The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 70 : Istri Adimas



Kediaman Adimas....


"Paman!" kata Rafa.


"Ya?" tanya Adimas.


"Bagaimana dengan pencarian Ana?" tanya Rafa.


"Paman sedang mengontrol dari jauh" kata Adimas.


"Sampai sekarang Ana belum ketemu, apa Ana sudah...." Rafa memutuskan kata-katanya.


"Kita harus berusaha keras" kata Adimas.


"Iya... Ng? foto ini, Paman dan mendiang istri Paman, Tante Sena kan?" tanya Rafa.



"Ah... iya benar, kamu masih ingat Sena?" tanya Adimas.


"Dia itu Istri paman sekaligus Tanteku, gimana aku ngga bisa lupa?" tanya Rafa.


"Ng.... Apakah Paman Adimas tidak ingin menikah lagi? aku yakin Paman akan jadi ayah yang hebat" kata Rafa.


"Tidak... Azka bahkan lebih baik menjadi seorang ayah daripada Paman" kata Adimas.


"Huh! kadang aku berpikir kalau Paman menjadi Ayahku akan lebih baik" kata Rafa.


"Ngga!! Ayahmu adalah Azka!" Seru Adimas.


*Glek!* Rafa menelan ludah karena kaget mendengar Adimas.


"Haah! kau telah kehilangan tante dan calon sepupumu, maaf ya Rafa tapi Paman akan tetap mencintai Sena" kata Rafa dengan terharu.


"Kok aku jadi jijay sendiri ya?" batin Rafa melihat tingkah Adimas.


"Bagaimana dengan ke Apartemen, Andra? dan siapa yang kau bilang Playing Victim?" tanya Adimas.


"Eh? Playing Victim? WAAAH!! aku hampir lupa sama si Monyet itu!!!" Seru Rafa sangat kesal yang teringat dengan Vandro.


"Rafa! bahasa mu!" kata Adimas.


Di Kamar Rafa....


"Huh! aku udah balas si Monyet itu, tapi masih aja kesal" gumam Rafa.


"Ku Chat Amanda dulu deh" kata Rafa.


Line


AmandaπŸ™‚


Halo?


^^^Ya?^^^


Cepat banget balasnya


^^^Biasa aja kok Kak Rafa, karena lagi online, ada apa?^^^


Begini, aku ingin tanya, kenapa kau bisa ada di Apartemen itu? kau bilang kau itu sedang mencari keluargamu?


^^^Ah.., aku kan Pembantu, lagipula ibu angkat ku meninggal saat usiaku 16 tahun, dan sekarang aku sedang mencari keberadaan keluarga asliku^^^


Begitu, seperti di sinetron aja


^^^Be.... Begitu ya?^^^


Kalau aku sih, lagi ada masalah sama keluarga


^^^Begitu ya, lebih baik minta maaf aja^^^


Ngga segampang itu lah! ini soal harga diri!


^^^Eh... gitu ya?^^^


"Cih! kenapa aku malah curhat?" batin Rafa.


^^^A... Aku hanya bisa bilang, semoga masalah Kak Rafa dan keluarga bisa cepat tuntas^^^


Rafa terdiam...


Cepetan kirim informasi Apartemen Andra! kalau ngga deal kita batal!


^^^O... Ok^^^


"Hm.... Kak Rafa lagi kesel atau gimana?" gumam Amanda di kamarnya.


Kembali ke Rafa...


"Amanda ya... gadis itu membuatku rada agak... nyaman" gumam Rafa tersenyum akrab menatap Chatingannya.


"Ng...? I... itu" Rafa agak ketakutan.


"Bi... Bi... BIMAAA!!!!" teriak Rafa.


Drap! Drap! Bima berlari ke kamar Rafa mendengar teriakan.


"Ada apa ini Bima?" tanya Adimas.


"Ngga tahu, Pangeran Adimas! Tuan Rafa tiba-tiba saja berteriak! saya permisi, takut terjadi sesuatu pada beliau" kata Bima.


Mau bagaimana lagi? Adimas, Gilang menyusul Bima yang berlari khawatir.


BRAK! Bima mendobrak pintu.


"Ada apa Tuan!?" tanya Bima.


"Rafa!? kamu kenapa Nak?" tanya Adimas yang baru saja sampai.


Terlihat Rafa sedang memanjat kursi ketakutan menghindari Lantai.


"Ada apa!?" tanya Bima.


"I... itu! ke... kecoa Bimaa!!!!" Seru Rafa menunjuk seekor kecoa.


Adimas, Bima, dan Gilang : ||-_-||


"Kau ini bikin malu aja ya Fa" kata Adimas.


"A... aku ngeri! gimana bisa ada makhluk menjijikkan kayak gitu bersemayam di kamar seorang Pangeran macam diriku!?" tanya Rafa.


"Sudahlah! Tuan, kecoanya sudah pergi, sekarang bisa turun" kata Bima.


"I.. Iya" Rafa perlahan-lahan turun.


"KYAAA!!!! CI.... CICAK BIMA! CICAK!!" Teriak Rafa ada cicak di bahunya dan langsung memeluk gendong Bima.


"Tu... Tuan! tenang!" kata Bima.


"Pangeran Rafanza! tenang dulu!" kata Gilang.


Akhirnya Rafa tidak berhenti memberontak dan jatuh menimpa Bima dan Gilang.


BRUK! GEDEBUK!


"A... Aduh, ini batu atau Stegosaurus ya Gilang?" tanya Bima yang tertimpa Rafa.


"Ngawur, Stegosaurus udah punah, ini megalodon kali, berat banget" ujar Gilang.


"A...Aduh! Bima? Gilang? kalian dimana?" tanya Rafa Celingak-celinguk.


"Ka... Kami disini Tuan" kata Gilang dan Bima bersamaan.


"Hah!!?"


"Rafa! mereka kau tindih! cepat minggirin!" kata Adimas.


"Ma... Maaf!" kata Rafa.


"Tidak apa-apa Tuan, aduh sakit"