The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 81 : Jadi ngga!?



Akhirnya setelah melihat pemandangan mengesankan itu, bukan! mengejutkan sekaligus menegangkan itu aku langsung ke kamarku, Kak Vanora menonton film di kamarku hingga subuh, Film horor yang serem selangit, aku sih ngga.


"Kapan-kapan lagi ya Amanda!" begitu ucapan terakhir Kak Vanora setelah meninggalkan kamar Amanda.


Pagi hari 08.00 di hari minggu...


"Ng.. ngantuk" kata Amanda sambil menyeduh coklat panasnya.


"Semalam Aku mau tidur, tapi Kak Vanora teriak-teriak karena takut, Ya Ampun.... Filmnya ngga seram sih bagiku, judulnya... Seruan Setan buatan Indonesia, bagus Filmnya" batin Amanda.


"Hei" Panggil seseorang di kursi meja makan.


"Ng? Vian?" tanya Amanda.


"Ya, buatin Es kopi, Esnya yang banyak" kata Vian fokus ke Laptop.


"Ngga, ngga boleh minum dingin, juga kopi, aku bakal buatin tapi selain yang aku sebutin tadi ngga bakal" kata Amanda.


"Huh! ya udah, susu coklat!" kata Vian.


"Ya, nih ku buatin" kata Amanda.


Setelah selesai membuat...


"Nih, mau di ambil kan apalagi?" tanya Amanda.


"Kenapa emangnya perhatian gitu ke Aku?" tanya Vian menatap Amanda.


"Karena supaya sekalian, ngga bolak balik" kata Amanda.


"Ngga, oh ya! duduk dulu, aku mau bicara sesuatu" kata Vian.


"Apa?" tanya Amanda sambil duduk di kursi yang berlawanan dengan Vian.


"Mau ikut ngga?" tanya Vian.


"Hoi! jawab!" kata Vian yang melihat Amanda sedang melamun.


Randi, Vanora, dan Rahmat lewat.


"Ya udah!!! aku bakal ikut!!!" Seru Amanda yang membuat Randi, Vanora, dan Rahmat kaget.


"Ya Ngga usah Ngegas!!!" Seru Vian


"Biar jelas!!! Kamu aja ngegas!!!" kata Amanda.


Randi mengambil Air minum.


"Wah! Amanda! setelah kencan dengan Sembilan, sekarang mau kencan lagi dengan Vian?" tanya Vanora.


"Eh? I... iya" kata Amanda.


SEMBYUR!!! Randi kaget mendengarnya.


"Pak... Randi?" tanya Amanda.


"Kamu ingin kencan lagi!!? dulu Sembilan di mall, bahkan sampai ke Gamezone! sekarang Vian! mau kemana emang sama Vian?" tanya Randi.


"Iya! ke Gamezone seru amat! sekarang sama Vian kemana?" tanya Vanora.


"Ya ampun, sudah ricuh banget ni dapur... " batin Vian sambil memakai headphone.


"Ng... belum tahu, oh ya! ada yang ingin aku tanya! kenapa Pak Randi dan Kak Vanora bisa tahu aku dan Kak Sembilan ke Gamezone? aku kan bilang cuman ke Mall" kata Amanda menyelidiki.


"Eh!? Mm... itu, ka.. kami"


"Apa firasat ku saja atau bagaimana?" tanya Amanda.


"Mereka kan tahu kamu ke Mall, jadi pikir kamu dan Sembilan ke Gamezone" kata Rahmat mengubah suasana.


"Ng? begitu kah?" tanya Amanda.


"Sepertinya, kalau begitu, Siap-siap, kita berangkat pukul 14.30, sampai di sana jam 15.00 pas" kata Vian menyiapkan Laptopnya dan ke kamar.


"I.. iya, duluan ya Kak! Pak!" kata Amanda.


"I... iya!"


"Thanks Mat!" kata Vanora dan Randi.


"Dasar si House Daddy ini... " batin Randi dan Vanora.


Amanda dan Vian sedang berbicara dengan Vandro....


"Hah!? jadi kalian akan pergi? ke mana lagi?" tanya Vandro.


"Ya, boleh kan Pak? kami ingin makan di restoran, masalahnya kupon makan gratisnya sampai hari ini" kata Amanda menunduk.


Vian menatapnya Amanda.


"Deket kok Dro, di dekat AR Group kok" kata Vian.


"Please lah" Vian dan Amanda menunjukkan wajah memelas pada Vandro.


"Sudahlah Dro! ijinin aja!" kata Vanora.


"Haah! iya deh, dengan syarat kalian harus sudah pulang pada sore hari, batas maksimal jam 17.00 ok?" tawar Vandro.


"Ya udah! makasih banyak Pak" kata Amanda.


"Baiklah, kalian siap-siap lah" kata Vandro.


Akhirnya mereka bersiap mulai dari pukul 13.00 siang.


"Good! adikku sekarang udah cantik!" kata Vanora sehabis mendandani Amanda.


"Hehe, Kak Vanora bisa aja, makasih ya Kak" kata Amanda.


"どいたしまして"


Doitashimashite


( Sama-sama)


Di Kamar No 6....


"Amanda! mau pergi sama Maniak komputer ya?" tanya Randi.


"Begitulah Pak" kata Amanda.


"Kalau Vian di sini dipanggil Maniak komputer, kalau Erlan dulu dipanggil Maniak buku karena baca buku buat ngalahin aku dalam ranking kelas, dasar... " batin Amanda.


"Kalau gitu, mau pakai Bros bunga ini ngga?" tanya Randi.


"Bros?" tanya Amanda.


"Cantik! boleh deh Pak! beneran?" tanya Randi.



"Iya, sebenarnya saya ingin kamu pakai ini saat jalan sama saya sih, tapi ngga apa, kenakan ini" kata Randi sambil memasangkan nya di jilbab bagian belakang Amanda.


"Wah! cantik! makasih banyak Pak Randi!" kata Amanda.


Di Parkiran...


"Tolong ya Vian" kata Vandro.


"Ya, tenang aja" kata Vian.


"Maaf menunggu, tadi siap-siap dulu!" kata Amanda yang tampilannya sangat cantik, memakai jaket mirip sweater, jilbab doble, kacamata gaya, juga rangkaian bros bunga yang dipasang di belakang jilbab Amanda.


Vandro dan Vian menatapnya.


"Oh kamu terlihat.. em, segar" kata Vandro.


"O.. oh? makasih Pak" kata Amanda.


"Ya udah, ayo" kata Vian langsung ke mobil.


"Ya"


"Aku akan pergi ke restoran, tapi... kenapa aku rasa seperti akan terjadi hal-hal yang ngga baik ya? apa ini cuman perasaan?" batin Amanda.


Sudahlah, hari ini aku akan bersenang-senang.