The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 57 : Happy Ending



"Kak Sembilan! cerita ini... " kata Amanda.


"Cerita itu!! apakah Amanda-...." batin Vandro.


"Ada apa?" tanya Sembilan.


Amanda membolak-balikkan gambar itu untuk mengerti lagi.


"Cerita kakak beradik Pangeran dan Putri.... insiden penyerangan istana, diculik orang berjubah hitam.... para pesawat yang penumpang nya tewas kecuali Pangeran dan Putri, lalu... sungai yang deras, perempuan bermulut sobek yang ada di mimpiku... apa-apaan!?" batin Amanda.


"Anu... kak, tentang perempuan bermulut sobek ini... kenapa perempuan itu membawa sang Putri dan meninggalkan sang Pangeran sendirian? apakah dia termasuk salah satu penculik yang menculik mereka berdua di awal cerita?" tanya Amanda.


"Pertanyaan yang bagus Manda, saya hanya ingin menyelaraskan dengan mimpi mu Manda, Flashback Story nya dia dulu di tinggal oleh suaminya, lalu akhirnya selalu saja stres dan setiap hari dia selalu menghabiskan waktu di sungai bawah jembatan itu dan akhirnya membawa pergi sang Putri" kata Sembilan.


"Oh... begitu tapi kenapa keluarganya tidak merawat? hingga dia melakukan hal seperti itu?" tanya Amanda.


"Ya... Hal ini sedang di cari kebenarannya oleh sang Pangeran, Apakah keluarga perempuan ini berbicara hal yang sebenarnya, apakah perempuan itu benar-benar tidak waras, ataukah keluarga itu ikut melakukan hal yang tidak baik kepada sang Putri, sang Pangeran menginginkan kebenaran, tidak ada yang tertinggal semua harus lengkap! tapi sebelum itu dia harus mampu melewati tembok besar! agar mampu mendapatkan apa yang di perlukan dari perempuan itu" kata Sembilan.


"Kak Sembilan... lagi ngomong apa!?" batin Amanda.


"O-Oh kak Sembilan disini rasanya ceritanya belum selesai, apakah Pangeran akhirnya bertemu sang Putri dan Happy Ending?" tanya Amanda.


"Oh, kamu ingin Happy Ending?" tanya Sembilan.


"Iya... pasti selalu Happy Ending kan? Eh, apa kak Sembilan ingin menulis Bad Ending?" tanya Amanda.


"Tergantung" kata Sembilan.


"Eh? tergantung?" tanya Amanda.


"Karena bertemu saja tidak akan membuat mereka Happy Ending" kata Sembilan.


"Eh..? kenapa?" tanya Amanda.


"Apakah kamu lupa Manda? di awal cerita yang melakukan penculikan bukan hanya Perempuan ini saja, karena ada yang selalu bersembunyi di balik layar dan Pangeran ingin menemukan siapa dalang di balik semua itu" kata Sembilan lagi.


Deg!


"Iya juga... Orang-orang berjubah hitam di awal cerita juga... " batin Amanda.


"Jika Manda punya Kakak, saya yakin sampai sekarang ini dia sedang berusaha melindungi mu dari jauh, dan menyelesaikan semuanya. Tapi sekuat apapun sang Pangeran, pasti suatu saat membutuhkan dukungan sang Putri" ucap Sembilan.


"Untuk mendapatkan Happy Ending, sang Putri harus menjadi kuat juga, untuk bisa membasmi naga" kata Sembilan memperlihatkan gambaran sang Putri yang perkasa.


"Pfft! K-kok jadi Pembasmi naga kak!?" tanya Amanda agak tertawa.


"Kak Sembilan, kok Putri nya jadi sparta!?" tanya Amanda.


"Ini hanya umpama Manda, hehehe kekuatan itu bukan hanya dari fisik saja.... dari pikiran, dan juga di hati" kata Sembilan.


