
Di Beranda kediaman keluarga Kencana....
"Kak Rizal" ujar Alex.
"Ada apa?" tanya Rizal.
"Saat kisah pergi ke kediaman keluarga Harrison, aku dengar kalau ada yang membahas tentang 'Tanggal Emas' itu sebenarnya apa?" tanya Alex.
"Sebenarnya, ini di ketahui oleh para kandidat penerus dari para keluarga Bintang Emas, keluarga Bintang Emas adalah yang di kategorikan telah bekerja sama sebelum generasi pertama di bentuk" Jelas Rizal.
"Tanggal Emas adalah bentuk dimana akan terjadi kejadian langka yang telah di nanti-nantikan setiap 5 tahun sekali" Kata Rizal.
"Ng? kejadian langka seperti apa?" tanya Alex.
"Akan terbukanya kotak yang dapat mengabulkan 1 permintaan setiap Tanggal Emas telah terjadi, sebelumnya... bukanlah kotak ini, mereka dulu lebih banyak bernegosiasi tentang urusan keluarga para Bintang Emas, tapi setelah itu tiba-tiba muncullah kotak pembawa petaka ini, karena setelah munculnya kotak ini.... " Rizal memotong penjelasannya.
"Apa?" tanya Alex.
"Sudahlah, hanya itu saja yang boleh kau tahu" kata Rizal.
"Tapi kak-... "
"Jangan memaksa, hanya karena kau kandidat penerus cadangan, bukan berarti kau boleh ikut semua urusan, hal ini bukanlah hal yang pantas untuk seusia mu" Jelas Rizal sambil masuk ke dalam.
BLAM!
"Ck!"
Di Mobil Amanda....
Amanda terdiam.
...____________...
"Aika"
"Apa?" tanya Aika dari dalam penjara.
"Kau paham kan? yang di maksud Lisa?" tanya Amanda.
"Ya"
Flashback....
"Aku tahu bahwa kau adalah seorang Terano Amanda, sebenarnya, alasan aku kecelakaan karena aku tidak sengaja tertabrak mobil tapi... aku lumayan beruntung karena itu"
"Apa maksudmu Lisa?"
"Aku mengetahui itu, dan katanya aku akan di jadikan seorang Terano"
"Siapa Lisa, siapa nama Kara itu?!"
"Pascal"
"Rupanya si Lisa mungkin ada kaitannya dengan hal itu, karena Pascal saat ini sudah tiada, dia hanyalah menggunakan kekuatan astral nya untuk tetap hidup dan menyimpan energi sebenarnya di kotak Pandora, itulah sebabnya karena aku membuang semua energi Pandora agar kotak yang berisi energi milik Pascal tetap tersimpan" Jelas Aika.
"Aika"
"Apa?"
"Aku pergi dulu, kalau aku tetap fokus, ntar ngga bisa mengendarai mobil deh, kan bahaya"
"Ya juga ya... lagipula jika kau mati-... "
"Eh!? apa Aika?"
"Ngga apa, ngga ada yang penting, udah sono"
Skip pulang ke Rosement...
"Astaghfirullah! capek banget" gumam Amanda.
"Assalamu'alaikum, aku pulang" kata Amanda masuk lewat dapur, sudah menjadi tradisi... Eh! bukan! tapi kebiasaan bagi anggota Apartemen masuk lewat dapur, jika lewat pintu utama akan lebih lama.
Sunyi di dapur.
"Hmf... mengingatkan ku pada di rumah, saat ibu udah nggak ada" batin Amanda sambil tersenyum heran.
"Wah! Wa'alaikummussalam!! selamat datang!" kata Rahmat keringatan.
"Subhanallah kak Rahmat! ada apa!?" tanya Amanda melempar sembarangan sepatunya lalu membantu Rahmat mengangkat barang.
"Iya, ini mau ngeluarin tepung, makasih udah bantu" ujar Rahmat.
"Ngga apa kak, maaf ya... tepungnya habis gara-gara aku make buat bikin brownies saat ke tempat kak Vanora" Jelas Amanda.
"Ngga apa, memang salahku juga seharusnya jangan simpan stok tepung di gudang" ujar Rahmat.
"Eh? emangnya kenapa kak?" tanya Amanda.
"Tuh,... banyak banget semut mengerubuni tepung, tapi 4 kotak tepung bisa di selamatkan, sementara 3 nya sudah tidak dapat di gunakan" Jelas Rahmat menunjuk para staf yang sedang membersihkan gudang.
"Masya Allah, yah gini deh kak.. ngga apa lah, ngomong-ngomong ngeluarin tepung buat bikin kue kah? tapi kan lebaran kurang lebih 3 minggu lagi" Jelas Amanda.
"Iya sih memang, tapi sebenarnya ini juga buat di habisin dulu tepungnya, lagi pula ini juga buat bikin kue biar di bagikan di yayasan dan panti asuhan" Jelas Rahmat.
"Wah tumben banget, btw... Rafa-niichan emangnya ngga komplain apa? ngebantuin kak Rahmat terus?" tanya Amanda.
"Katanya kalau sekalian bikinkan kue, yah ngga apa makanya stok tepung berkurang karena biasanya dia minta di bikinkan kue" Jelas Rahmat.
"Oh, ya udah... aku ke kamar mau ganti pakaian terus bantu kakak ya" ujar Amanda.
"Baiklah"