
Waktu itu... aku ketemu dia saat kami ketemu di hutan kematian yang ada di dunia nyata lho! kami sedang di tugaskan menjalankan misi bersama, aku sebenarnya ngga tahu kenapa Pangeran kayak Arif bisa gitu dapat misi! dan parahnya lagi! dia malah Terima!
"Eh? kamu siapa?" tanya Arif yang berusia 16 tahun bertemu Afifah.
"Eh? lah lu sendiri siapa?! pakai main sapa aja!" kata Afifah.
"Ah, kenalin... aku Kaito, Hasegawa Kaito, aku di tugaskan dapat misi, aku Shinobi tingkat menengah, hampir dapat Uchuunin" kata Arif.
"Ya,... namaku, Em... Mika, Fujiwara Mika" kata Afifah.
"Salam kenal Mik! mau berangkat misi bareng?" tanya Arif.
"Gak, makasih"
"Judes amat" batin Arif.
"Kalau gitu! kamu berapa lama dapat misi?" tanya Arif.
"Sekitar sampai selesai, tergantung misinya selesai atau tidak kapannya tidak ada urusannya dengan mu" kata Afifah.
"He.. Hei! kamu ngga dicariin orang tuamu?" tanya Arif.
"Ngapain!? keluargaku udah ngga ada semua!" kata Afifah.
"Eh?! maaf! maaf! aku ngga bermaksud!" kata Arif.
"Ya udah! kita masuk lewat portal ini sekarang!" kata Afifah.
Akhirnya mereka berdua masuk.
"Ramai juga sih.. "
"Kalau gitu sini!" kata Arif.
"Eh! mau kemana?" tanya Afifah yang kaget tangannya di genggam Arif.
"Udah! sini aja! aku dapat berita kalau misi dimulai 2 jam lagi lho! ayo sini!" kata Arif sambil berlari.
Sesampainya di sebuah danau lumpur...
"Apa ini?" tanya Afifah.
"Ini adalah lumpur yang benar-benar menakjubkan! jika ada luka, kamu tinggal letakkan saja lumpur di luka tersebut dan akan sembuh!" kata Arif.
"Tapi... bisa lepasin tangan ini gak?" tanya Afifah lagi.
BLUSH!
"Ma.. Maaf!" kata Arif.
"Tak apa"
Afifah langsung mengambil tas pinggang Arif.
"Eh?! Mika!"
"Eits! haha!"
"Mika! Mika balikin!!" kata Arif.
"Hahaha! cuman segitu jagoan mudah baper-an! haha! Dasar... " kata Afifah.
"Mika! aku bilang balikin!" ujar Arif.
"Eits! enak aja! usaha dulu dong! haha!" Afifah langsung lari membawa tas pinggang Arif, dan tentu saja Arif mengejarnya.
Mereka saling main kejar-kejaran dan bersenang-senang.
"Eh?! Hah?! Haaa!!!" Afifah teriak kecil dan jatuh ke lumpur.
"Yaah!!"
"Hahaha!! Sukur!! gitu tuh kalau suka jahil sama orang!" kata Arif.
"Iih!! Kaito tolongin!" kata Afifah.
Arif menaruh tasnya di saung yang disitu lalu menuju ke Afifah dan mengulurkan tangannya.
"Sini" kata Arif.
Afifah membalas uluran tangannya tapi menarik tangan Arif dan Arif langsung jatuh ke lumpur juga.
"Pfft!!! Hahahaha!!!"
PLUK! Arif melempar lumpur ke muka Afifah.
"Hahahaha!! Rasain!!" kata Arif.
PLUK! Afifah membalas lemparan Arif dengan lumpur juga.
Mereka benar-benar bersenang-senang, tapi capek dan duduk di tengah-tengah genangan kolam lumpur.
"Oh ya, gimana ceritanya... kamu ikat rambutmu? kenapa ngga terurai saja?" tanya Arif.
"Em, gimana ya? Almarhumah ibuku yang pernah mengikatkan model begini" kata Afifah.
"Eh? oh.. ibumu rupanya, lalu... kenapa kamu mengikat rambutmu?" tanya Arif.
"Dulu... saat aku pertama kali masuk akademi pelatihan untuk menjalankan misi, aku mendapat banyak ejekan! ejekan untukku adalah Medusa merah muda" kata Afifah.
...____________...
"Medusa merah muda? agak aneh bu" ujar Amanda saat Afifah menceritakan kisahnya.
"Ya, itu karena... "
...____________...
"Aku sering sekali di ejek! karena saat marah, rambutku terurai bagaikan Medusa yang mempunyai rambut ular yang terurai-urai!"
"Oh, begitu" ujar Arif mengerti.
"Kenapa? apakah kamu ngga ketawa?" tanya Afifah.
"Ngga lucu sih"
"Oh gitu, ya udah... kita siap-siap mau kumpul nih! jadi... aku mau bersihkan diri di sungai di sebelah kiri sana, kamu ke arah kanan sana aja ya! awas! jangan ngintip lho!" kata Afifah.
"Iya... aku kemasi barangku dulu" kata Arif.
Afifah pergi ke hulu sungai untuk membersihkan diri.
Arif membereskan dan meletakkan barangnya lalu pergi menuju sungai, tapi harus melewati hulu sungai.
Saat dia akan melewati sebuah batu... Arif berbalik.
"Eh?" Dia melihat Afifah yang sedang membersihkan diri.
Afifah merasa ada orang.
"Ah! Kaito!!! Kamu ngintip! udah dibilangin kamu kearah sana aja tapi kenapa kamu kearah sini?!?!" Teriak Afifah sambil masuk kedalam air perlahan.
"Eh?! ngga kok! yah, dikit aja sih.. hehe" kata Arif.
"Ah!!! Dasar nakal kamu ya!! awas kamu!!!"
...________...
"Hahahaha!!! terus? gimana atuh bu?" tanya Amanda.
"Udah deh! terlalu suram!" kata Afifah yang mukanya benar-benar merah.
"Lalu... "