"Kekuatan dan keunggulan orang-orang berbeda-beda, contohnya Manda yang punya otak encer" kata Sembilan yang membuta Amanda terkesima dengan nasehatnya.


"Lalu, setelah menjadi pembasmi dan penakluk naga, sang Putri pun berlayar menjadi Ratu bajak laut" kata Sembilan memperlihatkan kembali gambaran anehnya.


"Kak Sembilan, kok ceritanya makin...." Amanda memutuskan Kata-katanya melihat gambaran Sembilan yang absurd.


"kenapa? ada yang aneh?" tanya Sembilan.


"Kalau gitu, bagaimana happy ending nya kak!?" tanya Amanda.


Sementara itu yang sedang berpikir keras...


"Naga? bajak laut? maksudnya apaan!?" pikir Vandro.


Balik ke Amanda dan Sembilan...


"Kalau begitu, bantu saya menulisnya, tuliskan Happy Ending mu Manda" kata Sembilan bersiap menulis.


Rosement Sore hari...


"Makasih ya Mat, udah nemenin aku seharian" kata Vanora.


"Ya, ngga masalah kok, aku duluan ya mau ke kamar" kata Rahmat.


"Oke... dah" kata Vanora.


TAP! Ada yang memegang bahu Vanora.


"Enak ya kalian berdua, mesra-mesraan ya!?" tanya Randi dengan tampang menyeramkan.


"WAAH!!!" Vanora kaget dan langsung menabok muka Randi.


DUAK!


"Kenapa... kalian kok bajunya compang-camping!? mana memar-memar lagi" kata Vanora melihat Vandro dan Randi.


"Kau ngga bakalan tahu neraka apa yang kita lalui" ucap Vandro dan Randi bersamaan.


"Apaan sih!? dasar lebay!" kata Vanora.


"Jadi siang tadi... sehabis makan di restoran HV, kami masih membuntuti mereka, tapi sialnya aku terjatuh dan.... saat bangkit, kepalaku malah nyangkut di rok salah seorang gadis, lalu tiba-tiba kami di keroyok Emak-Emak yang ngga ada urusannya" kata Randi.


"Lalu tentunya kami di amankan security mall dan di interogasi" kata Vandro melanjutkan.


"Menghabiskan sisa waktu yang seharusnya menguntit mereka berdua" ucap Randi.


Tak lama kemudian Amanda dan Sembilan sampai....


"Bagaimana Nak? menyenangkan di mall nya?" tanya Pak Andi.


"Asik kok kek, aku banyak main lho! seru hehe" kata Amanda sambil tersenyum.


"Enak ya yang harinya asik... aku juga ingin senang-senang huwee" kata Randi cengeng.


"Hah!" kata Vandro sambil memukul bahu Randi.


Habis makan di Restoran bersama Kak Sembilan, kami masih jalan-jalan, dan mengobrol. Saat pulang, Kak Sembilan bilang hak yang ingin Kak Sembilan lihat bersamaku.


"Senyum imutmu Manda, makasih udah banyak senyum dan tertawa hari ini Manda, itu membuat saya senang" kata Sembilan tersenyum.


"Aku juga senang lho kak! makasih buat hari ini!" kata Amanda.


..._________...


Kamar No. 10


"Aku juga senang, tapi juga bingung bercampur capek"


"Di dalam kertas berisi bergambar dari Kak Sembilan, terdapat doaku"


Flashback...


"Maaf ya Kak, kalau endingnya biasa aja" kata Amanda.


"Gak apa-apa kok Manda" kata Sembilan.


Flashback Off...


"Doa yang ku harapkan yang insya Allah semoga terkabul"


Dan setelah melewati berbagai Rintangan, Sang Pangeran dan Putri akhirnya bertemu kembali.


Dalam kebahagiaan mereka pulang ke kerajaan Bersama dan hidup bahagia selamanya hingga ajal memisahkan mereka berdua...