The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 4 Chapter 1 : Kelahiran Putri Ameera



Akhirnya mereka bertiga sampai di dimensi Shinobi.


"Papa,.. apa ini? katanya Dimensi? maksudnya?" tanya Andra.


"Itu-... " belum sempat Arif menjelaskan.


"Arif,... Afifah"


"Pak Andi"


"Eh? kalian juga membawa anak pertama kalian?" tanya Pak Andi.


"I, iya begitulah"


"Halo! namaku Andra! aki tua siapa namanya?" tanya Andra.


"Pfft,... Aki tua" batin Afifah dan Arif.


"Nama Aki panggil aja Pak Andi ya, Nak Andra" kata Pak Andi.


"Waaa..... Pak Andi~~!!!"


"Gemes banget anakku gusti!!" kata Arif.


"Baiklah, kita pergi ke sana, setelah persalinan nya selesai, kita akan langsung pindah ke rumah sakit yang di kelola keluarga saya agar tidak ada yang curiga" Jelas Pak Andi.


"Baiklah"


"Nak Arif, sudah tahu? cara menyegel Kara?" tanya Pak Andi.


"Sudah, Afifah sudah mengajarkannya pada saya" kata Arif.


"Baiklah... kalau begitu, ayo"


"Tapi Pak Andi, jika terlalu lama.. maka keluarga saya akan curiga" kata Arif.


"Tenang saja, Satu hari di dimensi ini, sama dengan 1 menit di dunia nyata, tidak akan jadi masalah"


Subuh pukul 02.54...


"Ukh!!! Sakit sekali!!!!"


"Aku mohon kau pasti bisa, Mika!" kata Arif sambil memegang kendali segel.


"Ryu benar-benar akan keluar dari segel nya, sangat tidak wajar kan jika segel Ryu itu menyatu dengan jiwa Afifah?" batin Arif.


"Bertahanlah sedikit lagi" kata Zeta asisten Pak Andi juga bersama pembantunya Ruri.


"Mama! bertahan!" kata Andra yang melihat Afifah merintih kesakitan.


"Bertahanlah Afifah! bertahanlah Ana!" kata Arif.


"Ya Allah,.. semoga Mama dan Ana baik-baik aja" batin Andra.


Sementara itu di tempat penjagaan...


4 Shinobi lupin star generasi kedua tumbang karena seorang Pria berjubah hitam.


Kembali ke dalam ruangan...


"Oeek!!! Oeek! Oeek!!" Suara tangisan bayi perempuan terdengar


"Ambilkan Air panas!"


"Baik!"


Afifah yang kaku meneteskan air matanya mendengar suara tangisan bayi.


"Di... Dia, dia telah lahir" gumam Arif tercengang.


"Ana! Ana sudah lahir!!!!" Teriak Andra yang senang sambil mengusap matanya yang terbendung air.


Dan tanggal 17 Januari pukul 03.00 tangisan pertama Amanda terdengar.


Arif juga mengusap air matanya mendengar Putrinya telah lahir.


"Ratu Afifah,... silahkan bayi anda" kata Zeta.


"Lucu sekali... " gumam Afifah yang terharu.


"Ana" gumam Arif sambil akan menggendong Ana.


ZAP!


Zeta dan Ruri pingsan karena serangan pria berjubah, sedangkan Ana kecil telah berada di gendongan pria berjubah itu.


BRUK!


"Zeta! Ruri!"


"Oeek!!! Oeek!!"


"Shinobi legendaris ke 6 Hasegawa Kaito, sekaligus baginda Raja Arifahsya, menyingkir dari Terano itu, jika tidak mau Putrimu yang baru lahir celaka" kata Pria berjubah.


"Oeek!!!"


"Siapa kau?! Tiba-tiba menyerang! lepaskan adikku!!" kata Andra.


"Tenang Andra, jika gegabah, bisa bahaya... pegang tali ini dan lakukan beberapa segel tangan setelah Papa memberikan isyarat" ujar Arif.


"Ba.. Baik Papa"


Arif langsung maju dan melakukan jurus teleportasi dan berhasil menyelamatkan Ana.


"Begitu ya? jurus teleportasi?" tanya Pria berjubah itu.


"Baiklah, karena anda memaksa saya, sekarang.... " Pria berjubah itu melakukan beberapa segel tangan.


"Jiko Shinkuken!!!" Pria berjubah itu melepaskan serangan api besar.


"Jurus murni klan Kitagawa?!" batin Arif.


"Andra! sekarang!"


"Baik!! Makko Ryudan!!!" Jurus yang di lakukan Andra membuat Arif, Andra, dan Ana yang di gendong keluar secepat kilat dari dalam, tapi jurus api tadi membuat mereka terdorong.


"Arif!!! Andra!!! Ana!!!"


Rumah itu langsung terbakar hangus, tapi Afifah si Terano dan Pria berjubah menghilang dari sana.


"Hah! Andra, kau baik-baik saja?" tanya Arif.


"Baik Pa, tapi Mama" kata Andra.


"Dia sengaja, untuk memisahkan kami bertiga dari Afifah" batin Arif.


"Andra, pegang Papa"


"Ba.. Baik"


"Makko Ryudan!!"


Di Dunia nyata...


Istana kerajaan Carna...


"Oeek!"


"Tetaplah disini, kamu akan aman" ujar Arif sambil memakaikan selimut pada Ana yang tertidur.


"Andra, jaga adikmu" kata Arif sambil mengambil sesuatu di lemari.


"Tapi,... bagaimana jika pria berjubah itu datang lagi?"


"Pak Andi ada di depan pintu, jika ada apa-apa, kamu bisa meminta tolong padanya, tapi jika tidak sempat, pakai tali ini" ujar Arif.


"Tapi Papa, Papa mau kemana?" tanya Arif.


Arif memasang Katana di saku pedangnya, katana milik Mika, Katana murni klan Fujiwara.


"Papa akan menyelamatkan Mama kalian" ujar Arif sambil mengarah ke cermin teleportasi.


"Tapi Papa, aku ingin ikut! aku ingin menolong Mama!" ujar Andra.


"Andra, jaga adikmu, jika suatu nanti kau punya keluarga ingat pesan ini : 'Anak Lelaki harus jadi pelindung keluarganya' ingat pesan itu" Kata Arif.


"Ba.. Baik, Hati-hati, tapi berjanjilah Papa akan membawa Mama pulang kembali" ujar Andra.


"Baiklah,... insya Allah"