
"Duh! capek!" kata Amanda setelah menulis 2 jurnal di laptop, dan sedang berbaring di kasur.
Amanda mengecek pesan di Ponselnya.
Grup PKL kelompok...
Besok sekalian bimbingan lagi ya
( Putra )
Sama siapa?
( Nina )
Sama Miss Rina
( Zaki )
^^^Ya udah.. jangan lupa kumpul di ruang diskusi besok^^^
Chat Off...
"Ng? surat?" gumam Amanda yang sadar melihat surat di meja lampunya.
Ana... kakak akan menunggu kamu di kamar mu besok sore saat kamu pulang kuliah, mau cerita saja hehe, besok kakak tunggu ok?
-Andra
"Kak Andra memang the best, Dasar... " batin Amanda sambil tersenyum.
"Mandi sudah, Sholat maghrib udah, bentar lagi siap-siap Sholat isya dan tarawih, balik dari sholat langsung lanjut lagi kerjakan laporan PKL, terus besok jangan lupa foto apotek dan RS untuk laporan PKL, terus... terus... " Amanda perlahan-lahan tertidur karena saking capek dan ngantuknya, juga terlalu nyaman dengan kasur.
*******
"HAH!!!? Gawat!!! ketiduran!!" batin Amanda.
"Waduh udah jam segini lagi! sholat isya dulu, terus lanjut tarawih 8 rakaat dan 3 rakaat sholat witir... baru lanjut kerjakan Laporan dan beberapa Jurnal kelompok yang akan di periksa oleh dosen pembimbing! semangat diriku!!!" batin Amanda sambil memperhatikan layar Laptopnya.
Tok! Tok! Tok! Ada suara ketukan pintu di kamar Amanda.
"Assalamu'alaikum, Amanda... sahur" kata Rahmat.
"Hah!!!? udah sahur aja!?" batin Amanda.
Di Dapur...
Randi, Vian, Rafa, Rahmat, dan Pak Andi sudah berada di dapur, dan Amanda sudah datang ke dapur.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikummussalam-... waak!!! apaan!?!? kenapa tuh muka!!? kayak keset WC!" ujar Rafa kaget melihat muka Amanda.
"Ah... ngga apa-apa, ayo sahur" kata Amanda dengan lemas.
"Kau baik-baik saja?" tanya Randi.
"Aku,.. baik, ayo sahur keburu imsak" kata Amanda.
"Meski gitu, kalau telat imsak kan ada haditsnya, 'apabila waktu imsak tiba dan di tangan seorang muslim ada makanan dan belum sempat menghabiskannya, maka dia di beri waktu sampai waktu azan tiba' gitu deh" kata Rahmat.
"Ya itu kalau belum habis" kata Vian.
"Kalau gitu, cepetan gih"
Akhirnya mereka sahur bersama, dan lanjut sholat subuh, lalu mereka mengerjakan kegiatan mereka masing-masing, Amanda akan pergi kuliah, Randi akan ke rumah sakit, Vian ke kantor, Rahmat dan Rafa akan pergi untuk mengantarkan beberapa makanan untuk yayasan dan panti asuhan di luar kota, pulang kira-kira malam hari, makanya Rahmat memutuskan agar Staf A menggantikannya memasak untuk Bukber sore ini, Pak Andi akan mengawasi Apartemen, Vandro dan Nera rencana kembali 5 hari lagi.
Di Ruang diskusi...
"Hei! Putra!" bisik Nina.
"Apa?" tanya Putra.
"Apakah kau tidak berpikir saat Amanda sedang mencoba reaksi etanol dia terlihat lemas?" bisik Nina.
"Aku juga berpikir begitu" jawab Putra.
"Sudahlah!" kata Zaki.
"Eh ya teman-teman" kata Amanda yang akhirnya bersuara.
"Ya!!?" tanya mereka kaget.
"Kenapa kaget gitu?" tanya Amanda.
"Ngga"
"Kita harus periksa tugas ini ke Pak Sulaiman" kata Amanda.
"Iya ya... ayo deh! keburu ntar telat, kita kasih cepetan ke Pak Man" kata Zaki.
"Ya!"
"Yuhu! aku ngga kena *Her!" kata Zaki.
*Her adalah nilai perbaikan.
"Aku nyaris" kata Putra.
Kalau Amanda sudah pasti tidak kena Her.
"Aku kena" kata Nina.
"Maaf kami sudah pamer"
"Ngga apa, Oh ya.. kalian pulang duluan aja" kata Nina.
Akhirnya Nina sedang Her.
