The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 7 : Latihan



"Lho? Kak Nera dan Kak Vanora mau pergi ya?" tanya Amanda.


"Ya... aku dan Vanora mau pergi dulu ke kota Yoshino... mau travelling, capek karena insiden waktu itu" kata Nera.


"Iya nih... capek, Vandro dia lagi sama Vian di kantor" kata Vanora.


"Oh gitu... ya udah, hati-hati di jalan kak" kata Amanda.


"Ya"


Siang ini... cuaca berawan, jadi aku dan kakak akan berlatih! aku tidak boleh kalah dengan kak Andra.


"Eh? jadi kita akan latihan disini?" tanya Amanda.


"Ya, tempat ini di sebut lapangan latihan rahasia, ini adalah tempat latihan yang dulu digunakan kakak dan Pak Andi untuk berlatih, kita juga tidak akan ketahuan karena dilindungi perisai tembus pandang, itu adalah alat perlindungan serangan musuh yang baru akan di gunakan oleh para Ninja, kakak sudah meminta tim interpol untuk mencoba dulu.. kebetulan ini waktu yang tepat" Jelas Andra.


"Baik! aku jadi bersemangat!" kata Amanda.


"Mana yang kamu miliki itu sangat banyak, meski dibagi ke seseorang atau lebih, Mana mu ngga akan berkurang, lagipula karena Mana mu spesial" kata Andra


"Sekarang... coba kamu berkonsentrasi... dan padatkan Mana mu, ingat.. padatkan secara fisik agar terlihat, jangan secara batin" ujar Andra.


Amanda mulai berkonsentrasi.


"Oh ya... ada Mana yang di keluarkan dengan secara langsung, ada juga dengan yang padat, sekarang coba... " sebelum Andra selesai bicara.


"Kayak gini kak?" kata Amanda sambil memegang Mana yang sudah di padatkannya menjadi bentuk bola kaki berukuran sedang dengan menggunakan satu tangan.


"Wah! hebat! ya, benar... sekarang coba kamu serap" kata Andra.


"Hah? gimana atuh caranya?" tanya Amanda.


"Kamu... harus coba berkonsentrasi dan pusatkan pada kedua telapak tanganmu, lalu pikirkan kalau kau sedang menyerapnya" kata Andra.


"Iya!... tapi, dengan sebelah tanganku yang masih sakit gimana kak?" tanya Amanda.


"Ng... gunakan satu tangan saja bisa kok" kata Andra.


"Eh!? Ngga berhasil kak!" kata Amanda.


"Coba saja lagi" kata Andra.


Sudah berkali-kali Amanda mencobanya tapi tetap saja....


"Kakak... ngga bisa" kata Amanda.


"Kau sudah berusaha dengan baik... terus saja, memang dalam berlatih itu susah.. tapi ada kata pepatah 'Berakit-rakit kita ke hulu, berenang-renang kemudian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian' bukan begitu?" kata Andra.


"Ah... iya! aku akan berusaha!" kata Amanda.


"Ya!"


Amanda terus saja mencoba.


"Kak Andra! aku ingin bertanya" kata Amanda.


"Oh bertanya apa?" tanya Andra.


"Kak Andra bilang, kalau Mana ku bisa di berikan pada orang lain ataupun lebih, jadi... mungkin padaku tidak bisa karena Mana ku sendiri, itu artinya.. apakah Mana ku ini hanya akan dapat di terima pada orang lain, atau orang yang di tuju?" tanya Amanda.


"Ng... mungkin saja, karena setiap Mana akan memiliki hal yang tidak bisa di lakukan... sekarang, gunakan cakra" kata Andra.


"Kalau boleh tahu... Cakra itu apa kak?" kata Amanda.


"Cakra itu, adalah kata yang berasal dari bahasa sansakerta, yang artinya roda atau lingkaran, yang menggambarkan sebuah tempat berisi energi yang letaknya berada di pusat tubuh kita" Jelas Andra.


"Lalu... cara menggunakannya bagaimana?" tanya Amanda.


"Yang paling sering adalah, Cakra sistem kundalini, tapi... untuk bagian klan Fujiwara... karena yang membedakan sistem Fujiwara dengan sistem yang lainnya adalah mata Silent nya, dan berarti.. gunakan Cakra bagian dekat mata, atau diantara dua alis... bisa di sebut dengan Cakra... Adnya" kata Andra.


"Cakra Adnya... adalah pusat energi pada daerah pertengahan alis, cara untuk mengumpulkan, atau memusatkan energi itu adalah... kamu harus berkonsentrasi penuh, dan lancarkan serangan pada musuh yang mengincar mu ketika kamu sedang berkonsentrasi, karena itu adalah cara yang paling tepat, karena saat itu, energi mu sedang aktif" kata Andra.


"Tapi untuk sekarang sampai sini saja latihannya, ok?" kata Andra.


"Yah... ngga apa-apa deh" kata Amanda.


Sementara itu di Restoran...


"Wah... sepertinya akan lebih asik jika Rahmat yang masakkan bukan?" kata Randi.


"Ng? begitu kah?" kata Vandro.


"Jadi selama ini.. bagaimana? sudah bicara dengan Amanda?" kata Vandro.


"Yah, sudah... ku beritahu saja semua yang pernah ku beritahu padamu... termasuk tujuan ku ke Rosement" kata Randi.


"Dan gimana denganmu? sudah beritahu dia kalau kau menyembunyikan identitas Amanda dari Amanda sendiri?" tanya Randi.


"Yah... gitu deh, sudah kok" kata Vandro.


"Kalau gitu, gimana tanggapannya?" tanya Randi.


"Eh? Ng... tanggapannya?" tanya Randi.


"Ng... tanggapannya... "