The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 8 : Memaafkan



"Ng.. tanggapannya... "


Flashback...


"Jadi Pak Vandro sudah tahu identitas ku, tapi malah menghalangiku untuk menggali informasi?" tanya Amanda yang auranya langsung suram, meski Vandro tidak sadar.


"Ya.. benar, saya hanya tidak mau takutnya ntar kamu malah menyebarkan ke orang-orang.. ini juga karena Amanah dan perintah dari Andra" kata Vandro.


"Oh gitu... " kata Amanda yang kembali pada reaksinya.


"Kenapa dia? kok reaksinya biasa aja? dia lagi marah atau gimana?" batin Vandro melihat Amanda.


"Hah!" Amanda menggelengkan kepalanya.


"Aku heran deh! Pak Vandro itu selalu saja membela Raja ya? bahkan dalam menjagaku, sampai harus terluka seperti itu" kata Amanda.


"Be.. begitu ya? maaf ya, sepertinya melihat kondisimu... sepertinya kaulah yang lebih parah dan banyak terluka daripada saya" kata Vandro melihat tangan Amanda yang terkena tembakan, kepalanya di perban, memakai kursi roda dan wajahnya yang perban kecil.


"Iya sih... hanya saja, aku hanya heran! kalau Pak Vandro gitu terus, aku jadi berpendapat, kalau Pak Vandro rela mengorbankan nyawa bapak sendiri... dan memprioritas utamakan tugas dan Amanah dari Raja" kata Amanda agak heran sambil menatap kearah lain.


"Ya... terserah mau kau apakan aku, cepatlah... pukul kah, atau mencaci maki aku, aku akan menerimanya.. " batin Vandro pasrah.


"Pak Vandro... dengan ini, kita baikan!" kata Amanda sambil menyatukan kedua tangannya di depan dada.


"Eh?" Vandro heran.


"Kenapa? aku ingin kita saling memaafkan, apakah tidak mau?" tanya Amanda.


"Begini... saya, hanya merasa.. heran, soalnya.. saya banyak mengecewakan mu demi Andra, jadi..." kata Vandro.


"Yang itu lupakan, aku ingin kita saling memaafkan agar bisa terjalin kembali hubungan sesama manusia" kata Amanda.


Vandro sedang mengingat kembali sebuah kejadian.


****


"Pak Vandro kenapa sih!!? selalu melarang ku ini dan itu!!? aku juga ingin tahu! sekarang aku meminta jawaban!!!! aku serius!! aku akan benar-benar membenci bapak kalau menghalangi ku terus!!"


( Season 2 Chapter 80)


****


"Ja... Jadi" Vandro memotong kata-katanya.


"Eh?" tanya Amanda.


"Jadi... kamu benar-benar memaafkan ku?" tanya Vandro agak malu.


"Bener kok Pak, Aku memaafkan bapak... karena aku memang tahu, aku punya hak untuk marah ke bapak, tapi aku sama sekali tidak suka memotong tali silaturahmi" kata Amanda.


"Yah... Saya ingin menyarankan, boleh kok Pak Vandro melindungi ku karena Amanah, tapi bapak juga harus menjaga kesehatan, lagipula jangan terlalu serius jika sedang melindungi dan menjaga ku, Oh ya! karena saya juga meminta maaf karena sebagai bawahan, yang meminta maaf kepada atasan... em... kalau boleh mungkin kita sebagai teman, atau tenant di Apartemen ini... kalau bapak tidak keberatan" kata Amanda.


Vandro tersenyum.


"Aku ngga keberatan... makasih Amanda"


Flashback Off...


"Wah... enak ya.. pada mesra-mesraan, senyum-senyuman lagi, untung ngga pegangan tangan, kalau pegangan tangan, gimana tuh kalau si Andra tau?" kata Randi.


"Huh! Aku kan cuman terbawa perasaan!" kata Vandro.


"Lalu? bagaimana? kenapa kau tidak banyak bicara lagi padanya?" tanya Randi.


"Ya... aku cerita dulu! kau sih! datang-datang malah motong ceritaku! ku lanjut ya" kata Vandro.


***


"Ng... Pak Vandro, apakah aku boleh mengetahui, kenapa Pak Vandro bisa di Apartemen? atau mungkin aku bertanya saja pada kakak?" tanya Amanda.


"Ah! itu jangan-... " belum selesai Vandro bicara.


"Tunggu sebentar, kak Andra juga bilang, kalau aku akan di beritahu semua hal tentang para anggota di Apartemen, jadi mungkin hal yang ini nanti saja, alasan aku ingin mengetahuinya adalah... karena aku ingin melihat, seberapa berharganya kakakku di mata Pak Vandro" kata Amanda sambil membentuk telunjuknya.


****


"Itulah alasan kenapa aku menghindarinya" kata Vandro sambil menutup mukanya karena tidak tahu harus bagaimana.


"Beritahu saja, kayak aku?" kata Randi.


"Kau tahu? kenapa aku tidak bisa memberi tahu sesimpel itu?" kata Vandro.


"Lagipula Vandro... mau kau beritahu ataupun tidak.. kau harus memberitahu suatu hari nanti, karena Amanda akan menjadi penguasa kerajaan Carna setelah Andra, karena dia berhak akan hal itu... dia juga nanti yang akan bekerja sama dengan Andra dalam menyelesaikan masalah kalian di Apartemen, itupun kalau Andra tidak bisa menyelesaikan semuanya secepatnya, tapi.. jika bisa, mungkin Amanda tidak akan terikut oleh hal ini dan akan menggantikan posisi Andra tanpa membawa-bawa urusan Apartemen" kata Randi.


"Begitu kah?" kata Vandro.


"Reaksimu biasa aja! ngeselin!" kata Randi.


"Terserah... "


"A... Aura mu kenapa Dro!? kok kayak aura membunuh!?" tanya Randi.


"Ngga tahu Ran... tiba-tiba aja suram"