The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 4 Chapter 15 : Serangan musuh



"Banaspati itu... serangannya mulai membuat lenganku terasa terbakar" batin Andra.


Andra memegang lengannya yang sakit dan melihat serangan api dari banaspati mulai semakin mendekatinya.


Tapi...


JDUAR!!!


Serangan itu di patahkan dengan energi perisai yang di munculkan seseorang untuk melindungi Andra.


"Erlan?! apakah Vian mengirimnya?" batin Andra.


Banaspati itu tersungkur karena energi itu juga menyerangnya.


"Fyuh!"


Jiwa Erlan mendarat di atap istana dengan pelan lalu menatap Andra yang di belakangnya.


"Abang ipar tidak apa-apa?" tanya Jiwa Erlan sambil cengengesan.


"Siapa yang abang ipar!!!" kata Andra dengan kesal.


"Bercanda Bang Andra, bercanda" kata Jiwa Erlan.


"Bagaimana kau bisa ada disini?" tanya Andra.


"Aku yang mengirim Erlan kesini kak" kata Amanda dengan astral meminjam penglihatan Jiwa Erlan.


"Ana?" tanya Andra.


"Aku kesini tahu karena kak Radith melihat dari ruangan kak Andra di istana, lalu menghubungiku untuk mengirim bantuan" jelas Amanda.


"Begitu ya... "


"Oh ya Abang, ini dia... pasokan energi yang dikirim Amanda untukmu" kata Jiwa Erlan.


Andra menghisapnya.


"Haaah.... makasih banyak Ana" kata Andra mulai mau menyerang.


"Kok ngga makasih ke aku juga bang?!" tanya Jiwa Erlan yang komplain.


Andra mulai menyerang Banaspati itu secara bertubi-tubi.


"Ukh! sejak kapan dia berubah menjadi sangat kuat?! jangan bilang karena khodam itu!" gumam Banaspati.


"Sekarang,.. kembali ke alam mu!" Andra mengumpulkan energi, Banaspati itu terselimuti energi Andra dan perlahan mengecil dan melemah.


"Wuih, hebat... Bang Andra membuat banaspati itu lenyap tak berbekas" gumam Jiwa Erlan.


"Iya, kak Andra memang hebat" kata Amanda yang ikut terkesima.


"Terimakasih banyak Ana, Erlan, sudah datang membantuku, tenaga jiwaku menipis karena kebanyakan kerja" kata Andra.


"Buat abang ipar apa sih yang ngga?" tanya jiwa Erlan kembali cengengesan sambil tersenyum memperlihatkan giginya.


"Erlan!!!" Amanda meski dalam bentuk Astral dan meminjam penglihatan Erlan, wajahnya terlihat memerah karena Blushing.


"Kau mau cepat-cepat ketemu Tuhan yang Maha Esa hah?!" tanya Andra.


"Ngomong-ngomong... darimana dia menyerang? dan kenapa kak Andra bisa tahu?" tanya Amanda.


"Saya juga tadi sedang berpikir saat melihat berkas, tahu-tahu ada aura aneh, ternyata Banaspati itu" Jelas Andra.


"Begitu ya,..." kata Amanda.


"Ada apa Amanda?" tanya Jiwa Erlan.


"Begini, aku bertanya pada Kakek saat sedang berlatih mencari tentang Sekte Hebitsukai, katanya itu sudah lama sekali tidak ada karena di butuhkan untuk memperkuat dimensi Shinobi" Jelas Amanda.


"Ya, sekte itu memang sudah lama tiada, makanya mereka ingin memperkuat nya dengan bekerja sama dengan... " belum selesai Andra bicara.


"Andra... adikmu akan tahu kalau aku berkaitan dengan Organisasi menyebalkan itu!"


*Percakapan batin*


"Anggap saja ini sebagai informasi agar bisa mengalahkan Pascal, bilang saja kau tahu dari ku itupun jika dia bertanya"


"Katanya sudah punah ya... "


"Iya, mereka bekerjasama dengan Organisasi Night Darkness" kata Andra.


"Mereka akan menjadi kelompok yang benar-benar kuat jika seperti itu" kata Jiwa Erlan.


"Sebaiknya kita pulang, Erlan... kau tidak boleh terlalu lama, kita tidak ingin kelompok Pascal atau Pascal sendiri mengetahui ini, karena lihat saja tadi? dia adalah pemimpin Organisasi Night Darkness dan Sekte Hebitsukai, itu akan sangat berbahaya, kau ku tunggu di Rosement" kata Amanda yang perlahan memutuskan penglihatannya dengan Jiwa Erlan.


"Ya"


"Jadi? bagaimana?" tanya Jiwa Erlan.


"Begitulah,... kita harus mengalahkan Pascal, sebelum Tanggal Emas" ujar Andra.