
"Me-..Menyinggung!?" tanya Erlan dengan sangat kaget baru pertama kalinya Amanda mengatakan itu.
"Ya, kau marah!?" tanya Amanda dengan nada sinis.
Erlan kaget, "Kenapa!? apa aku pernah berbuat salah kepadamu!? jika ada kenapa tidak bilang? aku kan-...." belum selesai Erlan bicara.
"Aku akan meminta maaf jika mengetahui kesalahan itu, jadi beritahu apa kesalahan itu, itu kan yang ingin kau katakan?" tanya Amanda.
Erlan hanya melongo Amanda tahu apa yang ia katakan.
"Beberapa hari yang lalu sebelum karya wisata!" Kata Amanda.
Flashback On...
Dirumah Erlan....
"Erlan"
"Apa?"
"Oh ya, aku ingin tanya, apakah ada orang yang tersenyum dan tertawa buatmu, apakah itu membuat mu senang?" tanya Amanda.
Erlan terdiam, teringat sekali saat ia berada di Organisasi, anggota Organisasi inti menertawakan perihal kecil buatnya, padahal nyawa manusia tidak boleh dipandang sebelah mata.
"Tidak, sama sekali tidak ada orang yang membuatku senang walaupun orang itu terdekat bagiku dan tersenyum serta tertawa" ucap Erlan yang membuat Amanda terkejut.
Erlan berdiri.
"Dan itu Artinya aku tidak menyukai orang itu"
Flashback Off...
"Artinya, aku tidak ingin menjadi orang yang kau benci" kata Amanda sambil berdiri dan berjalan pergi.
Erlan kaget, ia tak ingin hal kecil berujung sebagai kesalahpahaman, "Biarkan aku jelaskan dulu!"
Drap! Drap! Drap!
Amanda akhirnya berhenti.
"Kenapa? apalagi yang ingin kau jelaskan?" tanya Amanda.
"Kau... sebenarnya" kata Erlan.
"Lebih baik aku pergi saja, sebentar lagi juga kita harus segera ke stasiun" kata Amanda sambil berjalan meninggalkan Erlan.
Erlan menghadang.
"Sebenarnya, aku hanya ingin menjaga pandanganku saja"
"Apa?"
"Alasan kenapa aku berkata itu untuk menegaskan, bahwa hanya senyum dan tawamu itu saja, yang bisa membuatku senang! namun aku takut itu membuatku tidak dapat menjaga pandangan"
"Aku ini... lelaki berdosa, jika menjaga pandangan dari yang bukan mahram saja tidak bisa... apalagi menjaga pandangan dari orang yang Allah berikan perasaan suka padaku"
"Dan itu membuatku merasa aneh, ternyata itu yang membuatmu tidak pernah tertawa dan tersenyum lagi" kata Erlan.
Amanda terbelalak.
Sementara itu di tempat Roy...
"Hm, Ok... 3....2....1..."
Di Hotel Yoshino....
JJJJDDDUAAR!!!! Ledakan yang sangat keras terdengar disana dan meledakkan pilar belakang hotel.
"A... Apa itu!?" tanya Amanda.
"Amanda! sejarah apa yang terdapat di hotel ini!?" tanya Erlan.
"Ja... Jangan bilang mereka akan merobohkan Hotel karena sudah tahu aku!? " batin Erlan.
Erlan akhirnya secepat mungkin menjelaskan, "Dengar, evakuasi semuanya. Setelah selesai kau juga pergi, oke?"
"Tapi..." kata Amanda.
"Aku akan kembali dan mengatakan yang tadi dengan benar" kata Erlan.
"O-Oke" kata Amanda dan pergi.
Amanda berlari, ia melihat ke belakang, "Entah kenapa, aku jadi berpikir kalau aku tidak akan bisa melihat Erlan lagi"
Plok! Plok! Plok! Suara tepukan tangan.
"Kau siapa? kau kan yang mengikutiku semalam?" tanya Erlan.
"Wah, Kode nama yang kami berikan untukmu, Albert" kata Seorang wanita.
Dengan ketakutan yang ditahan, ia alirkan seluruh tenaga ditubuhnya untuk seluruh rangka badannya agar tidak ambruk karena takut, "Rose"
"Wah, jadi sudah tahu tentang diriku ya?" tanya Rose.
"Erlan! aku sudah menyampaikan arahan evakuasi! kau juga ikut pergi!" kata Amanda.
Erlan terbelalak, "Amanda! sudah aku bilang agar kau-..."
Tiba-tiba...
DUAAR! Bom sudah meledakkan batu ukiran bulan dan hampir jatuh ke arah Rose.
"Hah!?" tanya Rose.
Amanda kaget, "Awas!!"
Erlan kaget, "Amanda, jangan! dia itu bahaya!"
Amanda berhasil mendorong Rose dan dirinya menghindari batu ukiran itu, namun sedikit terlambat.
"Kakiku..." rintih Rose yang kakinya tertimpa bangunan besar yang roboh.
Amanda langsung menarik kaki Rose, "Kalau tidak cepat... reruntuhan itu akan jatuh!"
"Menyebalkan! biar kubantu!!" kata Erlan yang juga membantu untuk menarik kaki Rose.
"Alhamdulillah! cepat menyingkir!!" kata Erlan dan Amanda menyingkir dan Rose menghindar kearah lain.
BRRRUK!!!
"Kenapa!? kenapa kalian berdua menolongku!!? kenapa!!?" tanya Rose.
"Hm, apakah perlu dijelaskan?" tanya Erlan.
"Banyak orang yang bilang kalau jika menolong seseorang tolong saja orang yang baik dan yang jahat dibiarkan tapi itu salah, kita seharusnya selalu menolong siapapun meski itu jahat atau baik, karena tidak ada alasan apapun untuk hal itu, karena kita... Sama-sama manusia" kata Amanda.
Rose hanya tercengang mendengar hal itu.
DUAR!!!
Flashback masa lalu Off...
"Bagaimana Albert? sudah ingat semua?" tanya Rose.
"Hm, ya, Aku tahu maksudmu sekarang" kata Vian.
Rose tersenyum, "Aku... merenggut banyak nyawa orang, tapi olehnya, aku masih dianggap manusia"
"Oh ya, aku ingin menyampaikan sesuatu, mau dengar?" tanya Rose