The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 56 : Confidence



Kerjaanku makin banyak saja...... kapan ya terakhir kali aku tidur nyenyak? makin banyak yang harus ku urus ya?.


Oh ya, aku harusnya juga mulai mencari dengan lebih teliti lagi buat nyari tahu siapa yang melempar botol ke Vandro.


Ah lalu...


Masa lalu kantor sudah makin kondusif semoga gak ada masalah lagi.


"Wah... jadi mereka sedang bersenang-senang di Mall ya? enak ya, kau ngga ikut Vian? padahal lagi bolos ngantor" tanya Nera.


"Ngga, aku sibuk, banyak kerjaan" kata Vian acuh tak acuh sambil memperhatikan Laptopnya.


"Alasan yang klasik" ucap Nera.


"Nak Nera, berhentilah bercanda terus, kita sedang serius, keadaan makin di luar kendali" kata Pak Andi dengan tampang serius.


KRAAAK! Nera meremas gelas plastiknya.


"Siapa yang sedang bercanda Pak Andi???" tanya Nera.


DUAAK!!! BRAK! Nera membanting meja dari saung saking marahnya dan meja itu akhirnya retak.


"Ah dasar, memangnya selama ini aku gak bisa banyak bergerak karena siapa, Pak Andi? Ini juga gelas Plastik kesukaanku jadi rusak" kata Nera.


"Kontrol juga emosi Nak Nera itu meja kesukaan Bapak" kata Pak Andi.


"AKU NGGA TERIMA DI BILANG BERSANTAI-SANTAI SAJA! HM! BAGAIMANA DENGAN ANDA PAK ANDI!? APA YANG ANDA LAKUKAN!? COBA BERITAHU AKU DIMANA ANDRA!?" Seru Nera.


"KALAU SAJA AKU NGGA DISINI KEJADIAN SEPERTI INI TIDAK AKAN KU BIARKAN TERJADI! KARENA DISINI AKU NGGA BOLEH BERTINDAK BEBAS!, AKU PATUH ATURAN PAK ANDI!" Seru Nera lagi dengan Marah.


"Padahal kamu sendiri yang menyetujui masuk Apartemen ini, dan patuh pada aturannya" kata Pak Andi.


"Cih, ini kan karena perbuatan Andra! janjinya itu, menebus kesalahannya padaku Pak Andi! jangan hanya berpikir jelek terhadapku! Aku sudah berbaik hati untuk memberinya kesempatan menebus kesalahannya, jangan membuat kepercayaan ku hilang! karena bukan Andra saja yang mempertaruhkan segalanya! ya kan Pak Andi!?" tanya Nera.


"EHEM! Pak Andi, katanya mau bicarain hal yang aku temukan?" tanya Vian menengahi.


"Baiklah mari duduk kembali" kata Pak Andi.


"Kalau gak aku hentikan pasti kacau, si Nera lagi PMS kali ya? Untung ku pegangin Laptopku kalau gak pasti udah melayang ||-_-||" batin Vian.


"Masalah teror geng cakar naga ini bukan lagi masalah yang bisa di tangani internal cakar naga sendiri, aparat negara dan khalayak umum makin waspada dan dendam dengan cakar naga karena masalah ini" kata Pak Andi.


"Nak Andra sendiri sudah meminta bapak untuk membantu menangani ini, disini kita akan buka informasi bersama, dan Nak Nera kamu harus bekerja sama" kata Pak Andi.


"Huh! oke, teror cakar naga ini sejauh ini di lakukan oleh orang-orang gadung, penjahat kelas teri yang menggunakan nama untuk keuntungan mereka, remaja-remaja kurang kerjaan yang ikut-ikutan geng lainnya, cakar naga ini.... bagai bidak-bidak garis depan yang bisa di buang setelah melakukan perannya hanya pengikut-pengikut yang mengikuti karena ajakan dari pengikut gadungan yang lainnya" Jelas Nera.


"Maka dari itu agak sulit untuk menemukan dalang di balik ini yang baru di ketahui adalah pola mereka" ucap Nera.


