The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 3 bagian 9



Pertarungan yang beruntun, Kanjeng Nyai Bestari VS dua keturunan Fujiwara dan dua Lord Shinobi legendaris.


"Uchuu Ankoku Ninpou!!!" Amanda langsung melancarkan serangan pada Bestari, tapi dia mampu menangkisnya.


"Silent!" Andra menahan Bestari dengan Silent-nya.


"Papa! Pak Andi! sekarang!!" Seru Andra.


"Ya!!"


Arif langsung menandai Pak Andi dengan segel teleportasi, Pak Andi langsung menyerang Bestari secara bersamaan.


"Heh! teknik Silent tidak murni ini tidak mempan sama sekali padaku!!" Seru Bestari.


"Baiklah!! sekarang!!!" Kata Amanda.


Pak Andi langsung berganti tempat dengan Arif.


"Uchuu Ankoku Ninpou!!"


CTRK!!! Tapi Bestari hanya terpental saja.


"Serangan seperti itu tidak ada gunanya!!" kata Bestari lagi.


"Kami harus bisa membuka topengnya... dengan begitu, kami tahu siapa sebenarnya wadah yang menjadi Korban Bestari ini... " batin Amanda.


Sementara itu Rangga dan Erlan...


"Jiko Shinkuken!!!" Erlan menyeranh semuanya dengan teknik khas klan Kitagawa.


Banyak diantaranya yang sudah mereka kalahkan, tapi sedikit dari pasukan Bestari terlihat sangat bertenaga.


"Darimana mereka mendapatkan energi sebesar ini!? seharusnya sudah berkurang... Ja.. jangan bilang!!?" batin Rangga sambil melirik Perisai.


"Mizuki!! cepat serang perisainya!!!" Seru Rangga.


"A.. Apa!?" tanya Erlan.


"Cepat!!!" Seru Rangga.


Erlan melakukan segel tangan.


"Oki Jiko Shinkuken!!!" Erlan langsung menyerang perisai yang menyelimuti mereka.


Tiba-tiba... semua makhluk astral yang ada mulai berkurang dan menjadi melemah.


"Ukh!! apa yang-... " tanya Hantu Puaka Air.


"Aku benar, Aura perisai ini sama dengan aura kekuatan mereka! dengan kita melemahkan perisai ini... maka mereka juga akan melemah!" kata Rangga.


"Hebat, tahu juga" kata Erlan.


"Saat aku tidak punya raga dulu, aku mempelajari ini" kata Rangga.


"Beraninya kalian!!!"


Rangga menghalangi mereka, Erlan terus menyerang perisai itu.


Kembali ke pertarungan dengan Bestari...


"Ah! aku mengerti!" Amanda langsung melakukan segel tangan dan mengacukan pedangnya.



Arif, Andi, dan Andra kelelahan akan hal itu.


"Waktunya serangan terakhir!!" Bestari akan melakukan serangan besar, tapi tiba-tiba dia tidak bisa bergerak.


"Ke.. kenapa aku tidak bisa bergerak!?" tanya Bestari.


"Aura ini... Silent!?" batin Arif.


CRAK! Dari dahi Bestari tiba-tiba mengeluarkan darah seperti tertusuk.


"Ukh... kenapa!? ini!?" tanya Bestari yang masih belum bisa bergerak dan menahan sakit.


"Sepertinya... rencanaku berhasil ya?" tanya Seseorang yang membuat Arif, Andra, dan Andi kaget.


SRING! Tiba-tiba Amanda langsung muncul dengan mengacungkan pedang khas Fujiwara milik Afifah dulu.


"Hmf... akhirnya aku berhasil merusak kunci topengmu" kata Amanda.


"Bagaimana dia bisa sampai ke situ?" tanya Andra.


Flashback...


Amanda memperhatikan Pertarungan Bestari VS Andra, Arif, dan Andi.


"Ah! aku mengerti!" Amanda melakukan segel tangan.


"Dia tidak punya mata Khas sama sekali, tapi... dia punya Indra keenam, aku harus menggunakan ini saja" batin Amanda.


"Chameleon ninpou! feiku seibo!" kata Amanda dengan pelan.


Dia mendekati Bestari secara perlahan dan menusuk dahinya.


Flashback Off...


"Aku menggunakan Feiku saibo untuk menyegel Aura-ku sementara agar Indera keenam-mu tidak berfungsi padaku dan aku menyamarkan diriku agar tidak tampak dengan Chameleon Ninpou" kata Amanda.


"Hebat" gumam Arif.


KRK! KRK! Topeng yang di pakai Bestari meretak dan mulai terbuka.


"Hah!? ka... kau adalah.. " gumam Amanda.


Sementara itu di tempat Rangga dan Erlan...


"Selesai semua!" kata Rangga.


"Ayo! Calon Ayah mertuaku ada di sana" kata Erlan.


"Ka.. Kaito-sensei!?" tanya Rangga.


Kembali ke Amanda...


"Ya... aku adalah orang yang kau kenal"