
Kaito-sensei dan Mika-san menjadi pemimpin gerakan pemberantasan sekte dan organisasi terlarang berikutnya, yang sebelumnya di pimpin oleh para Shinobi legendaris sebelumnya.
Kaito-sensei ditakuti para Shinobi dengan gelarnya sebagai Pangeran dibalik bayangan hitam.
Karena jika dia menggunakan jurus teleportasi dengan talinya, maka akan muncul bayangan hitam dari tempatnya sebelumnya berpindah dan akan langsung muncul di tempat yang ditandai segelnya atau tali teleportasinya.
Mika-san adalah perempuan yang menyenangkan, baik, bahkan aku pernah diajari memasak dengannya dan masakannya benar-benar sangat enak. Dia juga satu-satunya yang bisa merasakan firasat buruk dimasa yang akan mendatang, entah sungguhan atau tidak.
Saat aku sedang berbicara dengannya di taman istana...
"Rangga, terimakasih ya, meski begini.... aku tak menyangka kalau kau akan menjadi murid Arif" kata Afifah.
"Senang mendengarnya Mika-san, saya bahkan tidak menyangka saat pertama kali menjadi murid beliau, itupun sebelum beliau menjadi Shinobi legendaris ke 6" kata Rangga.
"Hihi... begitu ya,... entah kenapa saat menatap Andra dan saat mengandung Ana... aku jadi merasa bahwa mereka akan menjadi anak yang hebat, Dasar... " kata Afifah sambil tersenyum dan mengelus perutnya.
"Ana? nama calon Putri anda?" tanya Rangga.
"Benar juga, namanya Aliana Jahzara Ameera.... jika namanya di klan adalah Fujiwara Yumna, meski begitu aku mengharapkan Andra dan Ana menjadi anak yang hebat nanti dan menjadi anak yang bermanfaat bagi orang lain" Kata Afifah lagi.
"Hmf... saya mengharapkan seperti yang anda katakan, Mika-san... " kata Rangga.
"Tapi... kenapa aku merasa kalau aku tidak bisa melihat Andra dan Ana menjadi dewasa lebih lama lagi.... entah kenapa hal ini terus mengganggu ku" kata Afifah sambil menunduk.
"Ah... Mika-san.... anda berkata seperti itu lagi,.... " batin Rangga.
Saat mendekati kematian Arif dan Afifah...
Drap! Drap! drap! Rangga berlari dengan cepat mendengar kalau Ryu terlepas dari segel sementara dan berada di hutan kematian.
"Ukh! Kaito-sensei!! Mika-san! dimana kalian berada!?" tanya Rangga.
"Hah?? Perisai pelindung!? Kaito-sensei!!! Mika-san!!!" Teriak Rangga saat melihat Arif dan Afifah sekarat karena tusukan.
"Aku bisa membuka ini!" Saat Rangga akan menghancurkan pelindung itu, Tiba-tiba....
"Hah!? ada yang akan memegangku!?" batin Rangga sambil akan menusukkan kunai ke orang tersebut.
"A... Astral!? tembus!? siapa kau!?" tanya Rangga.
"Aku.. Kitagawa Pascal, kau ingin menyelamatkan mereka ya? kalau begitu kau harus berhadapan dengan diriku dulu" kata Pascal.
"Sial! rupanya kau yang membuat mereka seperti itu!?!!!?" tanya Rangga dengan marah.
Di perisai pelindung....
"Aku sebenarnya benar-benar ingin hidup lama dengan kalian!!! aku mencintai kalian berdua! meski kalian tidak bisa mendengarnya!!" ucap Afifah sambil menangis dan itu di dengar Rangga.
Kembali ke luar pelindung....
Rangga meneteskan air matanya melihat Arif dan Afifah yang sudah diambang kematian.
"Kau!!!" Rangga langsung menyerang Pascal.
CRING! Tapi Rangga tak sengaja menatap mata Turquoise.
