The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 22 : Para Ameera



Keesokan paginya....


"Pagi kak Rahmat" kata Amanda.


"Pagi" kata Rahmat dengan biasa muka datarnya.


"Oh ya Amanda, bekal dan juga sarapan ada di meja, aku akan pergi mengurus gerbang bersama para staf yang orang-orang ku" kata Rahmat.


"Oh, tentu makasih kak" kata Amanda.


"Pagi, Manda" kata Sembilan.


"Pagi Amanda" kata Vandro.


"Wah, pagi kak Sembilan, Pak Vandro, tumben nih! barengan, ada apa?" tanya Amanda.


"Wah... mungkin saya dan Andli sedang ada sesuatu yang... gitu deh! hihihi" ledek Sembilan.


"Sembilan" kata Vandro melirik.


"Hahaha, bercanda" kata Sembilan.


"Hihi, kak Sembilan humoris juga ya" kata Amanda.


"Pangeran belum pulang, apakah sedang sibuk? atau lagi di ganggu paman beliau?" tanya Amanda keceplosan.


"Uhuk! Uhuk!" Vandro tersedak saat sedang minum.


"Hah?" tanya Amanda melirik.


"Ga... Gawat!! aku ngga anggap serius itu Pak Vandro! Malah keceplosan! padahal saat makal malam di HRM, aku sudah janji buat nunggu dan bersabar!! " batin Amanda.


"Ma... Maksudku, semoga urusan beliau cepat selesai dan bisa kembali ke Rosement" kata Amanda.


"Pangeran belum pulang, apakah sedang sibuk? atau lagi di ganggu paman beliau?" kata Sembilan meniru suara Amanda.


"Ka.... Kak Sembilan"


"Maaf Pak, saya bukannya menjelek-jelekkan, hanya saja... " belum selesai Amanda bicara.


"Tidak apa, saya mengerti kalau kamu ngga sabar, keluarga adalah tempat kita untuk pulang dan menghabiskan waktu indah bersama, kita doakan saja semoga cepat berakhir masalahnya" kata Vandro.


"Iya nak Amanda, kami paham kalau nak tidak sabar" kata Pak Andi.


"Oh begitu, untuk masalah konflik, apakah para anggota Rosement juga akan ikut terseret konflik dan masalah keluarga tersebut?" tanya Amanda.


"Sebenarnya sih, sudah terseret, dan itulah salah satu alasan formal kami disini, untuk membantu beliau" kata Vandro.


DUK! Vandro terdorong oleh Sembilan.


"Sembilan! jangan terlalu begitu!" kata Vandro.


"Tidak apa nak Vandro, dengan begitu nak Amanda akan sedikit belajar apa fungsi ia disini" kata Pak Andi.


"Tapi... Pak Andi... "


"Ok, saya mulai dari pertama ya, keluarga Ameera adalah keluarga yang sejahtera dan juga banyak memiliki kekuasaan di Kerajaan yang sekarang di pimpin, dan bahkan memiliki perjanjian kepemimpinan di kerajaan lain pada generasi yang telah di tentukan, generasi-generasi itu adalah... " kata Sembilan.


Generasi pertama :


Yaitu Kakek dari mas Andra sendiri.


Generasi kedua :


Yaitu...


-Arifahsya Satriya Ameera


-Adimas Satriya Ameera


-Azka Satriya Ameera


"Arif sendiri adalah mendiang ayah Mas Andra, sedangkan yang lain adalah paman Mas Andra" kata Sembilan menambahkan.


Generasi ketiga :


Tapi hanya untuk saat ini generasi ini hanya ada tiga, 'untuk saat ini', yaitu :


-Aliandra Jaffan Ameera


-Rafanza Zevan Ameera


-Rafizi Zevan Ameera


"Sedangkan Rafa dan Rafi sendiri adalah saudara kandung sekaligus sepupu Mas Andra yang di ketahui hubungannya sebagai saudara sepupuan kurang sehat" kata Sembilan.


"Oh begitu" kata Amanda menandakan mengerti.


"Dan juga dengan anggota keluarga yang makin sedikit, mereka juga ingin meredakan konflik masa lalu dengan keluarga Harrison" jelas Sembilan lagi untuk memperjelas.


"Iya nak, kami disini dan juga Nak Amanda, karena ingin membantu Pangeran agar masalahnya juga cepat selesai, karena beliau akan naik tahta sebagai raja dan kepala keluarga Ameera" kata Pak Andi.


"Amanda, menurutmu, apa yang ingin kau lakukan saat berada di situasi tersebut? maksudnya jika kau berada di tengah-tengah posisi tersebut?" tanya Vandro.


"Em... Ameera ya? Ameera adalah nama keluarga yang artinya, Pemimpin, keluarga Ameera mempunyai keahlian memimpin yang sangat baik, tapi dengan posisi dan kondisi keluarga yang seperti itu... bagiku sebenarnya, aku tidak ingin berada di keluarga yang seperti itu" kata Amanda dengan menunduk.