The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 7 bagian 6



Mereka saling bertatapan dari jauh.


Amanda dan Aika sedang telepati.


"Jangan menggunakan jurus klan Fujiwara, Yumna!" kata Aika.


"Kenapa!?"


"Hikaru adalah Lord Seventh! dia menyandang nama keluarga klan bangsawan yaitu Fujiwara! jika kau sembarangan menggunakan jurus asal klan-mu.. maka dia bisa mengambil kesimpulan kalau Hikaru-lah yang merencanakannya padahal bukan! kita bermaksud datang kesini untuk bertemu dengannya!" Jelas Aika.


"Karena.. aku pernah mengambil keputusan yang salah dan membiarkan orang tuaku terbunuh dulu" kata Aika.


"Eh?"


"Lupakan itu! kau tidak boleh teralihkan!" kata Aika lagi.


Edward terus melakukan jurus dan melemparkan shuriken dan kunai.


Amanda menangkisnya dengan pedangnya.


"Kenapa? kau menggunakan pedangmu? bukankah mau menganggap ini perang?" tanya Edward.


"Memang, bukankah ini perang satu lawan satu? jika perang, diri kita ataupun lawan bisa menggunakan senjata! jadi, kita anggap ini seri karena aku juga menganggap ini sebagai perang" kata Amanda.


"Gaya bicaranya... dia bicara jelas dan cepat tanpa pikir panjang dan benar semua... kenapa cara bicaranya mirip dengan Andra!?" batin Edward.


Amanda dan Edward akan menebas pedangnya.


"Berhenti"


Lantas mereka berdua langsung berhenti. Ujung pedang Amanda hampir mengenai leher Edward, sedangkan ujung pedang Edward hampir mengenai dahi Amanda.


"Lord Fifth" kata Edward.


"Kakek!" batin Amanda tapi tetap tenang.


Pak Andi melirik Amanda.


"Bawa penyusup ini ke ruang interogasi, saya akan menginterogasinya. Edward, kau di perintahkan untuk menemui Lord Seventh" kata Pak Andi.


Edward hanya diam saja dan berjalan menuju ruangan Andra, sedangkan Amanda di tahan dua prajurit.


Di Ruang interogasi....


Amanda sedang di borgol dan di awasi dua prajurit yang berjaga.


Di ruangan interogasi tidak ada CCTV, tidak ada sama sekali seperti pengecekkan di sini...


"Baik, kalian boleh keluar" kata Pak Andi.


"Siap!"


TRAK! Pak Andi duduk di kursi berhadapan dengan Amanda.


"Nak Ana ngapain disini?" tanya Pak Andi.


"Saya sedang ingin bertemu kak Andra, kek! aku khawatir" kata Amanda.


"Saya mengerti, tapi tempat ini bukanlah sembarangan... Dimensi Astral ini benar-benar ketat. Bersyukurlah karena DNA mu dengan Nak Andra sama, jadi Nak Ana tidak di kirim ke dimensi berbeda" Jelas Pak Andi.


Amanda hanya menunduk dengan rasa bersalah.


"Baiklah.. ayo kita menemui Nak Andra, dia baru saja kembali" kata Pak Andi.


Amanda menemui Andra bersama Pak Andi.


"Kakek berpesan agar terus memakai jubah, jangan sesekali melepasnya kecuali saat-saat yang genting" batin Amanda.


Edward berada di sebelah Amanda.


"Apapun keputusanmu akan ku terima meski aku tak setuju" kata Edward dengan dingin.


"Bagaimana? apakah bersedia untuk melakukan misi pertama di pasukan pengintai?" tanya Andra.


"Jika anda berkehendak, saya akan berusaha untuk melakukannya" kata Amanda dengan menunduk sedikit.


"Kak Andra pernah bilang, kalau beginilah cara menunduk... apa sebenarnya rencana mu kak!? kenapa kau membuatku masuk ke pasukan pengintai!?" batin Amanda.


"Jadi... bagaimana jika kalian berkenalan dulu?" tanya Andra.


"Dia adalah Edward... dia adalah kapten yang memimpin pasukan pengintai dan agen. Edward, dia adalah Fujiwara Yumna... kau bisa memanggilnya Yumna" Kata Andra.


"Mohon kerja samanya kapten" kata Amanda dengan menunduk.


"Dia... Fujiwara" batin Edward.


"Ya"


"Kalau begitu, silahkan berangkat... kalian bisa melapor pada komandan Arsya nanti" kata Andra.


"Ya!"


"Tak ku sangka akan menaiki kuda.. aku bersyukur kak Andra pernah mengajariku, bahkan kuda yang pernah ku tunggangi malah ngamuk dan lari kocar-kacir bagaikan jadi buronan polisi! Dasar... " batin Amanda.


Amanda akhirnya bersama Edward dan lainnya pergi untuk mencari genderuwo yang menculik Randi.


Mereka menyusuri hutan.


"Hei... apakah kau Yumna?" tanya seorang perempuan, akrab di sapa Elizabeth.


"Ah, iya... aku Yumna" kata Amanda.


"Senang berkenalan denganmu Yumna! aku Elizabeth, kau bisa memanggilku Elis" kata Elis.


"Oh, iya Elis... salam kenal ya" kata Amanda.


"Btw, apakah kau baru? aku mendengar kau adalah penyusup?" tanya Elizabeth.


"Aku... Ah!" Amanda teringat sesuatu.


"Nak... jangan bicara apapun yang berkaitan tentang hal ini, Nak Andra akan memberitahu sesuatu agar Nak Ana lebih berpengalaman. Tolong gunakan nama Yumna ok?"


"Anu, misi kali ini... kita harus menyelamatkan ninja medis kan?" tanya Amanda.


"Benar sekali, dan kita harus selalu taat pada aturan" kata Elis.


DOR! Bunyi tembakan dengan asap berwarna merah.


"Kapten! ada sinyal asap berwarna merah! artinya ada makhluk astral di pasukan pengintai bagian utara!" kata Crish.


"Tutup telinga kalian" kata Edward dan menembakkan sinyal.


DOR!


"Ukh!! tekanan udara dan suaranya benar-benar melengking di telinga" batin Amanda.


"Sinyal hijau?" tanya Amanda.


"Sinyal di bagi menjadi 3 asap dalam tembakan. Sinyal berwarna hijau menandakan bahwa harus pergi ke arah mana saat formasi menjalankan misi. Sinyal berwarna merah menandakan bahwa sebuah kelompok tengah bertarung.


Sinyal warna kuning menandakan kata untuk berkumpul ke titik tempat sinyal di tembakkan. Sinyal berwarna hitam menandakan bahwa mereka benar-benar butuh bantuan" Jelas Elis.


"Wah, kau tahu banyak ya"


"Haha... aku belajar sih"