
"Hoo... jadi Batu ini adalah serpihan Batu Mustika Delima Merah milik Pascal?" tanya Jiwa Erlan.
"Sepenuhnya gitu, seharusnya sih.. tapi aku sama sekali tidak merasakan hawa Pascal, hanya hawa kak Arka yang melemah, yang pastinya dia telah tiada, tidak punya raga lagi" Jelas Amanda.
"Jadi.. apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Andra.
"Kalau ku isi sedikit energi ku dengan jurus,.. mungkinkah?" gumam Amanda sambil melakukan segel tangan.
"Ninjutsu Tenma Tensei!!"
SING! Tiba-tiba muncul aliran merah dari Batu itu, dan Silent Amanda langsung berwarna merah.
"Eh!? sejak kapan dia menguasai jurus itu!?" tanya Jiwa Erlan.
"Dia belajar dari Pak Andi" kata Andra.
SING!
"Ng? Ah! Amanda! ngga ku sangka kita bisa bertemu kembali!" kata Arka berupa Astral.
Amanda menatap Arka dan tersenyum terharu menahan tangis haru.
"Welcome Back, kak"
"I'm back Everyone"
"Yes! Welcome back, Arka"
"Yassalam ni orang tiga pakai bahasa Inggris semua? untung aku ngerti" batin Jiwa Erlan.
"Baiklah... selamat datang kembali kak Arka" ucap Jiwa Erlan.
"Er... lan?!" tanya Arka.
"Apa? kayak lihat hantu aja" kata Jiwa Erlan.
"La emang kau sekarang hantu kok" celetuk Andra.
"Jadi,.. mulai darimana kita bahas ini?"
Nera sedang berjalan.
Tok! Tok! Tok!
"Amanda! kau di dalam?" tanya Nera.
Meanwhile...
"Hii!! itu kak Nera! gawat! sembunyi semua!!!" kata Amanda dengan berbisik.
"A.. aku! pakai Silent dulu!" kata Andra dan menjadi tak kasat mata.
Catatan : Silent juga bisa mengubah penggunanya menjadi tak kasat mata, tapi hanya yang berhasil meraih Aquamarine Silent saja.
Jiwa Erlan dan Arka segera Amanda masukkan kembali ke Batu Mustika Delima Merah.
Ceklek!
"Lho? kok kamu kayak keringetan? darimana?" tanya Nera.
"Ah! dari anu! cuma lagi kepanasan aja kok kak! hehe" kata Amanda.
"Oh" Nera melihat sekeliling.
"Em, ada apa kak? kesini?" tanya Amanda.
"Ah ya! itu, kamu mau beradu tanding lagi ngga?" tanya Nera.
"Wah, aku lagi puasa kak, ntar kecapean" kata Amanda.
"Oh, baiklah... aku ngga maksa, aku pergi dulu" kata Nera.
BLAM!
"Hah!!! syukurlah!!" ujar Amanda, Andra, Jiwa Erlan, dan Arka.
"Baiklah, sebaiknya... kalian masuk saja ke Batu Mustika Delima Merah, aku ingin bicara dengan adikku" kata Andra.
"Tapi, Amanda juga adikku!"
"Aku kakak kandungnya!"
"Eh?! tapi-... "
"Sudahlah! ayo ka! kita pergi menemui mamas genderuwo" kata Erlan sambil pergi hilang dengan astral.
"Jadi... apa yang ingin kak Andra bicarakan?" tanya Amanda.
"Ayo, sekarang waktunya pemulihan Ryu, Ryu mulai ganas kembali saat kakak merasakan kendali segelnya, lagipula, kita perlu mengendalikan kekuatan Ryu" kata Andra.
"Baiklah"
"Goa apa ini?" tanya Amanda.
"Goa ini goa khusus yang di gunakan untuk pemulihan" kata Pak Andi.
Dan mereka masuk kedalam.
"Nak Amanda, duduk di Batu besar ini ya, duduk seadanya dan mulai berkonsentrasi bayangkan keluarkan tenaga kekuatan Ryu, singkirkan semua tekanan dan halangan yang di pikiran" kata Pak Andi.
Amanda melakukan yang di katakan Pak Andi.
"Nak Andra, Gulungan Bulan Emasnya" kata Pak Andi.
"Oh tentu, Radith.. ada kan?" tanya Andra.
"Iya Tuan"
Andra membangkitkan segel pilar di 5 sudut, mengelilingi Amanda yang sedang berkonsentrasi.
"Nak Andra, tolong kontrol dari poin ini, agar jika ada apa-apa.. kontrol secepatnya, tapi sekarang tolong arahkan pikiran ke Nak Amanda saya ingin bicara batin dengannya" kata Pak Andi.
"Hm!"
Amanda mulai berkonsentrasi dan masuk ke alam bawah segel.
...____________...
"Aika"
"Kenapa kau?!!"
"Hii!!! dia sedang dalam wujud naga!!" batin Amanda.
"Nak Amanda, dengar saya?"
"Kakek!"
"Serang Ryu dengan jurus dan tenaga yang kamu punya"
"Baik!" Amanda mulai menyerang.
"Jurus Chakra Astral?!" tanya Aika.
"Aku mohon Aika! sadarlah! aku sudah mengalahkan musuhmu Pascal! sekarang kau harusnya tenang!" kata Amanda.
Ryu terus saja menyerang, sebuah serangan mengenai Amanda.
"Kacau... meski Pascal hancur, ternyata emosinya masih terpendam! bagaimana ini?!" batin Amanda.
BRUK!
"Ukh!" Amanda sudah terluka karena terkena serangan Ryu.
"Aku Mohon! berhenti Aika!!!!"
Tiba-tiba saja mata kiri Amanda berubah menjadi hitam dan merah, dia sudah di kendalikan oleh Ryu.
"Sekarang, akan ku balas dendam yang ku pendam pada Shinobi legendaris ke 6, kepada Putrinya sendiri"
...___________...
"Gawat!"
"Nak Andra, ada apa?" tanya Pak Andi.
"Aku tidak merasakan responsif dari Ana, bahkan kesadarannya aku tidak merasakannya lagi" kata Andra.
"Gawat... "
...__________...
Amanda langsung di jerat dan diikat Astral dengan kekuatan Ryu.
"Le... pas"
"Kenapa? kesakitan? jadi mengerti bagaimana jeratan yang Orang tuamu dulu ikatkan padaku? sekarang aku akan menyegelmu!" kata Ryu.
"Dia... benar-benar bukan Aika" batin Amanda.
SING! Sesuatu telah membawa Amanda ke suatu tempat.
"Eh? aku,... dimana ini?" tanya Amanda melihat di sekelilingnya putih.
"Tenang saja, kamu aman disini karena di bawah perlindungan ku, tidak perlu khawatir" kata suara seseorang.
Amanda berbalik ke arah suara itu.
Perempuan itu tersenyum ramah menatap Amanda.
"Ana"