The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 33 : Tamu tak diundang (2)



Sementara itu Azka....


"Pak! Pak Andi! tunggu sebentar!" kata Azka.


"Andi! Pak Andinya Kak Arif!?" tanya Azka.


"Ikut saya keluar, itu artinya sudah ingat siapa saya bukan? Arif, sudah lama saya tidak mendengar nama itu, tidak di sangka ia telah pergi duluan sebelum bapak tua ini" kata Pak Andi.


"Kenapa anda masih di sini Pak Andi? bukankah anda tidak ingin lagi berurusan dengan keluarga Ameera?" tanya Azka.


"Yang membuat saya menetap di Istana itu adalah permintaan Almarhum Nak Arif, dan Almarhumah istrinya Nak Afifah, tapi anda dan bapak anda sama sekali tidak menyukai saya dan berpikir kenapa Nak Arif meminta saya untuk tinggal di istana" kata Pak Andi.


22 tahun yang lalu....


"Iih! Andra lucu banget! Afifah! sini ayo! sini!" panggil Arif.


"Iya, sabar! Wah! Andra suka ya? sama Pak Andi! hehe, lucu!" kata Afifah.


Andra terus saja menatap tatapan imut tapi serius kepada Andi.


"Pak.... Andi" kata Andra.


"Waaaah!!! anakku imut banget gustiii!!!!" kata Afifah dan Arif kegirangan.


"Pak... Andi... " Andra menghentikan kata-katanya.


"Apakah dia akan bilang Pak Andi sudah tua?" kata Arif.


"Iih! gak boleh gitu yang! Pasti dia bakalan bilang Pak Andi ganteng! karena saat muda Pak Andi pasti ganteng!" kata Afifah.


Pak Andi hanya menatap Andra.


"Pak Andi..... Tantik!"


( Pak Andi..... Cantik!)


kata Andra.


"Pfft!!! Hahahahaha! Andra-Andra!" kata Arif dan Afifah yang tertawa lepas.


"Memangnya aku secantik itu? " tanya Andi.


"Pak Andi" kata Andra dengan tersenyum.


"Ahaha, iya nak"


Flashback Off...


"Dan akhirnya saya pergi selepas tidak lama setelah anak kedua mereka lahir"


19 tahun yang lalu....


"Ya cantik sekali, rambutnya yang berwarna merah muda seperti ibunya, dan matanya yang biru seperti Ayahnya, Andra juga gitu, rambutnya hitam seperti Ayahnya, dan matanya ungu seperti ibunya" kata Pak Andi.


"Ya, Pak Andi? bagaimana? apakah Anda tertarik untuk memberinya nama?" tanya Afifah.


"Ya! itu ide yang bagus!" kata Arif.


"Tapi... saya kan!... " Pak Andi belum selesai bicara.


"Mau ya Pak Andi" pinta Afifah dan Arif.


"Mau kan Pak Andi" kata Andra tatapan memelas.


"Hah, baiklah"


"Dengan segala hormat yang mulia, akan saya beri nama dia.... Aliana, bagaimana?" tanya Pak Andi.


Hening beberapa saat....


"Ba... Bagussss!!!!" kata Arif dan Afifah dengan riang.


"A... Apa?" tanya Andi.


"Agus!!!" kata Andra.


"Be... benarkah?" tanya Pak Andi.


"Ya! memangnya apa arti dari nama itu Pak Andi?" tanya Afifah.


"Arti nama anak anda Ratu.... em.... Pemimpin tinggi, aku ingin melihatnya dapat memimpin kerajaan ini dan ia bisa dicintai banyak orang" kata Andi.


"Ya! lengkapnya Aliana Jahzara Ameera" kata Arif.


"Itu bagus!" kata Andra.


"Aku harap ia akan hebat seperti namanya nanti"


Flashback off...


"Saya di sini untuk menemani nak Andra, bahkan anda dan keluarga anda sama sekali tidak peka, bahkan keluarga anda tidak ada yang tahu bahwa Nak Andra pernah di culik dua kali" kata Pak Andi.


"A.... Apa!? Andra pernah di culik dua kali!? bukankah hanya saat ia masih kecil!?" tanya Azka.


"Mohon maaf menyela Pangeran, sebenarnya siapa bapak ini?" tanya Gilang.


"Dia Pak Andi, Kak Arif menemukan beliau saat sedang membeli sebuah tanaman, dan mengajak beliau tinggal diistana sebagai pengurus tanaman istana, Andra bahkan sering bermain dengan beliau" kata Azka.


"Untuk soal penculikan saya tidak tahu, maaf itu saja" kata Pak Andi.


"A... Apa!? Gilang! tu.... tunggu! mana Rafa!?"