"A... Apa yang-....!?" tanya Rangga yang langsung keluar dari raganya.
CTRANG!!!!
"Sudah ku hancurkan" kata Pascal sambil menghilang.
"Ukh... Si... Sial, apa yang di firasatkan Mika-san benar-benar terjadi" gumam Rangga yang terluka sangat parah sambil bersandar pada sebuah pohon.
Sejak saat itu, saat aku kehilangan ragaku, Pak Andi... sekaligus Shinobi legendaris ke 5, syukurlah dia dapat melihatku.
Flashback Off sementara...
Amanda menunduk.
"Kau dengarkan? betapa sayangnya Mika-san padamu dan Andra" kata Rangga.
"Ibu.... "
"Sebenarnya, Andra telah mengaktifkan Silent-nya pada usia 7 tahun, lebih tepatnya saat dirimu akan lahir. Sedangkan dirimu tepat saat kau lahir" kata Rangga sambil meminum kopinya.
"Hah!? maksudnya apaan!? bukankah kakak bilang saat usianya 20-an!? bahkan aku mulai merasakan Silent-ku saat usia 12 tahun! gimana sih!?" tanya Amanda.
"Tidak... berbeda, ingatkah kau saat kau bertemu Mika-san di alam bawah sadar?" tanya Rangga.
"I.. iya"
"Apakah kau menyadari ada yang berbeda dengannya?" tanya Rangga.
"Yang berbeda dengan Ibu.... Ah! saat aku bertemu dengannya, matanya yang seharusnya ungu menjadi hijau pekat" kata Amanda lagi.
"Sudah kuduga, itu karena segel" kata Rangga.
"Segel apa memangnya?" tanya Erlan.
TAK! Rangga meletakkan gelasnya.
"Mika-san adalah keturunan Fujiwara terakhir sebelum Andra dan kau lahir, karena mata Silent-nya itu murni dan tidak ada darah campuran apapun, jadi Kaito-sensei memutuskan untuk menyegel mata Mika-san menjadi ungu, makanya Andra mempunyai mata ungu menuruni Mika-san, dan kau punya mata biru menuruni Kaito-sensei, agar mata Silent kalian tidak diincar musuh" Jelas Rangga.
"Begitu ya, lalu... jika aku boleh bertanya, kenapa marga ku dan kak Andra di Klan adalah Fujiwara? bukan Marga Hasegawa?" tanya Amanda.
"Kau tahu kalau mendiang Ayahmu adalah Shinobi legendaris ke 6 sekaligus Pangeran dibalik bayangan hitam kan?" tanya Rangga.
"Ya? lalu?" tanya Amanda.
"Ayahmu dulu telah mengalahkan banyak sekali musuh, bahkan ia dapat mengalahkan 1000 orang musuh seorang diri,.. karena itulah yang menyebabkan dirinya banyak sekali memiliki musuh dan memicu dendam pada musuh-musuh lain, tapi mau gimana lagi? mereka ingin balas dendam, tapi tidak bisa pada Kaito-sensei... itulah kenapa nama marga mu dan kakakmu adalah Fujiwara bukan Hasegawa karena Kaito-sensei tidak ingin kalian celaka" Jelas Rangga.
"Aku mengerti akan hal itu... eh! tapi bukankah Ayahku dulu juga mendidik 4 murid yang berasal dari Lupin Star generasi kedua?" tanya Amanda lagi.
"Pfft... "
"Ng?! kenapa ketawa sih!? Dasar..." tanya Amanda.
"Ngga, melihatmu yang banyak tanya membuatku teringat akan Mika-san yang banyak tanya juga" kata Rangga yang tertawa sambil menutup matanya, tapi mengangkat sebelah matanya dan melihat Amanda sebal dengannya.
"Hahaha... maaf-maaf... baiklah,.. sepertinya aku harus cerita lebih banyak lagi"