
BRAK! Nera dan Toni mendobrak pintu markas Rey.
"Wah wah... lihat siapa yang datang?" tanya Rey sambil meletakkan kakinya diatas tubuh Rafa yang pingsan.
"REY!!!" teriak Nera sambil berlari ke arah Rey.
"Bagaimana bisa menemukan ku Nera? karena Perempuan berjilbab itu ya? atau karena Andra?" tanya Rey.
"Coba tangkap aku kalau bisa Nera!!!" Seru Rey sambil berlari.
"Yang bisa membunuh mereka berdua akan mendapat bonus! sekalian pangeran itu juga!!" Seru Rey sambil lari.
"Toni! kau bawa sepupu Andra ke tempat Aman! aku akan menyusul Rey!" kata Nera sambil melawan banyaknya anggota komplotan Rey berandalan.
"Ok! aku akan menyusulmu!" kata Toni yang juga melawan.
"Berarti benar ya?" batin Rey sambil berlari mendengar ucapan Nera.
Sementara itu Amanda...
"Wah... sepertinya ulah anda benar-benar membuat kacau ya?" tanya Diki, salah satu anggota cakar naga yang ikut dengan Nera, di suruh Nera buat jaga Amanda.
"Begitu ya?" tanya Amanda.
"Tapi... anda ini sebenarnya siapa? sampai di puji ketua juga wakil ketua yang sedingin kulkas es 2 pintu lho!" kata Diki.
"Eh? oh... yang tadi" kata Amanda sambil mengingat kejadian sebelumnya.
****
"Siapa yang membuat kebakaran ini?" tanya Nera.
"A.. anu! itu ulahku! tadi aku membakar wilayah itu dengan molotov milik mereka, agar mereka teralihkan tapi... " Amanda memotong kata-katanya.
"Hahahaha!!! Bar-bar sekali Amanda! Toni! gimana menurutmu?" tanya Nera tertawa lepas.
"Gak buruk" kata Toni yang dingin.
"Good job Amanda! Hahahaha!" kata Nera.
"Kami akan kembali! serahkan yang ini pada kami!" kata Nera dengan tersenyum manis.
"Kau ngga bisa apa-apa lagi" kata Toni yang dingin.
****
"Eh!? ada yang aneh!" kata Amanda.
"Apa mbak?" tanya Diki.
"Aku... tadi hanya membakar satu tempat, tapi... kenapa yang sebelah sana yang lokasinya lebih jauh dari tempat yang aku bakar... malah ikut terbakar juga!? mana mungkin menjalar kan!? lokasinya jauh gitu" kata Amanda.
"Apa ini!? yang sana kebakaran, situ juga... semuanya kebakaran!?" batin Amanda.
Drap! Drap! Drap! Nera dan Rey saling kejar mengejar.
Tap! Nera berhasil mendapatkan tangan Rey.
"Sial!" gumam Rey.
"Kalau sudah tertangkap oleh Nera, kita hanya punya beberapa waktu untuk menghindar dan melepaskan diri, karena dia akan melumpuhkan lawannya, dengan mematahkan sendi-sendi lawannya tanpa Ampun!"
Rey sendiri sudah di patahkan sendi-sendinya oleh Nera, tapi dia berhasil melepaskan diri.
"Huh! melawan mu memang tidak boleh dari jarak yang dekat!" kata Rey sambil memutar balik.
Nera berniat akan maju dan mengejar Rey, tapi Rey mengambil sesuatu dari tas pinggang belakangnya, yang membuat Nera berhenti.
"Kalian tidak akan membunuhku untuk yang kedua kalinya!" kata Rey sambil menodongkan pistol dari jarak jauh.
"Heh! kau terlalu banyak mengandalkan alat, Rey!" kata Nera.
"Dan kau terlalu mengandalkan keahlian mu dalam melumpuhkan orang! sejujurnya, gadis berjilbab yang ku sandera tadi jauh lebih kuat darimu, bukan! dia sangat kuat di banding kan dirimu, tapi karena sesuatu... entah dia gampang mengasihani" ujar Rey.
"Jika ada seseorang atau lebih yang bersamaku, dan dia terlihat dalam bahaya, dan aku menggunakan karate ku, aku merasa dia akan dalam bahaya jika aku teralihkan dengan yang aku lawan" Nera memikirkan perkataan Amanda.
( Season 2 Chapter 69 )
"Jadi ini yang di maksud Amanda" batin Nera.
"Kenapa diam? oh ya, ku dengar tadi sepupu Andra? jadi benar? kau dengan Andra si kurang ajar itu?" tanya Rey.
"Aku bahkan tidak menyangka kau akan menjadi seorang pengkhianat, kau Nera, si kurang ajar Andra, dan si pengkhianat Toni, kalian lah yang membuat ku jadi musuh kalian!" ujar Rey.
"Padahal kau dan aku lah yang menculik Andra dan membuatnya jadi seperti itu!" ujar Rey.
"Nera! kau wanita munafik! yang selalu ngga segan-segan menusuk seseorang dari belakang! terlalu mementingkan diri sendiri! kau pikir massa akan percaya bahwa bukan kau yang membuat semua kekacauan ini!?" tanya Rey.
"Hoi! apa bicaranya sudah?" tanya Nera.
"Kau akan ku balas" kata Rey.
Tiba-tiba...
Nera dan Rey di lempar botol-botol molotov yang sudah terbalar api.
"Kalian berdua mati saja! biar cakar naga berada di bawah ku! mati kau Rey!" kata Z.
"Sial!" kata Rey.
Tiba-tiba....
Nera berbalik, rupanya bangunan tua telah menimbun Nera.
"Hah!? Nera!?"