The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 98 : Perdebatan



"Tuan, Nona, tolong berhenti berdebat" kata Radith.


"Bukan begitu maksudnya dek, hanya saja jika kamu lebih berpengalaman" ujar Andra.


"Aku.... sudah menunjukkannya kak, aku banyak punya informasi tentang Organisasi itu, sudah ku kumpulkan dalam satu berkas, dan di dalam Flashdisk ini" Jelas Amanda.


Andra terdiam.


"Tuan, jadi bagaimana?" tanya Radith.


"Baiklah, kakak tidak akan melarang, tapi jika suatu saat itu akan membahayakan mu, kakak akan melepaskan mu dan kau tidak akan terikat dengan urusan Organisasi itu, bagaimana? Deal?" tanya Andra mengulurkan tangan.


Amanda terdiam.


"Sikapnya benar-benar keras kepala seperti Mama dulu, aku bahkan sampai jantungan saat dia membantahku, aku jadi teringat waktu Mama berdebat dan memarahi Papa, bahkan bulu kuduk Papa sampai berdiri ketakutan, bagaikan melihat hantu di wahana ghost home" batin Andra agak ketakutan sambil mengingat kemarahan Afifah.


"Ok! Deal!" ujar Amanda membalas uluran tangan Andra.


"Sekarang, kita ke ruang Private" kata Andra berdiri dari kursinya.


Ruang Privat...


Radith berjaga di luar pintu agar tidak ada yang menguping, walau sebenarnya ruangan itu kedap suara.


"Lalu Organisasi itu banyak memakan nyawa karena suka melakukan transaksi ilegal" ujar Andra.


"Aku juga sudah mendengar itu" kata Amanda.


"Lalu? bagaimana kau bisa tahu tentang Organisasi itu?" tanya Andra.


"Karena,... Ibuku, Aliza Dallena, adalah mantan anggota Organisasi itu" kata Amanda.


"A... Apa?!"


"Ibu mengatakan dalam buku catatannya ini dan rekaman dalam Flashdisk ini, karena dia mempunyai insting akan di bunuh, jadi dia mencatat semua itu di buku catatannya, dan merekam nya juga dan menyimpannya di dalam flashdisk" Jelas Amanda.


"Itu,... katanya ibu di bunuh salah satu anggota Organisasi itu, code name nya aku tidak tahu... tapi untuk anggota-anggotanya aku sudah tahu lebih, karena code name yang mereka gunakan berasal dari bahasa Inggris" Jelas Amanda lagi.


"Kakak juga sudah tahu, bahkan sudah mengarahkan SAI pasukan agensi rahasia untuk menyelidiki lebih lanjut, juga ada beberapa nya yang berpura-pura menjadi anggota demi menyelidiki dan menumpas Organisasi itu secara perlahan" Jelas Andra.


"Code name nya adalah Roy, Peter, Rose, Hawk, Astoria, Jasson itu saja yang aku tahu" Kata Amanda.


"Dan,... apakah yang-.. " belum selesai Andra bicara.


"Cecillia, kode name ibuku" ujar Amanda.


"Begitu ya? sebenarnya, Organisasi itu bisa berkembang luas karena generasi yang terus maju, tidak tahu siapa pemimpinnya" ujar Andra.


"Ya, yang aku dengar kalau setiap anggota yang memiliki keturunan, maka keturunannya harus menggantikannya suatu hari nanti, dan juga bagi yang menggunakan barang-barang hak Organisasi itu maka akan di camkan sebagai anggota Organisasi" Jelas Amanda.


"Begitu ya, sebenarnya kami ingin menindaklanjuti hal ini hanya saja... mereka bertindak sangat cepat" kata Andra.


"Lalu, Apakah kak Andra tahu? tentang Optik 294,1?" tanya Amanda.


"Apa? Pil yang di ciptakan oleh Organisasi itu?" tanya Andra.


"Sebenarnya aku.. aku diminumkan pil itu, tapi aku tidak bisa terlalu mengingat siapa yang meminumkan itu padaku" Jelas Amanda.


"Eh?! kau meminumnya!?" tanya Andra.


"Aku diminumkan kak!" ujar Amanda.


"O.. Oh, maaf... kalau kakak salah sangka" ujar Andra.


"Bukan, bukan kak Andra yang minta maaf, tapi seharusnya aku, akulah yang harusnya minta maaf" ujar Amanda.


"Kenapa?" tanya Andra.


"Karena,..."