
"Hah!?" tanya Erlan saat dia tertidur di kasur, dia melihat istrinya yang tidur sambil duduk menggenggam syal birunya dulu, disampingnya ada kotak peralatan jahit.
Erlan perlahan bangun dan melihat hari sudah pagi, syal yang dipegang Amanda jatuh dari tangannya.
Ia menyadari saat kepalanya di perban, kalau kesehatannya mengurang saat menjalankan misi dan pingsan. Akhirnya di bawa ke Gedung gerakan pemberantasan.
"Ng?" Amanda terbangun karena menyadari syalnya tidak ada di tangannya dan berbalik ke belakang.
"Ini... kamu menjatuhkan ini" kata Erlan sambil memberikan syal itu pada Amanda.
"Oh, makasih... " kata Amanda sambil menerima syal itu dan mengusapnya.
"Syal itu sudah kusut, aku akan membelikan yang baru nanti... kau bisa memilih manapun sesuai kehendakmu" kata Erlan.
"Tidak... tidak perlu" kata Amanda.
"Dimana anak-anak?" tanya Erlan lagi.
"Andika dan Erika tengah fokus di Akademi katanya akan wisata ke Indonesia dan akan pulang 5 hari lagi, Amir dan Umar sudah kembali ke Arab Saudi untuk melanjutkan pendidikan pesantren mereka, baru saja berangkat semalam" Jelas Amanda sambil melipat syalnya.
BRAK! Pintu kamar tiba-tiba terdobrak.
"Mizuki-sama! Yumna-sama! ada kabar buruk! ada makhluk astral berjenis genderuwo bertenaga tinggi menyerang area selatan! pasukan pengintai hampir sebagian besar telah gugur dalam pertarungan astral!" kata salah seorang ninja bertopeng.
Amanda dan Erlan tentu saja langsung kaget dan pergi ke tempat pengaturan koordinasi.
"Apa-apaan ini!? Koordinasi sudah di bagikan!" kata Amanda.
"Maaf jika saya menyela! sebenarnya makhluk astral itu berniat mengumpulkan banyak tenaga dengan... " Ninja berbaju hitam dengan penuh peralatan dan hanya terlihat matanya saja itu agak cemas.
"Ada apa!?" tanya Erlan.
"De... dengan memakan manusia dan para Agen ninja lainnya, karena para ninja menggunakan jurus dengan tenaga aliran Mana sistem Kundalini yang kita ketahui alaminya di incar makhluk astral" Jelas Ninja itu, akrab di sapa dengan nama samaran Crish.
"!!!??" Bahkan Amanda dan Erlan lebih terkejut kedua kalinya, seharusnya makhluk astral hanya merebut tenaga dan energi manusia hanya dengan menyerap energi sampai habis, dan manusia akan tidak sadarkan diri selama sehari penuh atau paling lama 3 hari.
"Genderuwo ini.... apakah pernah ada sebelumnya?" tanya Cepheus disitu.
"Apa maksudmu, Cepheus?" tanya Amanda.
"Apakah genderuwo ini mirip seperti Rangga?" tanya Cassiopeia.
"Rangga! benar juga, dimana dia!?" tanya Erlan.
"Dia harus mengatur formasi tim, dia tidak di perbolehkan untuk bertarung" Jelas Andromeda.
"Ck... Erlan! semuanya! aku akan berangkat sekarang" kata Amanda sambil mengarah ke ujung ruangan mengambil jubah sepanjang pinggang, penutup wajah, pengikat warna krem yang biasanya ia ikat di pinggang, dan pedangnya.
"Apa!? kau tidak bisa ke sana!" kata Andromeda.
"Dia benar Amanda, peranmu sangat penting" kata Erlan.
Amanda mendengarkan kata semuanya sambil bersiap-siap.
"Kau adalah Lord Eighth, Erlan. Lagipula kau masih lemas! Kau akan dibantu dengan 4 anggota lupin star generasi ketiga, aku akan ke area pertarungan! mereka lebih membutuhkanku di sana" kata Amanda.
Mereka semua terdiam.
"Lagipula, julukan ku saat pertarungan adalah Ratu dibalik bayangan hitam kan?" tanya Amanda.
"Ya.. baiklah, aku percaya... Hati-hati lah" kata Erlan.
Amanda mengangguk dan mulai membuka pintu.
Ceklek!
"Amanda! tunggu sebentar, aku dan mereka berempat ingin melakukan kesepakatan dengan dirimu" kata Erlan lagi.
