The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 104 : Kisah mata di setiap klan



"Hosh! Hosh! Hosh! syukurlah! aku sudah merasakan Vian akan mengejarku tadi" ujar Amanda sampai di kamarnya.


...___________...


"Makanya, sering-seringlah merasakan Aura orang lain" ujar Aika.


"Iya sih... eh! Aika! aku ingin tanya, kenapa di setiap klan ada mata-mata aneh yang biasanya khas klan tersebut? seperti contohnya klan Fujiwara ada Silent, Klan Taira adalah Topaz" ujar Amanda.


"Hmf,... saat insiden pembantaian seluruh klan yang terjadi, aku hampir kehilangan energi ku, aku jadi memutuskan untuk menaruh semua energi mata yang ada di dalam diriku menjadi 4 bagian, untuk Silent, Turquoise, Topaz, dan juga Opal, untuk memberikan nya kepada masing-masing klan yang ada, hingga akhirnya berakhir seperti ini, karena pewarisan gen" Jelas Aika.


"G.. Gen?" tanya Amanda.


"Ya, contohnya DNA gen Mika menurun padamu dan kakakmu, makanya kau bisa mempunyai Mata Silent, tapi bedanya Gen mendiang Ayahmu lebih banyak menurun pada kakakmu, makanya Silent milik kakakmu tidak terlalu kuat dan tidak murni, sedangkan kau menuruni Mika karena dia adalah keturunan Fujiwara utama makanya matamu itu murni" Jelas Aika lagi.


"Begitu ya,.. lalu apakah ada bahayanya?" tanya Amanda.


"Tentu saja, ada... karena Pascal ingin menjadi kuat, makanya dia akan mencari keturunan klan Fujiwara yang mempunyai mata Silent Murni, karena jika mata Silent yang tidak murni hanya akan membuatnya lama bertambah kuat, Silent di kenal dengan nama Aquamarine" Jelas Aika.


"Begitu ya,.. aku hanya agak merasa kalau banyak menanggung semua ini, dan tidak ingin terikat dengan semua masalah ini lagi" Kata Amanda dengan menunduk.


Aika dari dalam Penjara menggenggam sel besi penjara dengan kesal.


"Kau itu seorang Terano!! Terano dari Kara yang kuat!! kau harusnya mampu!" Seru Aika.


"Maaf, aku hanya saja tidak bisa meraih impianku ingin mempunyai keluarga yang menyayangi dan berbagi kasih sayang denganku" Kata Amanda.


"Tentu saja kau mampu! apakah kau akan menyerah atas usahamu selama ini? kau bahkan sudah bertemu kakakmu!" Kata Aika.


"Ya baiklah, tapi aku harap kau bisa merasakan auranya, karena dia sekarang pasti sudah memiliki wadah, karena dia bukan lah Kara melainkan makhluk Astral yang membentuk sekte sesat" Jelas Aika.


"Duh! udah deh!" kata Amanda menutup telinganya.


"Hei! katanya mau dengerin!" ujar Aika.


"Lho? aku kan Putri keluarga Ameera! aku akan menjadi Ratu dan memimpin Kerajaan ini! itu mimpiku! sekaligus impianku!" Ujar Amanda.


"Lho? bukannya mimpimu itu hanyalah ingin mempunyai keluarga yang menyayangimu dan berbagi kasih sayang denganmu?" tanya Aika.


"Aika... siapa bilang mimpi dan impian itu cuma bisa ada satu? aku punya banyak yang ingin ku lakukan di dunia ini sebelum aku menyusul almarhum dan almarhumah ayah dan ibu kandung ku di sana! aku tidak akan menyia-nyiakan hal ini!" Kata Amanda dengan bertekad.


"Ng? Hmf! kau benar, mimpi bukan hanya ada satu, tapi jangan kebanyakan berkhayal" kata Aika.


"Maksudmu?" tanya Amanda.


"Karena kau tidak akan bisa meraih itu dengan tenang tanpa menyingkirkan semua masalah yang ada" ucap Aika.


"Siapa bilang kita berdoa tanpa usaha? ingat ya! Usaha tanpa Doa adalah sombong, Doa tanpa berusaha adalah Omong kosong!" Kata Amanda.


"Baiklah, aku ingin melihat seberapa besar perjuanganmu" ujar Aika.


"Aku menerimanya"