"Duh! susah juga nemuin yang cocok saat di campur Etanol" ujar Nina.
"Nina! Psst!"
Nina berbalik menuju arah suara.
Rupanya, Putra, Zaki, Amanda, juga beberapa teman sedang menyemangatinya.
"Seharusnya ini libur untuk mereka yang ngga kena Her! aku jadi semangat, terimakasih teman-teman" batin Nina.
"Duh! kayaknya Nina kesusahan" kata Zaki.
"Gimana menurutmu Amanda?" tanya Putra.
Amanda sedang melamun karena benar-benar lemas.
"Ah! apa? kenapa?" tanya Amanda.
"Eh? ngga, ngga jadi" kata Putra.
"Absurd" pikir Amanda.
"Beres!" kata Putra dan yang lainnya.
"Pak Man! bisa kasih tahu ngga? cara agar jenggot alami dan tumbuh sehat macam punya bapak?" tanya mereka.
"Hah?"
Sedangkan Zaki diam-diam menyusup.
"Yosh! jurus nyusup no jutsu sukses! arigathanks gozaimuch, manteman!" gumam Zaki pelan.
"Nina!" panggil Zaki.
"Eh!? Nawruto!?!? eh!? bukan! Zaki?" tanya Nina.
"Nina! aku ngga punya waktu! tolong jawab pertanyaanku!" kata Zaki.
"Kau udah coba reaksi etanol dan air?" tanya Zaki.
"Er... belum, reaksi etanol dan air di jurnal ku ngga lengkap, jadi terpaksa mencocokkan satu-satu deh, sayangnya belum ada yang cocok" Jelas Nina.
"Aku mengerti, kata Amanda tadi, sekarang lakukan uji reaksi etanol dan airnya" kata Zaki.
"Oke"
"Bagaimana uji reaksi airnya?" tanya Zaki.
"Susah larut" kata Nina.
"Dengan etanol?" tanya Zaki lagi.
"Larut" ujar Nina.
"Ki!!! Mundur!!" bisik yang di luar.
"Kabur No jutsu!!" bisik Putra.
TAP! ada yang menepuk bahu Zaki.
"Apa yang anda lakukan disini!?" tanya Pak Man.
"Howkage ketiga!!? Eh bukan! Pak Man!!?" tanya Zaki.
Akhirnya Zaki keluar karena disuruh oleh Pak Man.
"Ukh! kepalaku pusing" batin Amanda.
"Amanda" kata Zaki.
"Eh!?" tanya Amanda.
"Itu tadi informasi yang ku kumpulkan, serbuk putih, kasar, dan pahir atau agak pahit" kata Zaki.
Carbamazepin
Erythromycin
Isoniazid
Paracetamol
Pyrazinamide
Phenobarbital
Propanol Hcl
Propylthiouracil
Thiamine Hcl
( Tulisan di atas adalah memori Amanda )
"Katanya susah larut sama air dan larut dengan etanol" kata Zaki.
"Berarti tinggal Carbamazepin dan Phenobarbital" batin Amanda.
"Berarti itu ciri-ciri Carbamazepin dan Phenobarbital" kata Amanda.
"Wah! hebat! langsung tahu!!" ujar Zaki.
Di Pintu ruangan...
"Psst!" bisik Zaki.
Nina berbalik.
Nina!! coba reaksikan dengan HNO³ pekat!
"Eh!? ya udah, ku coba deh, kalau ngga salah itu ada di lemari asam" batin Nina.
"Eh!!? wah! jawabannya Carbamazepin!" gumam Nina.
"Ya benar, anda lulus Her" kata Pak Man.
"Hebat! selamat buat Nina yang lulus Her!" kata Zaki.
"Ini berkat kalian!" kata Nina.
SING! Kepala Amanda terasa berat.
"Te... teman-teman, aku duluan pulang ya" kata Amanda.
"I.. iya"
Di kamar no. 10...
"Ana baik-baik aja ngga ya? selama di kampus, saat pamit, mukanya kelihatan pucat sekali" batin Andra yang sudah menunggu.
Ceklek!
"Assalamu'alaikum"
"Eh!? Wa'alaikummussalam" kata Andra.
"Dek.. selama PKL dan kuliah tadi, adek ngga apa-apa kan-... " belum selesai Andra bicara.
BRUK!
Amanda ambruk ke depan karena pingsan tapi tidak jatuh karena tersandar bahu Andra, dengan keadaan wajah yang sangat memerah dan banyak berkeringat.
"A... ANA!!!?"