"Eh?"
Di Dunia nyata..
Banyak petani wanita tengah menanam padi.
"Eh! tahu gak? akhir-akhir ini, ada dukun yang menumbalkan janin secara ghaib di desa!" bisik mereka.
"Masa!? jadi takut! pantas saja desa kita sepi, pihak kerajaan Carna mungkin bisa membantu"
"Jangan ngaco ah!"
"Ya?"
"Anu, hotel dekat sini ada gak Bu?" tanya Amanda dengan menyamar.
"Ada, 1,5 km dari sini di dalam desa kami nak" kata salah seorang mereka.
"Wah, makasih Bu... saya permisi" kata Amanda.
"Ya"
"Berani banget ya Mbak itu, gak takut apa ya?" bisik mereka lagi.
"Kau dengar itu?" tanya Amanda.
Flashback...
"Perjanjian apa?" tanya Amanda.
"Aku akan telepati denganmu menggunakan batu Mustika delima merah, agar bisa mengontrol dari jauh" kata Erlan.
"Lalu? itu saja?" tanya Amanda.
"Tapi... bagaimana jika Amanda nanti butuh bantuan?" tanya Andromeda.
"Itu berlaku jika dia hampir kalah, dengan batu ini juga... aku bisa menyuruh Rangga untuk ke lokasi Amanda atau mengirim bala bantuan, karena Rangga mempunyai Sekutu di setiap area yang memiliki penjaga astral" Jelas Cepheus.
"Itu bisa membantu, entah mungkin penjaga alias Sekutu di daerahnya itu Kuntilanak? Pocong? genderuwo seperti Rangga? puaka air? suster ngesot? tuyul? nenek lampir?" ledek Cassiopeia sambil melirik Erlan.
"Ke.. Kenapa kau menatapku seperti itu!?"
Flashback off....
"Ya.. aku dengar" kata Cepheus.
"Aku harap saat penyegelan Tanggal Emas yang kita pilih ini tidak salah, karena area pertarungan astral yang kau tuju dekat dengan tempat segel Tanggal Emas, tapi tidak apa... karena ada Mbah Dira yang pernah membimbingku untuk menaklukan para penjaga dan penumbal manusia" Jelas Rangga.
"Aku mengerti, dimana tempat itu Rangga? agar setelah semua masalah selesai, aku akan segera ke sana"
"Ada di puncak gunung itu"
"Apakah ada portal untuk berbaur dengan Dunia Astral di sana? kau bilang kalau Mbah Dira tinggal di gunung itu, artinya... dia di lindungi secara astral! untuk dapat berkomunikasi dengannya, aku harus memasuki dunia astral dan menghemat energi Silent-ku" Jelas Amanda.
"Pintar juga... jangan lupa, simpan juga tenagamu karena kau jalan kaki" kata Perseus.
"Iya, tapi.. kenapa aku merasa aku sedari tadi di awasi?" pikir Amanda.
Bonus!
Di Indonesia....
Di Hotel Kempinski Jakarta Pusat..
Perhatian! Ini hanyalah cerita! jangan di anggap realita dan anggap saja dapat menghibur.
Selamat membaca!
Erika tengah menginap di hotel bersama Andika karena wisata akademi.
"Kak! Nonton film di bioskop yuk! katanya Film Indonesia bagus-bagus semua! mumpung di indo... nonton yuk! ada film indo baru tayang bagus nih!" kata Erika saat mengecek Ponsel nya dan melihat Andika sedang bermain PS.
"Wek! film Indonesia mana ada yang bagus! burik semua!" kata Andika fokus dengan PS.
"Burik?! Ng... gimana pendapat kakak tentang film NKCTHI?" tanya Erika dengan mata menyipit.
"Wah!! bagus amat tuh film! penggambaran tiap-tiap karakternya tuh relate! banget sama real life!" kata Andika dengan semangat.
KRK! Urat-urat kesal Erika langsung muncul.
"Kalau Film pengabdi setan????" tanya Erika sampai hampir ke mode Silent.
"W.. wah! serem banget tuh film lho, Yun! banget! bikin merinding kadang kalau sendiri di kamar mandi" kata Andika dengan memikirkannya sambil merinding.
GREP! Erika mencekik leher Andika dengan lengannya.
"Film-film indonesia bagus gitu kok di bilang burik!!! HAH!!!?" Seru Erika dengan marah.
"Ma.. Maaf Yun... Give up deh... " kata Andika.