
"Amanda!!" Panggil Ali yang membuat Riri, Pemilik warung, dan Amanda sendiri.
"WADIDAW! Bikin kaget aja lu Li!" kata Riri.
"Ah, ngga apa-apa kok Kak Ali, kita bicara di kantor aja, Anu..... Asmaku.... Kambuh" kata Amanda dengan pelan.
"Oh, maafkan aku, ayo kita secepatnya! Pak, tunjukkan rumahmu" kata Ali.
"Te... tentu" kata Pemilik Warung.
Setelah selesai mengantar Pemilik Warung tersebut, mereka memilih masuk ke Kantor melalui Parkiran belakang.
"Huuuuu.... Haaaah" kata Amanda.
Mereka bertiga sudah diobati diruang Privat, dan hanya ada mereka bertiga di ruangan itu.
"Kak Ali, memangnya geng cakar naga itu apa?" tanya Amanda.
"Wah, mau tahu dari informan kayak aku? bayar berapa nih?" tanya Ali.
"Eh, ngga usah deh Kak" kata Amanda menolak.
"Ahaha, ngga usah aku cuma bercanda" kata Ali.
"Ng.... Kak Ali, awas dibelakang" kata Amanda.
"Hah?" tanya Ali.
BUAK! rupanya karena Ali bercanda, ia mendapatkan jitakan kasih sayang dari Riri.
"A... aduh Riri, kenapa?" tanya Ali.
"Kok malah minta bayaran! kasih tahu aja napa?" kata Riri.
"Begini, Geng cakar naga adalah geng yang paling terkenal di kota helvetia, bahkan sudah sampai ke kota-kota dalam kerajaan. Geng yang sudah lama tidak pernah berulah tiba-tiba saja berulah lagi" kata Riri.
"Ya, dan jika ingin mengetahui anggota geng itu, mereka mengenakan hoodie berwarna hitam dengan simbol naga dan cakarnya di belakang Hoodie mereka, dan terkenal mereka suka berbuat Onar, dan juga selalu menggunakan senjata tumpul seperti tongkat yang biasa digunakan ditangan" kata Ali.
"Lebih baik kau berhati-hati Amanda" kata Riri melanjutkan.
"Eh tapi! Amanda! tadi hebat banget lho! dia tadi nendang leher si salah satu anggota itu pakai kaki! dan juga membuat membuat tangan Anggota geng itu berdarah! hebat lho Amanda! tadi namanya gerakan apa?" tanya Riri.
"Wah? beneran Nda?" tanya Ali.
"Ah.... Tadi bukan apa-apa, Aku hanya reflek" kata Amanda.
"Jangan bohong! saat insiden sabotase itu juga kamu katanya bilang :" saatnya menggunakan karate" gitu kamu bilang! kamu pelajar karate Nda?" tanya Ali dengan suara pelan.
"Gerakan tadi namanya bisa disebut Jeet kune do kak, Tapi sebenarnya.... "
"APA!? KAMU MASTER KARATEKA SABUK HITAM!!??" Kaget Ali dan Riri mendengar perkataan Amanda.
"Sssst!!!" kata Amanda.
"Ah, tidak apa-apa, ruangan Privat ini dibuat dengan dinding kedap suara" kata Ali.
"Tapi, bukannya kalau sabuk hitam itu dipakai untuk guru atau sensei ya?" tanya Riri.
"Aku sudah melewati sabuk merah pada kelas 2 SMP dan umurku 11 tahun" kata Amanda.
"Eh!? bukannya kalau 2 SMP itu umurnya 14 tahun ya?" tanya Riri lagi.
"Amanda sudah terlalu pintar, jadi lompat-lompat kelas, dan ia juga sudah mengambil S1 pada usia 18 tahun, sekarang usiamu 18 tahun kan Amanda?" tanya Ali.
"Ya, begitulah, setelah ibu meninggal, aku udah ngga punya siapapun lagi, sudahlah yang masa lalu itu hanya ada beberapa kenangan manis dan pahit, jadi tidak perlu diungkit lagi, aku pamit ya kak Riri, kak Ali, Assalamu'alaikum" kata Amanda sambil menutup pintu.
"Wa'alaikummussalam" kata mereka serempak.
Di mobil Vandro.....
