
Sebelumnya.....
"Hm..... Amanda bilang, ia akan ke Mall setelah makan malam bersama Ali dan Riri?" kata Vandro sambil melihat Handphone miliknya.
"Vandro!" Panggil Adi.
"Lho? Mas Adi? ada apa?" tanya Vandro.
"Ngga, kamu bilang, katanya akan menanyakan hadiah ulang tahun khusus cewek?" tanya Adi.
Semua telinga para karyawan perempuan terdengar.
"Ah, iya Mas, buat seseorang yang di amanahkan ke saya, mau ulang tahun" kata Vandro.
"Vian bilang saat malam hari diruang kumpul anggota..... " batin Vandro sambil memikirkannya.
Flashback...
"Apa!? Amanda ulang tahun!?" tanya Vanora dengan kaget.
"Yah besok, aku bahkan melihatnya dari Ali" kata Vian.
"Tapi.... tumben kau menanyakannya kepada Ali, Vian? memangnya ada apa?" tanya Vandro.
"Ngga, aku hanya iseng" kata Vian.
"Jadi, apa itu sebabnya Nak Amanda mengadakannya pada tanggal 20 Januari?" tanya Pak Andi.
"Sepertinya begitu" kata Rahmat.
"kita susun rencana.Kita harus membuat Amanda diluar Rosement setelah menyiapkan semuanya. Randi dan Nera keluar untuk membeli hadiah, Toni dan Vian akan memasang balonnya dan juga peralatannya, Pak Andi akan tetap di Rosement untuk menjaga dan memastikan kalau semuanya berhasil" kata Vanora.
"kalau kau Vanora?" tanya Randi.
"Aku dan Rahmat akan membuat kuenya" kata Vanora dengan senang.
"A... APA!? JANGAN! VANORA AKAN MEMBUAT PESTA MENJADI BERANTAKAN! " batin mereka semua.
"Eh, tapi kalau ada Rahmat yang pintar masak sih, tidak apa-apa" batin Mereka lagi.
"Hm, memangnya kamu akan buat kapan Van?" tanya Randi.
"Kapan aja bisa, yang penting sebelum makan malam di Rooftop" kata Vanora.
"Oh ya, kalau Hadiah nya terserah, satu orang harus berbeda, tapi Randi dan Nera saja yang beli" kata Vanora.
"Yah, mungkin itu ide yang bagus" kata Vandro.
"Bagaimana caranya membuat Amanda sibuk?" tanya Toni.
"Hm, mungkin ada beberapa orang yang harus membuatnya merasa seperti ada pekerjaan, bagaimana?" tanya Nera.
"Yah, mungkin saja" kata Randi.
"AHA! VIAN!!!!" Seru mereka semua dengan menatap Vian.
"Hah!? Apa!?" tanya Vian kaget.
"Kamu dan Amanda adalah Partner, kamu harus membuat Amanda sibuk bagaimana pun juga!" kata Vanora.
"Tapi, bagaimana!?" tanya Vian.
"Yah, seperti nonton Film gitu" kata Vandro.
Flashback Off....
Ditempat Geng cakar naga Beraksi....
"Itu... di hoodie hitam!? logo geng cakar naga!? " batin Riri.
"Mau lari kemana kalian?" tanya salah satu anggota geng itu.
"Amanda!!!" teriak Ali membuat Amanda berbalik.
Ali mengatakan sesuatu tanpa suara dan berlari ke arah lain.
"Kak Ali bilang..... Aku... akan.... mengambil.... mobil.... bersiaplah!! " batin Amanda.
"Hei!! warungku kenapa di hancurkan!?" kata penjual itu.
"Hoi!! jangan gitu!!" kata Riri sambil menampar cakar naga itu.
PLAK! BRUK! PLAK! Tapi nihil, Riri dipukul dan dilukai.
"Kak..... Riri!?" kata Amanda melihat Riri seperti itu.
"HIYAAAA!!!" Amanda melancatkan serangan.
Amanda melakukan tendangan dengan menggunakan sudut depan kaki dan mengenai leher dan tangan salah satu anggota geng itu sampai terluka.
"Kau.... Membuatku terluka!?" kata Anggota geng itu merasakan kalau lehernya berdarah.
BRAK! KRAK! Sekali lagi Amanda menendang dan menghantam kaki anggota geng itu lagi.
"Aah! KAU!!! Membuatku.... terluka!? kau pasti akan aku balas!!!" Seru Anggota geng itu.
"Hah!?"
"Kak Riri, ayo bangun! jangan ngelamun!" kata Amanda menyadarkan Riri karena tercengang melihat Amanda melawan Anggota geng itu.
CKKIIIT! Suara rem mobil.
"AMANDA!!! RIRI!! AYOO!!" Teriak Ali dari dalam mobil.
Akhirnya dengan tangkas mereka langsung masuk kedalam mobil.
"Fyuh! makasih ya, sudah membiarkan saya numpang" kata pemilik Warung.
"Yah, semuanya baik-baik saja, bukan?" tanya Ali.
"Saya baik-baik saja" jawab pemilik Warung.
"Aku hanya luka, tapi sakit juga!" kata Riri dengan mendesis menahan perih.
"Kita akan ngobatin kamu di AR group, setelah kita mengantar bapak ini ke rumahnya" kata Ali.
"Kamu Amanda bagaimana?" tanya Ali.
Amanda diam saja....
"Amanda? kamu baik-baik aja?" Amanda!?" tanya Ali.
Amanda hanya melamun dengan wajah agak ketakutan mengingat anggota geng cakar naga itu mengancamnya.