The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 82 : Hacker



"Hmf.... ID Address ini ya? Rose, kau mengkhianati ku" gumam Vian yang mengetahui kalau ID Address itu milik komputer cadangan organisasi.


Di Bunker lingkar dalam...


"Radith... biarkan aku bertemu Andra!" kata Vian di depan pintu.


"Maaf, sekarang Tuan sedang bersama Nona" ujar Radith.


"Tapi ini bener-bener penting!" kata Vian.


"Memangnya ada apa?" tanya Radith.


Vian mendekatkan mulutnya ke telinga Radith untuk berbisik.


DEG!!


"A... apa?!? kau kebobolan!?" tanya Radith.


"Ya! tolong biarkan aku masuk!" kata Vian.


Radith langsung ke ☎ untuk mengabari Andra.


Di Dalam....


TRIIIT! TRIIIT!


"Ng? kak, ada telepon" kata Amanda saat duduk bersama Andra lagi bermain Play Station.


"Siapa ya?" tanya Andra sambil mengangkat teleponnya.


"Halo? Radith? kenapa? bukankah saya sudah bilang untuk menolak semua yang akan menemui ku? aku sedang sibuk" ucap Andra.


"APA?!?" Seru Andra.


"WAASTAGHFIRULLAH!" Seru Amanda kaget karena Andra berseru.


"Kalau begitu suruh dia masuk" ujar Andra.


Klap! Andra menutup gagang telepon.


"Maaf ya, lain kali saja" kata Andra.


"Kebobolan sistem karena hack ya kak?" tanya Amanda.


"Eh!?" Andra kaget kalau Amanda bisa mendengar percakapannya.


"Kenapa bisa-... " belum selesai Andra bicara.


"Karena, Vian meletakkan pengintai di Ponselku saat sedang melakukan tugas waktu menyelidiki para stalker yang mengintai Vian, dan belum terhapus deh, jadi aku bisa tahu dari Ponselku karena Vian memasukkan sistem komputernya" Jelas Amanda.


"O.. Oh" kata Andra.


"Aku boleh ikut ngga kak? mungkin bisa bantu" ujar Amanda.


"I.. iya, boleh saja" kata Andra.


Akhirnya Vian sudah menunggu di ruang tengah.


"Andra! kenapa lama?! Eh!? kenapa kau mengajak si bocah?" tanya Vian.


"Bo.. Bocah katamu?!" tanya Amanda.


"Sudah dulu, bagaimana sistemnya? apakah ada yang lain?!" tanya Andra.


"Aku kurang tahu, dengan begitu akan susah jika kita langsung mengetesnya secara mendadak" Jelas Vian.


"Emh,... Vian! aku akan ke kamarku untuk mengambil sesuatu" kata Amanda.


"Semoga berguna!" kata Amanda.


"Itu hanya akan membuang-buang waktu!" ujar Vian.


"Kau aktifkan saja dulu pengaturan penolak Virus! jika bisa menghambat perkembangan virus komputernya, aku akan cepat!" Kata Amanda.


"Lakukan saja Vian" kata Andra.


"Huh! baiklah"


Akhirnya Amanda dengan cepat mengambil laptopnya yang di berikan Aliza.


"Ng? Laptop?" tanya Vian.


"Ponsel ku, kau ingat kan? kalau kau masih meletakkan pengatur sistem Laptop pengintai mu di Ponselku, jadi jika aku menyambungkan pengaturan sistem yang ada di ponsel ku ini ke laptop dan laptopku menyambungkan nya ke laptop milikmu maka kita bisa menghapus virusnya secara bersamaan tergantung seberapa kuatnya durasi dan avatar virus itu" Jelas Amanda.


"Tunggu, kenapa ada avatar?" tanya Andra.


"Kak Andra, Virus komputer tidak akan begitu saja ada, virus komputer paling sering adanya pada saat kita mengunduh file jika file itu tertanam virus maka akan masuk ke perangkat, beda lagi bagi ada yang mengirimnya artinya yang mengirimnya itu memiliki kemampuan komputer yang jenius, yang di sebut avatar" Jelas Amanda.


"Itu benar Tuan, avatar paling sering perlu di tumpas" ujar Radith yang akhirnya bicara.


"Dengan beradu sistem" ucap Amanda dan Vian bersamaan.


"Eh?!"


"Ah! tunggu, Vian! saat season 1, kau pernah mempromosikan alat yang dapat menolak dan menghapus virus kan?" tanya Amanda mengalihkan perhatian.


"Itu benar, jadi... kita perlu menggunakan alat itu?" tanya Radith.


"Tapi... apakah alat itu bisa menghancurkan dan menghapus virus seperti avatar?" tanya Amanda.


"Sebenarnya saat itu aku hanya menguji coba tes virus komputer yang tertanam di file contohnya, beda dengan avatar, karena aku belum bisa menguji cobanya lanjut" Jelas Vian sambil memperhatikan komputernya.


"Jadi mungkin bisa di coba dulu ngga ya?" tanya Amanda yang ikut melihat laptopnya di sebelah Vian.


"Kalau begitu, ini alatnya" kata Andra.


"Ah! ini juga, aku bawa ini" Kata Amanda membawa sebuah, em... pemancar?.


"Lebih tepatnya antena, yang dapat mengembalikan virus komputer ke avatar nya, dengan menggunakan gelombang radio" jelas Amanda.


"Itu juga bisa, pada saat para Ilmuwan mencari cara untuk menghancurkan virus komputer musuh, mereka menemukan caranya dengan mengantarkan virus itu kembali pada musuh dengan menggunakan gelombang radio" Jelas Vian.


"Begitu ya? apa kalian bisa?" tanya Andra.


"Eh?! ng.... kurang tahu sih" kata Amanda dan Vian sambil tersenyum sweathdrop.


"Kayaknya bener deh, kata trend : 'Ngomong gampang, Prakteknya susah' bener deh!" ujar Andra.


"Eh?! apa ini!?" tanya Amanda.


-Penghancur data diaktifkan, mode lambat-


"Gawat! virus itu juga mengaktifkan penghancur data yang dapat membuat data-data yang di komputer ini hancur dan terhapus permanen secara perlahan sampai 100%!" kata Vian.


"Terus gimana?!" tanya Amanda.


"Ini, aku sudah meletakkan ponsel Amanda di pemancar ini, dan menghubungkannya ke laptop mu dan di alatmu dan pemancar sudah ku sambung kan ke laptop Amanda, jika diatur cepat pasti bisa" Jelas Andra.


"Secepatnya Tuan, saya hanya bisa memperkirakan dalam 7 menit semua data terhapus" Kata Radith sambil melihat arlojinya.


"Apa?!"


"7 Menit... apakah masih sempat!?"