
"Ayo! Terus maju!! yosh! aku menang lagi!" ujar Vian
"Ah!! curang!! hanya karena kau dapat item baru setiap saat dalam game!" kata Randi.
"Kalian ini,.. kupikir ada apa ternyata hanya ingin main konsol" ujar Andra.
"Ah! Lama-lama jadi bosan, kalian mah enak atuh! Sama-sama berpangkat bangsawan jadi saling kenal" gumam Randi.
"Apanya yang enak ntong?" tanya Andra dan Vian,.. Maksudnya Erlan secara bersamaan.
"Eh?"
"Kalau aku mah, meski ngga di istana pasti bakalan jadi penerus tahta! udah gitu ntar ngurus ini dan itu lah! kerjaan jadi rakyat biasa aja bikin pusing tingkat dewa!!" Seru Vian.
"Heh! pangkat jadi Raja bener-bener menyusahkan! proposal keuangan lah! kerjaan ini dan itu! pertemuan dan hukum monarki absolut! ini and itu pokoknya! emangnya ngga ada istirahat!? paling cuman 1-2 hari tok!" Kata Andra.
"A... Aku jadi bersyukur menjadi warga biasa" ujar Randi.
"Eh! ngomong-ngomong, kapan kau akan punya pendamping hidup Ndra? udah 27 tahun atuh! usia yang udah matang banget buat nikah muda!" ujar Randi.
"E... Eh!? Apa!?" tanya Andra.
"Benar tuh, kau jangan mau kalah sama adik laki-laki ku yang di Verheaven, masa dia sudah dapet calon?" tanya Vian.
"Tu.. tunggu! kenapa tiba-tiba!?" tanya Andra.
"Sebenarnya, Lan... si Andra ini tuh naksir sama kakakmu Elena" ujar Randi.
"Randi!!!"
"Hah?! masa!?" tanya Vian.
"Iya! itung-itung punya kakak ipar baek macam Andra udah banyak untung kau Lan!" ujar Randi.
"Ngapain ngasih tahu dia segala?!" tanya Andra yang mukanya memerah.
"Wah... Ndra, kau harus ngelewatin aku dulu" ujar Vian.
"Yuh! panas begini, biasanya di novel-novel dan sinetron itu 'Cintaku terhalang restu kakaknya' tapi sekarang kebalikannya 'Cintaku terhalang restu adiknya' wah! parah!" kata Randi.
"Kita bahas yang lainnya aja ya?" ujar Andra.
"Sebenarnya, Andra tuh... juga punya kandidat lain lho! tapi dia jarang perhatikan! itu lho! Lan!" ujar Randi.
"Anak pertama konglomerat Falesia" ujar Randi.
"Hah?!! Kak Ema Mustika Falesia?!! kakaknya Nina temanku?!" tanya Vian.
"Yes! That's Right!" kata Randi.
"Kalian makin lama makin ngawur" ujar Andra.
"Yang ku tahu sih... kalau Elena itu 2 tahun lebih tua daripada Tika, dia hampir seumuran denganku" ujar Andra.
"Yo! gimana Ndra? yang hampir seumuran denganmu lebih menarik!" ujar Vian sambil mengacungkan jempol
"Yang lebih muda lebih asik!" ujar Randi yang juga mengacungkan jempol.
"Ngga usah ngarang! aku lebih baik menjadi bujangan daripada nikah!" kata Andra yang mukanya sangat memerah seperti udang rebus dan pergi ke ruang kerjanya.
"Ala kau Ndra! malu-malu kucing kau kan?" tanya Vian sambil tersenyum meledek.
"Hihihiy!!! cie! uhuy! Andra punya dua calon!" ujar Randi.
"Malu-malu kucing mu! udahlah! aku mau kerja dulu!" kata Andra sambil menutup pintu ruang kerjanya.
BLAM!
"Hei Lan! kita jangan lepaskan dia! harus nanyain terus sampai dia dapat!" ujar Randi.
"Siap bos ku!" ujar Vian.
"Nak... sudah mau berbuka" kata Pak Andi.
"Iya Pak Andi"
Di Ruang kerja Andra....
"Huh... apaan? tiba-tiba udah ngurusin hidup orang, menyebalkan. Aku tidak bisa bersantai-santai jika urusan-urusan ini belum selesai, karena semua urusan ini ngga bisa di anggap enteng, tapi.... " Andra memikirkan beberapa kejadian.
"Yo! Gimana Ndra? yang hampir seumuran denganmu lebih menarik!"
"Yang lebih muda lebih asik!"
"Ukh! dasar mereka!"