
"Nina, apakah kau punya foto yang lainnya tidak?" tanya Amanda.
"Maafkan Aku Nda, kita tidak punya karena Erlan pergi dan tak bisa membuat banyak kenangan" kata Nina.
"Begitu ya? tidak apa-apa, itu bukan masalah besar bagiku" kata Amanda.
"Foto Erlan sama seperti di foto bunker laboratorium ibu" batin Amanda.
"Eh! bagaimana kalau kita makan Cupcake sambil minum teh? enak bukan? jadi ayo! kita ke taman!" ajak Nina sambil menarik tangan Amanda.
"Ya, baiklah" ucap Amanda.
Mereka makan dan bercanda ria bersama.
"Oh ya, dimana Kak Tika kakakmu? bukannya ia biasanya suka ada bersamamu kan?" tanya Amanda.
"Ia sedang ada kuliah hari ini" kata Nina.
Ceklek! suara pintu belakang rumah yang menuju rumah terbuka karena seseorang membukanya.
"Nyo, Nyonya besar" kata Penjaga dengan gugup.
"Nina, bukannya mama bilang kamu harusnya itu nutup pintu kamarmu lagi sehabis keluar?"kata mama Nina.
Mama Nina adalah pengusaha sekaligus Istri dari presdir besar yang bernama Clara Falesia.
" Wah, ada Nak Amanda rupanya silahkan bersenang-senang ya?" kata Clara sambil berlalu pergi dengan senang.
"Tentu Tante, terimakasih banyak" kata Amanda.
Blam! pintu kembali ditutup.
"Nina, menurut kamu..... apakah aku, adalah orang yang baik?" tanya Amanda dengan memperhatikan Cupcake nya dan menundukkan kepala.
"Hah?! kau ini bicara apa?! kau sahabatku! kau tentu saja orang yang sangat baik Amanda! ada apa denganmu? apa ada yang mengganjal? ceritakan saja padaku, aku sahabat mu" kata Nina yang memegang bahu Amanda dengan erat dan mengakhirinya dengan pelukan sahabat.
"Kalau begitu, kenapa aku selalu banyak kehilangan Impian?" tanya Amanda.
"Hah? Maksudnya apa Amanda?" tanya Nina.
"Ya, aku sudah kehilangan Erlan, Ibuku, Ayahku, dan aku hampir kehilangan semuanya!, aku pasti akan sendiri bukan begitu?" Kata Amanda sambil membendung air matanya.
Grep! Amanda tiba-tiba memeluk Nina hingga kerudungnya yang berwarna orange krem itu kusut.
"Makasih Na, aku juga akan berjanji akan membalas semua kebaikanmu" kata Amanda.
"Ya! " kata Nina memeluknya dengan senang.
Akhirnya waktu kedua sahabat itu akan habis, dan Amanda akan pulang.
"Mau kuantar?" tanya Nina.
"Tak usah, aku sudah minta Pak Vandro untuk menjemput" jawab Amanda.
"Kok si tengil itu sih Nda?" tanya Nina dengan gerutu.
"Hahaha, jangan ngomong gitu lah! ngga baik!" kata Amanda dengan sedikit tertawa.
Tin! Tin! suara Mobil berbunyi, itu mobil Pak Vandro.
"Baiklah Na, terimakasih untuk semuanya! sampai jumpa! titip salam buat Om Firman, Tante Clara, dan juga Kak Tika ya!" kata Amanda.
"Ya! kapan-kapan berkunjung lagi ya!" kata Nina dengan senang dan melambaikan tangannya.
"Pasti!" kata Amanda sambil masuk kedalam mobil.
Akhirnya mobil perlahan pergi meninggalkan rumah mewah kediaman keluarga Falesia.
"Bagaimana Amanda? apa kau senang sudah menghabiskan waktu bersama dengan sahabatmu? " tanya Vandro dengan tersenyum.
"Ya! aku senang bisa bertemu sahabatku setelah sekian lama, tapi aku belum sempat untuk mengunjungi Kak Fika." kata Amanda.
"Amanda, saya punya permintaan saya Harap kamu berkenan"kata Vandro dengan pelan.
"Permintaan apa Pak? insya Allah jika baik akan saya lakukan" kata Amanda lagi.
"Benarkah? kalau begitu, tolong kembalilah ke Rosement" kata Vandro.