
Malam harinya...
Akane memarkir mobilnya di dekat sebuah apartemen dan pergi ke salah satu kamar.
Tok! Tok! Tok!
"すみません"
Sumimasen
( Permisi )
kata Akane.
CEKLEK!
"どしたの?"
Doshitano?
( Ada apa? )
Rupanya dia adalah pria yang membunuh Sersan Momosaki.
"どやら、わたしがみつけたてがかりわしんじつであり、ももさき-さんぐうんそおころしたのわあなただというしてきしゅました!"
Doyara, watashi ga mitsuketa tegakari wa shinjitsudeari, Momosaki-san gunso o koroshita no wa antada to iu koto o tsuyoku shiteki shimashita!
( Rupanya, petunjuk yang ku temukan memang benar dan menunjuk dengan kuat bahwa kaulah yang telah membunuh Sersan Momosaki! )
kata Akane.
"ああ?だからあなたわわたしゅおたずねてきましたよね? さいしょにそれらのつおほもんせずに?"
A? Dakara anata wa watashi o tazunete kimashita yo ne? Saisho ni sorera no tsu o homon sezu ni?
( Oh? jadi kau langsung mengunjungi ku ya? tanpa mengunjungi kedua orang itu terlebih dahulu? )
tanya Pria asing itu.
"はう! だから...あきらめなさい!うんゆしょの、わたしわなかむらあかねです、がよぎしゃです!
Hai! Dakara... Akirame nasai! Un'yusho no, watashi wa Nakamura Akanedesu ga yogi-shadesu!
( Ya! jadi... menyerahlah! Aku Nakamura Akane dari Departemen Transportasi menahanmu sebagai tersangka! )
kata Akane menunjukkan dompet kartu identitas nya.
"なに!? わたし!? あなたとあなたのsひんだゆじんわわたしいにしゃざいするひとであるべきでわありません!!?"
Nani!? Watashi!? anata to anata no shinda yujin wa watashi ni shazai suru hitodearubekide wa arimasen!!?
( Apa!? Aku!? bukankah kau dan temanmu yang telah mati itu yang harusnya meminta maaf padaku!!?)
tanya Pria asing itu dan akan menutup pintunya.
"やめださい!!!"
Yamedasai!!!
( Berhenti!!!)
kata Akane sambil menahan pintu dengan tangannya.
CTRK!!!! Bunyi Taser menyetrum tangannya hingga pingsan.
BRUK! Akane kehilangan keseimbangannya dan jatuh pingsan, lalu lelaki asing itu menjatuhkan Akane dari lantai 25.
SWING..... BRAAAK!!!!
"U.... ukh... le.. la.. ki... itu!" gumam Akane yang sekarat sambil meraih ponselnya dengan tangan bergetar lalu mengetik sesuatu di papan telepon ponsel.
7155....DAK! DAK! Lelaki asing itu menginjak ponsel Akane sampai hancur retak lalu pergi.
Akane mengarahkan kepalanya dengan paksa ke kiri.
"A.. manda,... aku... mohon... pecahkan... pesan... ku... " Akane langsung menghembuskan nafas terakhirnya.
Di Rumah Putra di Jepang...
"Wah.. aku bahkan tak menyangka kalau Ariel juga akan ikut ya? haha" kata Amanda.
"Yap! jika aku membiarkan suamiku ini berkeliaran, dia akan gampang berselingkuh! aku tak tahan jika dia pergi lebih dari satu minggu meski ada kabar!" kata Ariel.
"Kalau Pasha ku titipkan pada Mamaku" kata Putra.
"Haha.. begitu ya, Dasar..." kata Amanda sambil meminum tehnya.
CRING! DEG!
Amanda membulatkan matanya.
"Ng? kenapa Silent-mu aktif Amanda?" tanya Putra.
"Kenapa... ini!? sesak rasanya, apakah terjadi sesuatu di Carna? tidak... Duplikat tubuhku belum menghilang, karena durasi waktu paling lamanya adalah 120 jam, lagipula kak Andra tidak mengabari ku apa-apa. Tapi kenapa firasat ku mengatakan bahwa ini mengarah ke pinggiran kota Osaka!?" batin Amanda sambil menatap jendela rumah Putra di bagian timur.
"Ariel, Putra! aku akan pergi ke pinggiran kota Osaka sekarang! firasat ku tidak baik" kata Amanda.
"A.. Apa? memangnya ada apa?" tanya Ariel.
"Maafkan aku, aku tidak bisa menceritakan lebihnya! entah kenapa firasat-ku ini benar-benar membuatku sesak" kata Amanda.
"Hati-hati! bawa Putra bersamamu!" kata Ariel lagi.
"Baiklah! ayo Putra!" kata Amanda.
"E... Eh?! i.. iya"
Saat perjalanan....
"Amanda.. kita akan kemana?" tanya Putra.
"Ikut saja!" kata Amanda.
"Gawat... Aura firasat ku melemah!" batin Amanda.
Amanda menggerakkan tangan kanannya lalu menurunkan jari kelingking, manis, dan ibu jarinya dan membedirikan jari tengah dan telunjuk dan mengaktifkan Silent-nya menjadi dua kali lipat.
"SILENT!"
CRING!
"Bagaimana? kau menemukan sesuatu?" tanya Putra.
"Putra... tolong parkir mobilmu dekat sini, Aura nya semakin dekat" kata Amanda.
Saat Putra dan Amanda terus berlari dan terhenti di sebuah jalan, Tiba-tiba..
"HAH?!"