"Pola penyerangan dan insiden, yang pertamanya penyerangan-penyerangan ini ada di beberapa titik di dalam teritori central cakar naga. Tapi makin lama pergerakan orang-orang gadung ini bergerak ke luar teritori cakar naga dan meluas dari luar lingkaran" kata Nera lagi.


"Ini seperti ingin menarik perhatian cakar naga dan menyibukkan anggota cakar naga dengan permainan ini" ucap Nera.


"Bisa di buktikan ngga Vian? pola itu... " kata Nera.


Tik! Tik! Vian mengetik Laptopnya.


"Sebentar, dari berita-berita dan laporan saksi mata... hm, sepertinya apa yang di katakan Nera ada benarnya juga, ada pola yang terlihat disini" ucap Vian membenarkan ucapan Nera.


"Anggota yang masih aktif sudah menangani ini sejak berita teror mulai bermunculan, sudah banyak anggota yang masih aktif yang di kerahkan. Dan, bergerak menyebar ke teritori lain dalam menangani gadungan-gadungan itu" ucap Nera.


"Hmph, kalau hal ini tidak di tangani, semakin lama akan ada perang antar aparat negara dan cakar naga, baik yang asli maupun yang gadung akan ikut terseret. Geng-geng lain yang mungkin sudah mengerti apa yang sedang terjadi akan menggunakan kesempatan ini, bagaimanapun tindakan yang diambil, cakar naga berada dalam posisi yang kurang menguntungkan, perlu diakui pintar sekali, dapat mengerjai cakar naga yang dalam keadaan tidak utuh seperti ini" ucap Nera.


"Akankah anggota apartemen dengan masalah cakar naga ini!? Dengan adanya cakar naga di Apartemen disini pun kami sudah terlibat sih... " batin Vian.


"Dasar, Andra.... aku ikut serta kesini memang karena ingin menyelamatkan keluargaku dari organisasi itu dan sebagai sahabatmu, aku membantumu untuk menggulung tikarkan mereka, juga karena kita satu klan tapi bukan untuk selalu memaparkan diriku ke bahaya, dan semakin aku tahu banyak semakin aku juga ikut terseret ke hal-hal yang bukan urusanku...... Tunggu!! apa!? organisasi!?" batin Vian.


"Pak Andi, Nera apakah kalian tidak berpikir kalau akan ada campur tangan dari Organisasi itu atas pergerakan geng cakar naga gadungan!?" tanya Vian.


"Organisasi itu.... mungkin saja Nak, tapi mungkin juga tidak, Organisasi itu sangat rahasia" kata Pak Andi.


"Organisasi.... aku berhubungan dengan Organisasi itu karena... " batin Nera.


"Oh ya, tapi bisa saja mungkin saja bukan!? tapi jika yang membuat cakar naga gadungan itu memang yang berhubungan dengan Organisasi, pasti juga berhubungan dengan yang pernah berada di cakar naga, Nera" kata Vian.


BUK! Nera menghantam meja dengan tangannya.


"Aku akan menangkap orang di balik semua ini!" kata Nera.


Vian : ||-_-'


"Nak Vian, coba keluarkan itu dulu" ucap Pak Andi.


"Oke... "


"Nak Nera, apa ini hanya sekedar orang-orang gadungan yang menggunakan nama cakar naga? Atau sebenarnya ada masalah dalam cakar naga sendiri?" kata Pak Andi.


"Saat kamu berada disini, dan tidak bisa bertindak dan keluar sembarangan, kamu memakai Toni sebagai jembatanmu ke anggotamu diluar sana" ucap Pak Andi lagi.


"Ini.... aku dapatkan dari seorang warga yang mengupload foto dari ponsel ke internet... Foto penyerangan cakar naga ke sebuah toko, dan Apakah ini...Toni?" tanya Vian memperlihatkan Laptopnya.


"Jadi... Nak Nera, apakah orang kepercayaanmu sendiri bisa di percaya?"