
"Amanda? dan Andra adalah sumbernya?" tanya Randi.
"Ya, seperti yang kalian tahu, Klan Fujiwara adalah Klan yang paling terkenal, tapi karena energi besarnya, banyak yang ingin merebut hal itu dari banyaknya sekian musuh, yang menyebabkan pembantaian beberapa abad yang lalu, dan sekarang hampir punah, ternyata klan Fujiwara masih memiliki 2 keturunan terakhir disini" Jelas Rangga.
"Lalu,.. apakah kau, tahu Kara?" tanya Vian.
"Vi.. Vian! Jangan-.... "
"Tak apa, kalian bisa mempercayai ku, aku juga ingin membantu menghancurkan Pascal karena dia yang menghilangkan ragaku dan membuatku harus gagal dalam misi di dimensi Shinobi" Kata Rangga.
"Ya, aku tahu... dan gadis manis, kau seorang Terano kan?" tanya Rangga.
"Ga.. Gadis manis? apakah itu semacam gombalan goceng? atau gopek?" tanya Amanda yang ngga terpengaruh.
"Ngga usah godain adikku!" Andra dengan sewot langsung merangkul Amanda.
"Tenang saja! ngga usah gitu napa! aku hanya ingin kalian yang para Shinobi membantu mengalahkan si Pascal" kata Rangga.
"Ini sebenarnya.... gimana si.. h?" Randi tiba-tiba oleng.
GUBRAK!
"Astaghfirullah!!! Pak Randi!"
"Randi?! kau kenapa?"
"Dia yang dokter tapi dia yang sakit! aneh!"
"Sekarang aku tahu kalau dokter bisa sakit juga"
Akhirnya Randi di gotong ke ruang istirahat agar pulih, dia pusing karena tidak mengerti yang Rangga katakan dan banyak pikiran, Vian menemani Randi sampai sadar.
"Lanjut, sampai mana tadi?" tanya Pak Andi.
"Ah ya! untuk agar aku menolong kalian mengalahkan si Pascal, aku mau bayaran" kata Rangga.
"Bayaran?" tanya Pak Andi.
"Yap! dan aku mau sedikit energi dari adikmu itu, Raja. Dan aku akan memberitahu rahasia tentang Pascal" kata Rangga.
"Tidak akan pernah ku biarkan kau mengambil sedikitpun energi adikku!" kata Andra.
"Terserahlah! tapi kau tahu tetap kan? kalau Klan Fujiwara meski tenaga yang di pakai untuk melawan musuh habis, energinya akan tetap bertahan karena permanen di dalam tubuh anggota klan Fujiwara, tapi di butuhkan tenaga untuk bangun kembali, sedangkan energi ini berbeda lagi, kebanyakan di gunakan untuk mempertahankan diri" Jelas Rangga.
"Tapi Nak Rangga, saya ingin tanya, apa alasan Nak Rangga ingin membantu ini.. hanya karena ingin keberuntungan?" tanya Pak Andi.
"Tentu tidak aki, saya ingin ini karena seperti yang saya katakan! ingin memberitahu rahasia tentang Pascal" ujar Rangga.
Amanda terdiam.
"Beri saja kepadanya sedikit, karena menurut Silent-ku dia tidak berbohong" kata Andra.
"Aku anggap itu sebagai sebuah pujian"
"Akan tetapi, saat energi yang ku berikan padamu, mau kau apakan? kau bahkan tidak ingin bilang apapun tentang itu?" tanya Andra.
"Wah, pintar juga kau... tapi tetap saja, itu tidak masuk dalam negosiasi kan? baiklah, kita tunggu keputusan dari Tuan Putri" kata Rangga.
"Sebelumnya aku ingin bertanya, apakah ada sesuatu yang bercahaya saat dia akan mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang?" tanya Rangga.
"Ah! sebelumnya, di bagian dalam dadanya aku melihat seperti batu kecil yang berwarna merah yang mengumpulkan banyak energi entah darimana" kata Amanda.
"Sudah kuduga, dia menggunakan batu mustika delima merah untuk mengumpulkan energi, batu itu digunakan untuk menduakan jiwa agar dapat membuat nyawa cadangan dengan jurus pembangkit" Jelas Rangga.
Amanda langsung membentuk kecil tangannya dan fokus memadatkan energinya.
"Ini, tangkap" kata Amanda sambil memberikannya ke Rangga.
"Mantap, makasih... baiklah sesuai perjanjian, aku akan memberitahunya, Pascal itu ahli dalam penyerangan, jangan sekali-kali menyerangnya pada malam jumat, karena disitu dia paling berbahaya... kedua, jangan dia bisa mengubah serangan dan menghisap nya menjadi sebuah energi baginya dan itulah yang membuatnya tambah kuat" Jelas Rangga.
"Baiklah, itu"
"Ng? kenapa sedikit sekali? padahal energi yang kami berikan padamu ngga murah" kata Andra.
"Sudah kak.. dia memberitahukannya tadi, biarkan saja... karena itu cukup informasinya bagi kita" ujar Amanda.
"Eh?"
"Wah Raja, bahkan adikmu yang belum meraih kembali kedudukan bangsawannya sudah berpikir dewasa, kau harus lebih mengontrol emosi serta ketraumaan mu" kata Rangga.
"Tidak usah begitu, aku bisa melakukannya" kata Andra.
"Oh? begitu kah? baiklah, akan aku beritahu kau satu hal... sekte dan organisasi yang di pimpin oleh Pascal demi kekayaan, kemakmuran, kesejahteraan, dan kekuatan adalah Sekte Dirgapati dan Organisasi Hebitsukai, tapi sebenarnya mereka menjadi satu membentuk sebuah organisasi" kata Rangga.
"Yo! makasih traktiran energinya!" kata Rangga dan langsung menghilang dengan kekuatan astralnya.
"Sekte Dirgapati dan Organisasi Hebitsukai yang bergabung menjadi satu menjadi sebuah Organisasi? Hebitsukai... aku seperti pernah mendengarnya" gumam Amanda sambil berpikir.
"Ana... jangan sebut nama itu!" kata Andra dengan bergetar.
"Eh? kak Andra kenapa?" tanya Amanda.
"Kita harus membunuh Pascal... apapun yang terjadi!" ujar Andra dengan menggeram tangannya.
"E.. eh? apa yang-... "
"Mereka bergabung menjadi satu! dan membentuk Organisasi bernama Night Darkness, sedangkan Pascal adalah pemimpinnya... " kata Pak Andi.
"Eh?! jadi maksudnya-.... " Amanda memberhentikan kata-katanya.
"Pascal yang bersangkutan kematian kedua orang tua kita karena dia membunuhnya, itu artinya Organisasi Night darkness adalah sekte yang telah membunuh orang tua kita!!"