The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 4 bagian 4



Randi tengah fokus mengisi tenaganya ke buku teleportasi antar dimensi, Pak Andi tengah fokus dengan indra keenamnya.


"Tidak ada... Nak Andra tidak berada di Dimensi ini" kata Pak Andi.


"Kita coba terus!" kata Randi.


"Baiklah"


"Teman-teman... tunggulah, kami belum bisa menemukan Andra, Andra... dimana dirimu!? kau harus ketemu agar Amanda dan kau bisa menyegel iblis perempuan itu" batin Randi.


"Seperti yang diinginkan Amanda saat Tanggal Emas" batin Randi.


Flashback...


"Amanda"


"Kenapa Pak Randi?" tanya Amanda.


"Memangnya apa yang kau katakan saat Tanggal Emas?" tanya Randi.


"Em.. hehe, Rahasia" kata Amanda.


"Yah"


"Em, kalau Pak Randi gak kasih tahu orang lain dan tetap jaga rahasia ini sih gak apa-apa" kata Amanda.


"Ya saya janji"


"Ok.. Sebenarnya saya bertanya kalau,... "


Randi terbelalak.


"Ke.. kenapa!?"


"Ya, meski begitu... saya belum mendapatkan jawabannya, karena kak Arka pernah bilang : Terkadang tidak semua pertanyaan bisa dijawab sekarang, karena ada beberapa pertanyaan yang dijawab membutuhkan proses.. Aku yakin mungkin suatu hari akan ada sebuah kejadian yang akan menjawab pertanyaan ku itu, kalau bisa... Pak Randi bantu cari jawabannya ya.. hehe" kata Amanda.


Flashback Off...


"Pak Andi... "


"Kenapa Nak?" tanya Pak Andi.


"Kenapa... kenapa setiap orang, selalu saling membutuhkan? antara satu dan dua orang ataupun lebih?" tanya Randi dengan suram.


"Eh?"


Di Deathcore Forest...


"Aku bisa saja menyegel Bestari sendirian, tapi... jika tidak ada kak Andra... mana mungkin... "


SING!! Tiba-tiba ada sebuah Portal.


"Kak... Kak Andra!?" tanya Amanda.


"Hehe, Pak Andi berhasil lho" kata Andra.


Flashback...


"Em... umumnya karena sosial, bagaikan seseorang yang membutuhkan seorang lainnya seperti jantung yang membutuhkan detak" Kata Pak Andi.


"O.. Oh"


"Andra!!!" Teriak Randi.


Andra akhirnya berhasil kembali ke dunia nyata.


"Kita harus kembali ke area pertarungan agar bisa menyegel Bestari" kata Pak Andi.


"Randi... tetaplah disini" kata Andra.


"Ya"


Flashback Off...


"Baiklah... ayo!" Amanda langsung pergi ke sisi kanan, dan Andra ke sisi kiri.


Bestari mulai bergerak tapi tali-tali tipis mengikatnya.


"Jangan seenaknya pergi nenek lampir!" kata Cepheus.


"Jangan pernah meremehkan anggota gerakan pemberantasan sekte dan organisasi terlarang!" kata Perseus.


"Karena kami adalah... " Cassiopeia memotong kata-katanya.


"Lupin star!" kata mereka berempat.


Andromeda meletakkan Kotak Pandora dan 4 gulungan segel yang mengelilingi kotak Pandora di bawahnya, Lupin star langsung melakukan jurus.


"Aku jadi mengerti... "


"FUIN!"


"Apa jawabanku saat aku bertanya pada Tanggal Emas"


"Sekarang Ana!!" Seru Andra dengan mulai menyegel Bestari dari atas.


"Kenapa setiap orang saling membutuhkan dan melindungi, aku menanyakan itu karena heran kenapa Ayah dan Ibu rela mengorbankan nyawa mereka"


"Baiklah!!" ujar Amanda.


"Kalau sebenarnya orang tidak harus saling membutuhkan, tapi mereka perlu tahu dengan adanya kebersamaan, artinya mereka memang harus saling mengutuhkan"


Mereka berenam langsung melakukan segel.


"Antara satu sama lain" batin Amanda yang berakhir dengan ucapan segel mereka berenam.


"Ninjutsu Feiku Tensei!!"


"Cepheus... Perseus... Cassiopeia... Andromeda, apakah kalian melihat generasi kalian? Afifah, apakah kamu juga melihat anak-anak kita? Andra, Ana, kalian berenam terlihat benar-benar keren" batin Arif tersenyum melihat mereka.


"TIDAK!!!!!" Teriak Bestari.


SRRRTT!!!! Bestari langsung tertarik masuk kedalam Pandora dan gulungan Pandora yang sebelumnya terbuka lebar untuk menyimpan kunci segelnya langsung tertutup otomatis untuk menandai bahwa Bestari telah tersegel.


"Kita... berhasil, aku bahkan tidak menyangka, Dasar... " gumam Amanda.


"Itu benar... " kata Andra.


"Kalian berhasil ya.. "


"Eh?"