The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 7 bagian 4



Amanda terus menyusuri jalan menuju hutan lebat.


"Aku benar... ada aura aneh yang membuntuti ku, tapi... kenapa aku pernah mengenal Aura ini ya?" batin Amanda sambil menonaktifkan batu Mustika delima merah.


Deg... Deg... Deg...


Tiba-tiba...


CTRING! Ada kunai dari atas pohon dan mengarah ke depan Amanda.


Amanda hanya menghindar dan Kunai itu langsung memunculkan bayangan hitam.


"Ng!? jurus Mimikri!? Ah!!! kau!" kata Amanda dengan membulatkan matanya.


"Menyebalkan, kenapa aku harus bertemu denganmu!? memangnya meski kau dalam misi seperti ini... di perbolehkan? seorang Fujiwara wanita kemari?" tanya seorang lelaki.


"Edward-senpai!!!" kata Amanda dengan girang.


"Apaan senpai! senpai! tak usah sok akrab!" kata Edward.


"Maaf Edward-senpai! btw... Edward-senpai kenapa kesini?" tanya Amanda berjalan bersebelahan dengan Edward.


"Aku... kebetulan lewat sini saja" kata Edward.


"Oh ya? gak bohong?" tanya Amanda.


"❄Hm❄" kata Edward dengan dingin.


"Lalu... bagaimana Senpai bisa tahu aku kesini karena misi? Jika bukan Erlan yang memberitahu siapa lagi dong? karena ini rahasia lho" kata Amanda meledek.


DEG!!


"Su.. Sudahlah!" kata Edward yang kehilangan wajah sewotnya.


"Hihi, ternyata Senpai ini tsundere ya?" tanya Amanda.


"Sebaiknya kalau pakai bahasa yang nyambung! Senpai berasal dari bahasa Jepang! kenapa tidak menggunakan bahasa Jepang!?" tanya Edward.


"Em.. Entahlah?" tanya Amanda dengan santai.


"Kau... masih suka memandang remeh?" tanya Edward dengan dingin.


"Em, tidak... jika disaat-saat yang genting, maka aura dan amarah yang ada di dalam diriku ini, maka Silent-ku bagaikan mata harimau yang mengincar mangsanya" kata Amanda dengan bermuka menyeramkan.


Edward meliriknya.


"Meski kau sudah berumur 31 tahun, meski kau babyface, ternyata... itu tidak akan pernah bisa menutupi wajahmu yang mirip seperti Ryu yang mengamuk 31 tahun yang lalu kan?" tanya Edward dengan dingin lagi.


"Walau begitu... kapten Edward juga sama"


Ya,.. dia adalah Edward, Fujiwara Edward! kalian mungkin kaget mendengar kata 'Fujiwara' sebagai marga Edward-senpai! kita mulai. flashback dari sini!.


Flashback saat Amanda menjalankan misi pertama kalinya di umur 19 tahun...


Amanda sedang menuju lingkar dalam apartemen.


"Kak... Andra... permisi? kata Kak Radith aku boleh masuk lang... sung?" tanya Amanda melihat ruangan kosong.


Amanda mendekati meja kerja Andra.


"Ng? buku apa ini? buku... kegiatan dan informasi" Amanda terus membuka buku yang dibiarkan terbuka di atas meja.


"Apa maksudnya ini!? apakah kak Andra menyembunyikan sesuatu padaku!? kenapa... apakah aku tidak berhak untuk mengetahui?" tanya Amanda.


Amanda akhirnya memutuskan untuk mencari portal dimensi rahasia di lapangan latihan.


"Eh? rautan kayu apa itu?" tanya Amanda saat menyusuri hutan semakin dalam.



Amanda menyentuh dan mulai meraba tengah rautan kayu itu dan perlahan memasukinya.


CRING!!!


"Ng? Eh!? ke.. kenapa tiba-tiba ada banyak orang... jangan bilang!? kalau yang tadi itu adalah portal nya!?" tanya Amanda melihat banyak orang lalu lalang.


"Apa yang harus kulakukan!? aku belum kesini sebelumnya! bagaimana caranya aku bisa menemukan kak Andra!?" pikir Amanda dan tingkahnya di lihat banyak orang.


"Jangan melakukan hal yang menarik perhatian, Yumna!" kata Aika.


"Maaf... aku.. akan mencari tempat sepi dulu" kata Amanda.


Di sebuah restoran...


"Aku bahkan gak menyangka ada restoran juga disini... ini dunia atau apaan!?" batin Amanda.


"Jangan coba-coba untuk memberi tahu identitas mu! aku pernah mendengar kalau Dimensi Astral mempunyai portal yang akan memindai Mana sistem kundalini... jika miliknya tidak terkonfirmasi alias tak terdaftar maka akan langsung di kirim ke dimensi lain atau tidak bisa masuk, mungkin kau bisa masuk dengan mudah karena memiliki DNA yang sama dengan Hikaru" kata Aika yang bicara telepati dengan Amanda.


"Seketat itu kah?" gumam Amanda.


"Kita harus dengan cepat! jangan sampai Hikaru berpindah tempat dan itu malah membuat kita susah menemuinya"


"Ya"


Amanda akhirnya bertanya-tanya dengan berhati-hati pada penduduk di sana.


"Markas gerakan Pemberantasan yang di pimpin oleh Lord Seventh"


"Ada di sini?" tanya Amanda melihat bangunan seperti benteng.


"Besar amat... "


Saat Amanda akan masuk..


"Berhenti! siapa anda? jika tidak berwenang dilarang masuk!" kata salah seorang penjaga.


"Saya ingin bertemu dengan dengan Lord Seventh" kata Amanda.


"Maafkan saya, apa yang membuat anda ingin menemuinya? jika tidak berwenang kami akan melarangnya" kata seorang penjaganya lagi.


"Memangnya kenapa? apakah terjadi sesuatu?" tanya Amanda.


"Ini peringatan terakhir, katakan siapa identitas anda, dan akan kami pertimbangkan untuk menemui Baginda Lord" kata penjaga itu.


"Huft... sepertinya harus melakukan itu ya?" tanya Aika dengan telepati.


"Tu.. Tunggu, apa yang ingin kau lakukan... Aika!?" tanya Amanda.


"Kau ingin melihat kah? kekuatan Silent-ku yang sebenarnya?" tanya Aika.


"Eh?"