
Akhirnya Andra dan Amanda di tarik keluar dari masa lalu.
SING!
****
"Syukurlah Nak Andra dan Nak Amanda bisa pulang dengan selamat" kata Pak Andi.
"Huu... Hiks.. Hiks" Amanda bersandar di dada Andra karena mengingat kejadian yang merenggut nyawa kedua orang tua kandungnya.
"Sudah.. " Andra membelai kepala adiknya yang menangis terisak-isak.
"Kak.. Andra..., tolong... jangan pergi" kata Amanda melepaskan sandarannya sambil mengucek matanya.
"Iya... kakak janji, tapi kamu jangan nangis lagi ya?" kata Andra.
"Iya... aku kan kuat" kata Amanda sambil tersenyum.
"Eh?"
"Karena... ibu kan kuat, hehe"
"Hm... begitu ya?" kata Andra yang membelai kepala adiknya sambil membayangkan apa yang pernah ibunya katakan.
"Tapi... kakek, apa bisa aku dan kak Andra mendengar penjelasan akan semua yang kami lihat?" tanya Amanda.
"Iya Pak Andi... sebenarnya Ana, kakak sudah mendengar semua ceritanya dari Pak Andi, tapi kakak belum percaya, dan akhirnya melihat kejadian itu sendiri" kata Andra.
"Baiklah... akan saya ceritakan, mungkin kita bisa ke tempat yang lebih bagus?"
Akhirnya mereka bertiga pergi ke bunker, Andra duduk di sebelah Amanda menatap Pak Andi yang bersiap untuk menjawab semua pertanyaan.
"Waktu itu yang Nak berdua lihat adalah bagaimana kejadian yang merenggut nyawa Nak Arif dan Nak Afifah" Kata Pak Andi.
"Lalu buku tadi apa maksudnya Pak Andi?" tanya Andra.
"Sejujurnya... saya adalah guru yang mengajarkan ilmu ninja kepada Nak Arif dan Nak Afifah saat dia memutuskan pendidikannya dari akademi, lagipula dia tidak boleh berlama-lama berada di dimensi lain bukan?" kata Pak Andi.
"Jadi.. dengan jurus, saya memindahkan reaksi jurus portal itu ke buku agar lebih aman dan di rahasiakan... " kata Pak Andi.
"Lalu kakek, soal orang-orang yang membantu Ibu dan Ayah waktu itu" kata Amanda.
"Emangnya kak Andra ngga belajar Shinobi kah?" tanya Amanda.
"Nak Andra sudah belajar Shinobi dan sudah menjadi Shinobi handal pada saat 1 tahun yang lalu, sekarang sudah meraih pangkat Sensei berkat bimbingan dari saya" kata Pak Andi.
"Wah! hebat dong!" kata Amanda.
"Pak Andi biasa saja dong 😅" kata Andra.
"Kalau begitu... maafkan saya karena sudah mengganggu waktu berdua Nak Andra dan Nak Amanda, jadi bagaimana keputusan dan keinginan Nak Amanda mengenai kami?" tanya Pak Andi.
"Pendapat harus di pilih oleh, Amanda?" tanya Andra.
"Karena... dengan Nak Andra yang menyembunyikan identitas dan rahasia kepada nak Amanda, saya juga ingin minta maaf kepada Nak Amanda, karena Nak Amanda yang paling dirugikan dalam rencana Nak Andra" kata Pak Andi.
"Jadi... Apa keinginan Nak Amanda?" tanya Pak Andi.
"Keinginan ku... "
"Keinginanku.... adalah.... ingin belajar menjadi Shinobi!!" kata Amanda.
Krik krik... Krik krik.... keheningan berlangsung sampai...
"Aku ingin belajar menjadi Shinobi handal.... seperti Kak Andra, jadi aku mohon! Kak Andra, Kakek, tolong ajari aku" kata Amanda.
"Ah... um, bagaimana Nak Andra?" tanya Pak Andi.
"Eh!?" tanya Andra.
"Karena, Nak Amanda, adalah adik Nak Andra... sekaligus tanggung jawab dari almarhum dan almarhumah Nak Arif juga Nak Afifah untuk menjaga kalian berdua" kata Pak Andi.
"Keputusanku... boleh, aku mengizinkan adikku belajar menjadi Shinobi" kata Andra sambil tersenyum.
"Sungguh!!?" Tanya Amanda.
"Ya, aku akan mengajarinya" kata Andra.
"Terimakasih Kak Andra!"
"Sama-sama, Ana"