"Aku.... masih takut untuk cerita tentang hal ini ke siapapun" batin Amanda memandang jendela sebelah, tempat ia duduk disamping Vandro yang menyetir, melihat mobil mengantri menunggu lampu lalu lintas berganti Hijau.
"Amanda?" panggil Vandro.
"Gimana ya? jawab aku ibu" batin Amanda lagi.
"Ng?" gumam Amanda sambil melihat kearah lain dan melihat Vandro mendekatinya.
"Waaah!!!" Seru Amanda.
"Kaget! kaget!" kata Amanda yang masih deg-degan.
"Maaf, melihatmu yang terus termenung, jika tidak merasa enak badan, kita akan pergi belanja besok saja" kata Vandro.
"Tak apa Pak" jawab Amanda.
"Kenapa Melamun? apa ada yang membuatmu terganggu?" tanya Vandro.
"Ah, sebenarnya Pak Vandro-...." Amanda berhenti berbicara karena teringat sesuatu.
"Amanda, itu..... bagiku... dia itu... adalah beban bagiku"
"Ah, bukan Apa-apa kok Pak" kata Amanda.
"Oh, baiklah kalau mau memberitahu sesuatu, beritahu saja" kata Vandro.
"Ah"
"Oh ya, kita sudah sampai" kata Vandro.
"Mmm.... kita ke Mypermart dulu ya Pak" kata Amanda.
"Ya, baiklah" kata Vandro.
Akhirnya mereka ke Mypermart dimana disitu barang makanan instan maupun barang keperluan rumah tangga semua ada.
"Mbak! saya sudah datang" kata Amanda.
"Oh adik yang waktu itu, te.... tentu" kata pelayan mall itu dengan gugup.
"I.... Ini adik yang cantik banget waktu itu! ku kira ia cantik karena Pakai Make up rupanya cantik Alami!! bahkan mukanya putih tanpa bedak atau semacamnya! wajahnya putih mulus atau apapun yang ganggu diwajahnya, Adik ini juga wangi banget" batin Pelayan mall itu.
"Oh ya, untuk Vouchernya-..." pelayan perempuan itu juga terpaku pada Vandro.
"La... laki-laki ini!? kok ganteng!? siapa!? pacarnya adik ini kah!?" batin Pelayan perempuan itu.
"M... Mbak? mbak gak apa-apa?" tanya Amanda.
"Ah... ng... ngga apa-apa kok, silahkan kesini untuk belanja gratis vouchernya" kata Pelayan perempuan itu.
Akhirnya Amanda dan Vandro belanja makanan instan dan minuman serta beberapa yang dipesan anggota Rosement, diantaranya ada bahan-bahan buat barbeque yang terdiri dari sayuran dan dengan daging ayam serta sapi.
"Eh!? besok kan ultah Erlan!? dia dirumah ngga ya? udah lama ia ngga kembali, besok aku kerumahnya deh" batin Amanda.
"Apa ini saja Amanda?" tanya Vandro.
"Sepertinya kita perlu beli Yogurt beberapa bungkus mie pedas, bungkus makanan instan ayam panggang, dan juga untuk bahan-bahan membuat Waffle Ice cream" kata Amanda.
"Lho? banyak banget, memangnya di voucher nya sampai berapa harga kita belanja gratis?" tanya Vandro.
"Hm,.... sekitar 4.000.000 deh Pak" kata Amanda.
"Hah!? E.... empat juta!? banyak sekali" batin Vandro.
"Kita akan beli buah-buahan dan juga roti serta susu fermentasi" kata Amanda.
"Ya" kata Vandro.
Mereka sudah selesai belanja dan hanya habis 3.000.000 saja karena banyak diantara yang mereka ambil itu barang yang sama.
"Jadinya yang tidak sampai kita belanja, kita dapat uang 1.000.000 sebagai gantinya ya" kata Amanda.
"Ya, itu buat kamu aja" kata Vandro.
"Lho? Pak Vandro ngga mau?" tanya Amanda.
"Ngga usah" kata Vandro.
"Kalau begitu, ini disimpan saja ke penyimpanan uang di Rosement agar lebih menghemat" kata Amanda.
"Ya, simpan saja di brankas kalau itu pilihanmu, ayo kita masuk, sudah malam" kata Vandro.
"Ya!"
"Besok, sepertinya aku harus bertemu dengan Professor Hirata" batin Amanda.