
Amanda sedang berjalan di halaman kampusnya karena baru sampai.
"Kak Andra... apakah kak Andra seperti belum setuju akan aku sudah melanjutkan kuliah ku secepat ini?" batin Amanda.
"Amanda! hello? gimana kabarmu hari ini-... " belum selesai Putra bicara, Amanda hanya lewat karena melamun atas pikirannya.
GREP! Putra menarik ransel Amanda.
"Waa!!! Narik tas ransel orang itu bahaya tahu!!" Seru Amanda sambil meninju Putra.
"Wadaw!! makanya jangan acuhkan aku" kata Putra.
"Terserah! ada apa emang?" tanya Amanda.
"Ini.. Balon untuk acara POP nanti" kata Putra.
"Ya udah" kata Amanda sambil langsung pergi.
"Hei! bukannya makasih, judes amat" kata Putra.
"Yo! Arigathanks gozaimuch Putra" kata Amanda.
"Ini Perasaan ku saja, atau memang Putra memaksakan dirinya bersikap seperti ini?" batin Amanda.
"Amanda!"
"Nina!"
"Siap-siap untuk melepas balon saat POP nanti ya" kata Nina.
"Ya!"
...___________...
"Wah!! pertandingan basketnya bagus banget!!" Seru Nina.
"Ha, ha, ha,... tekniknya bagus sih, juga pergerakannya, tapi untuk chest pass dan overhead pass nya salah" kata Amanda sambil tertawa kecil heran.
"Masa sih?" tanya Nina.
"Iya.. dia terlalu terburu-buru, itu artinya dia ngga tau berapa waktu basket dapat di pegang dan di oper" kata Amanda.
"Ka... kau ini seperti ada segudang buku ilmu di kepalamu deh Nda, tahu segalanya" kata Nina.
"Eh? Ah,.. aku hanya banyak baca buku Nina" kata Amanda.
"Emangnya ngga capek baca buku?" tanya Nina sambil memperhatikan pertandingan.
"Aku sih menganggap buku pelajaran sebagai cerita, makanya aku ngga bosan" kata Amanda.
"Ah.. aku iri padamu" kata Nina.
"Agak membosankan,... kurang satu supporter ngga masalah kan?" batin Amanda dan langsung pergi dari situ.
"Lho!? Amanda dimana!? perasaan di dekatku" kata Nina.
Di Taman kampus...
"Hmf.... membosankan, kalau ada Erlan pasti seru" gumam Amanda.
"Ng!? aura ini!?" batin Amanda.
"Yo! aku diminta Nina untuk nyari kamu sambil membeli minuman, kamu ngapain sih?" tanya Putra.
"Lagi bosen" kata Amanda.
"Karena ngga ada Ethan-kun ya?" goda Putra sambil tersenyum.
BLUSH!!
"Ja.. jangan ngomongin si anak bermasalah itu!!" kata Amanda.
"Siapa juga yang nyari tu anak!?" tanya Amanda.
Putra mengambil spidol dan meniup sebuah balon.
"Hei! Put! kamu denger ngga sih!?" tanya Amanda.
Sedangkan Amanda hanya capek berteriak dan terdiam.
"Amanda" panggil Putra.
"Apa?"
"Senyum dong!"
Mata Amanda langsung terbelalak melihat tingkah Putra.
"Eh!!? anak ini.. dia ingin mencoba menghiburku?" batin Amanda.
"Pfft! apaan sih!? ngga jelas banget haha, Dasar... "
"Yang penting kau ketawa lagi, hehe" kata Putra.
"Lagipula aku sudah berjanji pada Erlan selagi dia tidak bersama Amanda, aku harus tetap menjaga agar Amanda tetap bahagia" batin Putra.
"Kalau gitu, kenapa kita disini? seharusnya kita ke tempat POP kan?" tanya Amanda.
"Iya juga ya, kalau gitu ayo buru... ntar di marahin sama kak Adin yang ketua HMJ" kata Putra.
"Ayo kalau gitu"
Bonus....
"Oh ya... ngomong-ngomong, kau itu masuk lomba apa, Put?" tanya Amanda.
"Yah.. menurutmu apa?" tanya Putra.
"Menurutku karena kau stand by pemain cadangan, itu artinya kau mungkin masuk lomba basket ya?" tanya Amanda.
"Salah... aku masuk catur" kata Putra sambil cengengesan.
"Ah... "
"Akhirnya aku harus mengingat pepatah ini..." batin Amanda.
Don't judge a book by its cover