
"Kenapa Andra? Tiba-tiba mengajakku ke halaman Apartemen ini?" tanya Rafa.
"Aku ingin membawamu ke Pak Andi" ujar Andra.
"Lho? Rafa-niichan dan Pak Presdir?" tanya Amanda.
"Mau berangkat kerja?" tanya Rafa.
"Begitulah, Rafa-niichan sendiri mau kemana kalau boleh tahu?" tanya Amanda.
"Kami akan pergi ke Pak Andi, Rafa akan menjadi murid Pak Andi nanti" kata Andra sambil tersenyum.
"Eh!?" tanya Rafa kaget.
"Wah! pasti menyenangkan! Rafa-niichan! kakek sangat baik lho! pasti akan asyik jika bersamanya, kalau begitu saya permisi... " kata Amanda.
Sesampainya di sana...
"Ternyata aki-aki ini yang pernah ketemu Ayah waktu pertama kalinya aku ke sini" batin Rafa saat melihat Pak Andi.
"Pak Andi... tolong bimbing Rafa ya, jangan segan-segan untuk memberinya hukuman jika dia tidak nurut, saya tidak akan melarangnya" kata Andra.
"Hohoho, tentu Nak.. saya ngga akan segan-segan,... saya juga senang melihat ada yang menemani saya di saung" kata Pak Andi dengan tampang menyeramkan.
"Hii!!! apaan tuh!? kok serem banget!?" tanya Rafa merinding dan bersembunyi di belakang Andra.
"Good job saat sama-sama Pak Andi ya? jangan buat masalah" kata Andra.
"Aku saat mengetahui akan di ajar sama aki-aki ini, Vandro bilang.... 'Good Luck saat sama Pak Andi ya' katanya agak merinding, sedangkan Radith, hanya bilang hal yang sama juga, sekarang sepertinya aku agak mengerti, tapi kenapa Amanda bilangnya menyenangkan!?" batin Rafa.
"Oh ya... saya pergi dulu ya" kata Andra.
"Andra! tunggu!" kata Rafa.
"Ng? ada apa?" tanya Andra.
"Aku... berpikir, setelah yang aku lakukan padamu... yang aku benci dan dendam padamu, berusaha membuatmu rubuh dan bengkok, membuatmu menderita, dan lain sebagainya" kata Rafa sambil menunduk.
"Anu... apakah kau ada rasa dendam padaku?" tanya Rafa.
"Ng? Pfft... memangnya ada apa? tentu saja yang di perlakukan seperti itu memiliki rasa benci juga amarah kan?" tanya Andra.
"Aku minta maaf... apakah kau mau memaafkan ku Andra?" tanya Rafa dengan tatapan memelas yang berharap.
"Hm... "
Sementara itu...
"Ng... enak juga ini Ice cream nya..." gumam Zaki.
"Eh!? Orang-orang berbaju hitam!?" batin Zaki.
'Organisasi itu, selalu berpakaian hitam Zaki... dan mereka paling sering bertindak di malam hari, aku Erlan... sebagai temanmu akan memperingatkan padamu agar jangan mencari masalah dengan mereka'
Zaki mengingat perkataan Erlan.
"Huh... sepertinya ini akan menjadi informasi yang bagus" batin Zaki sambil mengambil Ponselnya.
Cekrek!
"Sekarang tinggal kirim" batin Zaki lagi.
Erlan si pembuat masalah
Lan... aku akan kirimkan sesuatu, sepertinya kau akan terkejut
*****
Di Rosement...
"Ng? Chat dari Zaki? tumben" kata Vian yang sedang bekerja di kamar nya, mendengar notifikasi pesan Zaki dia langsung mengecek Ponselnya.
"Apa ini? foto? jangan bilang tentang pornografi?" kata Vian sambil membukanya.
DEG!!!
"A... Apa ini!!? Roy dan Peter!!?" Tanya Vian kaget.
Zakikikiki
^^^Zaki! apa yang kau lakukan!!? Hati-hati!^^^
Maaf... aku kan hanya ingin membantu
Chat Off....
"Ini anak membantu tapi malah kayak membuat masalah!" batin Vian.
"Tapi.... tumben sekali Roy dan Peter ada di luar jam-jam begini, apa sebenarnya yang sedang ingin mereka rencanakan? tapi apapun yang Organisasi Night Darkness rencanakan itu pasti tidak bagus" batin Vian.
Zakikikiki
^^^Zaki... aku minta ketemuan malam ini di rumah mu sekarang^^^