
"Wah! Amanda! darimana aja!?" tanya Nina.
"Ma.. Maaf"
"Kalau gitu aku ke pertandingan catur dulu ya" kata Putra.
"I.. iya"
"Dia ikut lomba catur ya?" kata Nina.
"Gitu deh"
Akhirnya Nina, Amanda pergi untuk melihat Putra.
"Putra mainnya biasa aja" kata Nina.
"Nina.. Don't judge a book by its cover, you know?" tanya Amanda tersenyum dengan lesu.
"Eh!? apa? bahasa Inggris mu kecepetan" kata Nina.
"Udah... ngga usah di pikirkan" kata Amanda.
"Ma.. Matanya Amanda mirip mata ikan mati" batin Nina merasa ngeri.
"Kau lemas karena puasa ramadhan ini ya Nda?" tanya Zaki yang baru nyampe.
"He?"
"Kenapa?" tanya Zaki.
"Putra hebat!! Skakmat!" kata Amanda.
"Hah!!? serius!?" tanya Nina dan Zaki yang sejak tadi teralihkan.
"Yuhu! hebat kan aku?" kata Putra.
"Ya terserah"
"Eh! sore nanti 3 jam sebelum buka puasa kita PKL dulu ya, ada yang belum selesai, POP selesai sekitar pukul 11.00 sebentar lagi" kata Amanda.
"Wah,.. boleh deh" kata mereka.
Di Rosement...
Di Dapur...
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikummussalam"
"Eh? Kak Rahmat? Rafa-niichan? tumben?" tanya Amanda.
"Iya.. hanya kami yang ada di Apartemen, yang lain pada sibuk, dari mana Nda?" tanya Rahmat.
"Oh.. baru pulang kuliah kak dari POP, ntar jam 14.00 mau lanjut PKL" jawab Amanda.
"Oh.. kenapa buru-buru? deadline tugasnya memangnya kapan?" tanya Rahmat lagi.
"Sekitar 5 hari lagi sih kak" kata Amanda.
"Kok buru-buru? kan masih lama" kata Rafa.
"Ngga apa-apa kak, biar ngga ke buru-buru ntar malah ngga enak saat mengumpul nya terburu-buru" kata Amanda.
"Baiklah"
Amanda pergi ke kamarnya untuk bersiap Sholat dan istirahat sebentar.
"Amanda kuliah? kok baru tahu?" tanya Rafa.
"Udah dari awal bulan, dia hanya kuliah untuk melanjutkan S2 hanya 1 bulan saja" kata Rahmat.
"WHAT!!!? Cepet banget!!!" Teriak Rafa yang membuat Rahmat kaget.
"Ya... karena Universitas Helvetia internasional itu univ yang paling Favorite jadi terkadang kalau memang mahasiswa itu terkategorikan pintar, maka bisa lebih cepat untuk lulus, Amanda itu memang terlahir pintar, dia bahkan menyelesaikan S1 di umur 18 tahun" Jelas Rahmat.
"Oh... " Rafa mengangguk mengerti.
"Jadi begitu... hebat juga bisa menyelesaikan S1 di umur 18 tahun, dia lompat-lompat kelas ya dulu?" batin Rafa.
"Tapi.. kenapa untuk S1 dia kuliah 3 tahun?" tanya Rafa.
Rahmat terdiam...
"Aku rasa... lebih baik kau tanya sendiri padanya"
"Eh?"
Akhirnya jam 14.00....
"Duh! Ponsel udah, Laptop udah, dompet udah, saputangan udah, handout udah, jurnal udah, buku Farmasetika udah, apalagi ya?" pikir Amanda.
"Kayaknya udah semua deh"
Amanda akhirnya berangkat ke lokasi PKL.
"Wah! udah pada ngumpul nih" kata Amanda.
"Karena kita akan melanjutkan jurnal penelitian, jadi nanti akan kembali ke kampus lagi, tapi harus nyiapin dua ya, tergantung yang mana aja yang di acc, atau yang di revisi ulang" kata Amanda.
"Wah... ok deh"
Akhirnya kami pergi untuk ke tempat PKL.
"Permisi"
"Lho! adik-adik Farmasi kemarin ya?"
"Iya kak... maaf ya telat datang ke rumah sakit" kata Amanda.
"Tidak apa.. kalau begitu langsung aja"
"Makasih"
Kelompok Amanda, mulai meracik dan meracik, lalu mengambil resep yang di minta.
Skip pulang..
"Wah! ngga kerasa!" kata Zaki.
"Ya... pulang dulu gih"
"Oh ya... gimana mau ngerjain laporan dan jurnalnya?" tanya Putra.
"Aku aja yang ngerjain semua" kata Amanda.
"Hah!!!?"
"Serius!? ntar kalau capek gimana?" tanya Nina.
"Ngga apa, kalian nanti tolong sebutkan aja selengkapnya di via email" kata Amanda.
"I... iya"
"Ok,.. aku pulang, dah"
Putra, Zaki, dan Nina menatap kepergian Amanda dengan merasa tidak enak kalau Amanda yang mengerjakan semuanya, tapi mereka juga tidak bisa menolak karena Amanda tipe orang yang tidak suka merepotkan orang lain.
"Ini hanya firasat ku saja, atau memang benar kalau Amanda itu sedang tidak fit hari ini?" batin Nina.
Di Rosement...
"Huft! ntar langsung sholat maghrib sehabis buka deh" gumam Amanda.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikummussalam"
"Amanda? 15 menit lagi buka puasa, ngga mau buka bareng?" tanya Rahmat yang disana bersama Pak Andi dan Vian.
"Ah, ngga... masih banyak kerjaan yang perlu ku print dan tulis, permisi kak" kata Amanda.
"I.. iya"
"Amanda makin lama makin sibuk"
Di Kamar No. 10...
"Ya Allah... untung aja sudah sholat maghrib dan buka puasa meski hanya pakai air putih dan kurma" kata Amanda sambil pergi ke laptopnya.
Tok! Tok! Tok!
"Ng! siapa yang ngetuk pintu?" gumam Amanda sambil ke pintu.
Ceklek!
"Iya?"
"Assalamu'alaikum"
"Ra... Rafa-niichan!?"
"Jawab salam dulu dong" kata Rafa.
"Iya ya, Wa'alaikummussalam, ada apa?" tanya Amanda.
"Begini, tadi kau tidak makan malam dan bukber bersama, jadi ini aku bawakan makanan untuk kau makan" kata Rafa sambil membawa kan makanan.
"Eh!? ngga usah repot kak!" kata Amanda.
"Ngga apa, jangan lupa makan teratur meski sibuk, aku ke kamar dulu bye" kata Rafa.
"I... iya"
"Hah! sepertinya aku memang butuh makan" gumam Amanda.
..._____________...
Rafa pergi ke kamarnya.
"Ini perasaan ku saja atau, Amanda terlihat pucat tadi?" batin Rafa.