The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 8 : Vanora sang Designer Profesional (2)



"Hwaaa!"


"Ayo! ini buat kamu! nanti saat Dinner di Rooftop rumah mini kamu pakai ini ya" pinta Vanora.


"Lho? apa ini nggak terlalu bagus kak? aku bahkan bisa cari yang lain, yang lebih sederhana" kata Amanda.


"Jangan gitu dong! ini khas buat kamu, di pakai ya" kata Vanora dengan memelas.


haaah.


"Yaudah deh Kak" kata Amanda.


"Ok! sekarang kita akan pergi ke Rooftop rumah mini, atau disebut.... "


Sesampainya disana.....



"House Rooftop Mini? itu sebutannya?" tanya Amanda.


"Benar! itu adalah meja lingkar, nanti kita akan Dinner dan menyiapkan semua disitu ya" kata Vanora.


"Ya! ngomong-ngomong Kak Vanora, sepertinya aku harus meminta staf kak Rahmat untuk membantuku memindahkan barang belanjaan kemarin untuk memindahkannya ke House Rooftop mini ini deh" kata Amanda.


"Hah!? buat apa?" tanya Vanora.


"Lho? kok tanya? ya buat dimasak di HRM saja kak" kata Amanda


(House Rooftop Mini)


"Ahahaha, jangan deh Amanda! ntar biar aku dan yang lainnya aja deh" kata Vanora.


"Lho? ngga apa-apa kok Kak" kata Amanda.


"Oh ya! Amanda! tadi Vian mau kasih tahu sesuatu, datang ke tembok kerjanya ya" kata Vanora.


"Lho? oh, ok" kata Amanda dan langsung pergi.


"Fyuuuh! kalau kami membiarkan Amanda memasuki HRM, maka ia akan melihat kami sedang membungkus kado!" batin Vanora.


Sesampainya di Wall Vian....


"Viaaan!!" panggil Amanda.


"Hm? kenapa?" tanya Vian.


"Lho? bukannya kak Vanora bilang kamu mau kasih tahu sesuatu?" tanya Amanda.


"Cih! Vanoraaaa!!" geram Vian dalam hati.


Sebelumnya....


"Hei Van! kita putuskan kalau kami akan merapikan HRM dan membungkus kado, jadi kau akan mengajak Amanda tour dan menyuruh nya untuk melihat HRM, tapi jangan biarkan masuk! karena semua rencana akan berantakan!" kata Randi.


"Lalu? kalau ia ingin masuk?" tanya Vanora.


"Usahakan cegah dia bagaimana pun caranya" kata Nera


"Aha! bagaimana jika Vian?" tanya Vanora.


"Hah? kenapa?" tanya Vian.


"Ayo! kamu ngga bakalan buat apa-apa, hanya bantu makan aja kerjaannya!" kata Vandro.


"Iya, masuklah dulu" kata Vian.


"Oh, ok" kata Amanda.


Kriiit!! suara alat bantu lutut Amanda berbunyi.


"Ng? bunyi apa itu?" tanya Vian.


"Ah, ngga kok ngga bunyi apa-apa" kata Amanda.


"Jadi.. kamu mau kasih tahu apa?" tanya Vian.


"Begini, kamu masih marah saat dirumah Kak Erlan?" tanya Vian.


"Hm? Kakak? kau lebih muda dari Erlan?" tanya Amanda.


"Ah,... Ya begitulah" kata Vian menyangkal.


"Oh, jadi apa yang mau kau... Eh!?" kata Amanda melihat ke arah Laptop Vian.


"Ng? kenapa?" tanya Vian.


"I.... Ini kan anime Detective Conan!!" Seru Amanda.


"I.. ya" kata Vian dengan heran.


"Kau! juga suka nonton?" tanya Amanda.


"Ya"


"Wah! kalau begitu sudah nonton The movienya belum?" tanya Amanda.


"Belum pernah, ngga tahu gimana" kata Vian dengan agak sedih.


"Wah kalau begitu, besok sampai 2 hari ke depan aku kesini lagi dan Kita nonton bareng ya!" kata Amanda.


"Hah!?" tanya Vian.


"Hm? ngga boleh?" tanya Amanda.


"Bo... Boleh kok" kata Vian.


"Yey! makasih Vian" kata Amanda dan turun dari situ.


"Hm..... dasar" batin Vian dengan tersenyum.


Vian meraih HPnya.


Tit! Tit! Tit! suara ketikan nomor ponsel.


"Halo?" tanya Vanora.


"Oh, Van! aku udah tahu gimana buat Amanda sibuk, kalian cepat bersiap dan membereskan semuanya ya" kata Vian dengan senang.


"Wah, secepat itu!? baik! ntar ku kasih tahu Vandro" kata Vanora.


"Hm! kasih tahu Vandro, dah dulu ya" kata Vian sambil menutup telepon.


"Ok, aku akan membuatnya seperti itu"