
Keesokan paginya...
Gerbang utama Rosement....
Jam 10.00 Hari sabtu libur....
"Ok! Dro! kamu, Randi, dan Nera harus bisa membeli semua perlengkapan yang kita butuhkan dalam waktu 6 jam dan dimulai dari 10 menit lagi! dan harus sampai ke tempat tujuan sebelum 10 menit itu habis" kata Vanora.
"Ya, kalian siap-siap saja yang sudah kita rencanakan, Vian akan menjalankan tugasnya esok pagi" kata Randi.
"Ya! Hati-hati di jalan" kata Vanora.
"Nak Vanora, bagaimana dengan Nak Rahmat dan yang lainnya?" tanya Pak Andi.
"Wah! iya! tinggal kita buat makanan yang paling susah nya! seperti sushi gitu Pak" kata Vanora.
"Wah boleh, kalau bisa rebus-rebusan ya Nak" kata Pak Andi.
"Wah, rebus-rebusan juga enak tuh Pak! ok!" kata Vanora.
"Untuk saat ini, dimana Amanda?" tanya Vanora.
Sementara itu Amanda....
"Aku... harus pergi untuk bertemu dengan Professor Hirata hari ini" kata Amanda sambil menutup pintu.
Tap! Tap! Tap!
"Lho? Pak Andi! itu Amanda, mau kemana dia?" tanya Vanora.
"Amanda!" Panggil Vanora.
"Lho? Kakek dan Kak Vanora? ngapain disini?" tanya Amanda.
"Oh, em.... itu tadi lagi hirup udara segar hahaha, benar bukan Pak Andi?" tanya Vanora.
"Ah iya" kata Pak Andi.
"Yasudah aku permisi dulu Kek, kak Vanora, mau ke luar sebentar" kata Amanda.
"Ah tentu, kembali ke Rosement sebelum makan siang" kata Pak Andi.
"Iya Kek!" kata Amanda.
"Duuh, Nina katanya mau jemput di persimpangan situ deh" kata Amanda melihat Handphonenya.
Sebelumnya aku ingin menceritakan sedikit tentang Nina, namanya adalah Eza Nina Falesia.
Ia adalah Putri penerus perusahaan Falesia yang terkenal sangat kaya, meski tidak sekaya perusahaan AR group yang dikelola keluarga kerajaan dan bahkan keuangannya sering membantu kerajaan dalam barter dan usaha lainnya pada kerajaan dan negara lain.
Orang tuanya adalah pemimpin dan wakil pemimpin perusahaan itu, Ibu ayah dan kakaknya sudah menganggapku sebagai salah satu keluarganya sendiri, begitu pula sebaliknya, orang tua em..... 'Angkat' ku juga menganggap Nina sebagai keluarga sendiri karena kedua orang tua kami memang sudah lama bersahabat dari kecil seperti aku dan Nina yang bersahabat dari TK.
Tin! Tin! suara klakson mobil.
"Hm? Ah! Nina!" kata Amanda.
"Yo! udah nunggu lama?" tanya Nina.
"Ngga kok Na, baru 5 menitan" kata Amanda.
"Ya udah, kita ke rumah Professor Hirata yuk!" kata Nina didalam mobil.
"Pak, jalan ya" kata Nina pada supirnya.
"Baik Nona" kata supirnya.
Setelah lama berbincang-bincang, 15 menit kemudian sampai di Rumah Professor Hirata....
"Nona Nina, Nona Amanda, sudah sampai" kata Supirnya.
"Wah iya, terimakasih ya Pak Supir" kata Amanda dan Nina hampir bersamaan.
"Tentu Nona" kata Pak supir.
"Ini dia" kata Amanda.
"Hm.... sejak SMA ngga pernah berubah ya rumah si Kakek ini" kata Nina.
"Hush! ngga boleh gitu deh Na, ayo kita ketuk pintu dulu" kata Amanda.
"Hm" kata Nina.
"はかせ,おはゆございます!"
Hakase, Ohayugozaimasu!
(Professor, Selamat pagi)
kata Amanda dalam bahasa Jepang.
"Hah? bahasa apa tuh Nda?" tanya Nina.
"Bahasa Jepang Na" kata Amanda.
"Wah, kamu fasih juga" kata Nina.
"Makasih" kata Amanda.
"みこ-さん?あやこ-さん?"
Miko-san? Ayako-san?
( Miko? Ayako?)
tanya Professor.
Ayako adalah nama yang diberikan oleh Professor untuk Nina.
"Wah, Professor masih saja menyebutku Ayako" kata Nina.
"Ho ho ho, ya begitulah, kalian berkunjung? tumben sekali, mari masuk! Beberapa hari yang lalu kau dan Erlan tidak sempat melihat alat buatanku kan Miko?" tanya Hirata.
"Hah!? si suami sahabatku itu pulang?" tanya Nina.
"Dia bukan suamiku Nina!!!" kata Amanda menyela dengan pipi sedikit malu.
"Hihihi, tapi kok ngga kasih tahu?" tanya Nina.
"Si maniak buku itu pergi lagi" kata Amanda.
"Wah, suamimu pergi lagi?" tanya Nina.
"Aku bilang.... Erlan itu bukan Su-A-Mi-Ku!" kata Amanda.
"Tapi aku kan tidak bilang Erlan lho! hihihi" kata Nina.
"Ninaaa!!" kata Amanda yang sangat malu.
"Hahahaha, kalian berdua masih saja lucu, ayo masuk dulu" ajak Hirata dan langsung membuka pintu.
"Aku, agak aneh melihat perilaku anggota Rosement akhir-akhir ini, kenapa ya?" batin Amanda.