi.
"Wah... ini ikan di rawat ya Kek?" tanya Amanda.
"Iya,... jadi perlu di rawat baik-baik... terkadang para staf yang urus ikan-ikan ini" kata Pak Andi.
"Hihi... lucu-lucu ikannya" kata Amanda.
"Oh ya, ada terapi kaki, nanti kakinya digigit ikan-ikan kecil,... mau coba?" tanya Pak Andi.
"Wah! digigit ikan-ikan kecil? kayaknya menarik,.. boleh" kata Amanda.
...___________...
"Wah! geli dan enak! juga bikin rileks karena hawa dan udaranya sejuk" ujar Amanda saat meletakkan kakinya di kolam untuk di terapi.
"Hoho... begitulah"
"Eh? itu monyet ya kek?" tanya Amanda menunjuk di salah satu pohon.
"Monyet? yang saya tahu... Nak Andra tidak pernah merawat monyet" kata Pak Andi.
"Lalu... itu monyet siapa?" tanya Amanda.
"Mungkin monyet liar" kata Pak Andi.
"Ya udah... kalau gitu, kita ke saung main sama Loli, Belang, dan kucing-kucing lainnya kek" kata Amanda.
"Ok... baiklah" kata Pak Andi.