The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 40 : waktu yang singkat



"Aku Papamu... masa lupa?"


"Pa... Papa!!?" Andra kaget mendengarnya.


"Sepertinya tempat ini terlalu suram... bagaimana kita pindah?" tanya Arif sambil membunyikan jarinya.


CTAK!


"Lho? ini dimana lagi? kok terang?" tanya Andra.


"Ini alam bawah sadar mu Andra.., tempat tadi adalah tempat dimana formula segel Ryu berada, itu hanya bisa dibuka oleh Terano, atau orang yang memiliki kekuatan tinggi" Jelas Arif.


"Kenapa kepala ku!? banjiran apa ini!? kenapa hitam!?" tanya Andra.


"Sepertinya Cakra Adnya segelnya bocor..., Aku meletakkan kendali segelnya di dahi mu" kata Arif sambil menunjuk dahi Andra menggunakan telunjuknya.


"Ng? kau kenapa... -" belum selesai Arif berbicara.


BUGH!! Andra meninju perut Arif.


"Ukh! apa yang kau... " belum selesai Arif bertanya.


"Papa bodoh!!!" Seru Andra.


"Ng? maksudnya?" tanya Arif.


"Iya!!! Papa tega! menyegel siluman Shinobi sebesar itu!? apa Papa kira Ana tidak kesusahan!!? Andra tidak kesulitan!!? orang tua macam apa yang menyegel siluman berbahaya seperti itu di tubuh kedua anaknya!? benar-benar tega!!!" Teriak Andra.


Arif mengelus Rambut Andra.


"Kau sudah besar ya Andra... tinggi mu bahkan sudah setara dengan Papa" kata Arif sambil tersenyum.


"Eh!? jangan mengalihkan perhatian!!!" kata Andra.


"Papa tidak mengalihkan perhatian" jawab Arif singkat.


"Lalu!!? Jawab! Papa macam apa yang tega membuat anaknya seperti itu!? memangnya Papa tidak sayang sama Ana!?" kata Andra dengan marah.


"Maaf... " kata Arif.


"Hah!?" Andra tidak mengerti.


"Aku bilang maaf, maaf karena menyegel Ryu didalam dirimu dan adikmu, tolong sampaikan ke Ana juga, aku minta maaf karena sudah memberikan beban kepada kalian berdua" Jelas Arif.


"Apa!!? semudah itunya minta maaf!?" tanya Andra.


"Aku memberikan kepercayaan padamu dan adikmu untuk menyegel Ryu karena kau dan adikmu adalah Putra Putri ku yang lahir dari rahim seorang wanita kuat, itulah yang membuatku percaya pada kalian" kata Arif.


"Tidak masuk akal!" ujar Andra.


"Ng? kenapa?" tanya Arif.


"Apa Papa tidak berpikir!!? beban apa saja yang di tanggung kami berdua!? Andra capek! Andra tidak sekuat Ana!" ujar Andra.


"Udah dong! jangan gitu! Andra!" kata seseorang.


"Lho!? Ma... Mama!!?" Seru Andra.


"Afifah? bukankah kau seharusnya menemui Ana?" tanya Arif.


"Kaito-chan! nanti aja!" kata Afifah.


"Ka... Kaito?" tanya Andra.


"Nama asli Mamamu adalah Fujiwara Mika, sedangkan nama samaran Papa sebagai Shinobi adalah Hasegawa Kaito" Jelas Papa.


"Oh.. tapi, apa maksudnya 'menemui Ana'? aku tidak mengerti" kata Andra.


"Andra... apakah kau tahu Fakta kematian kami pada 19 tahun yang lalu dari usiamu sekarang?" tanya Afifah.


"Mi... Mika" gumam Arif.


"Sudah... Ana juga sudah tahu, pada saat kami memasuki dimensi lain, di jurus ruang dan waktu" jawab Andra.


"Tidak... ada yang lain dari itu" kata Afifah.


"Eh!? Lho?" tanya Andra.


"Yang menyebabkan keluarnya siluman Ryu saat itu adalah Pria bertopi yang berasal dari Organisasi Night Darkness" Jawab Arif.


"Eh!!? OND sudah ada sejak dulu!?" tanya Andra.


"Ya.. mereka menyamarkan nama mereka, nama asli Organisasi itu adalah Organisasi Hebitsukai" jawab Afifah.


"Or... Organisasi He... Hebitsukai!?" tanya Andra.


"Pemimpin mereka, yang melakukan itu, tapi entah kenapa bisa dia tahu" kata Arif.


"Tahu!? Tahu apa?" tanya Andra.


"Tahu kalau segel Ryu yang berada di tubuh Mamamu akan melemah beberapa saat setelah kelahiran bayi" jawab Arif.


DEG!


"Ja... Jadi... " Andra memutuskan kata-katanya.


"Itu benar, mereka ada kaitannya dengan hal ini" kata Arif.


Tiba-tiba... Arif berubah menjadi partikel-partikel mana secara perlahan, sementara Afifah pergi menuju cahaya yang di belakangnya.


"Papa!!? Mama!!? kalian mau kemana!!?" tanya Andra.


"Kami akan menemui adikmu, kami akan ceritakan padanya semuanya, agar kau bisa tahu nanti darinya, ini adalah perpisahan Andra, selamat tinggal" kata Afifah.


"Sebelumnya, aku akan memperbaiki formula segelnya yang bocor" kata Arif mendekati Andra sambil meletakkannya kedua tangannya ke dahi Andra.


"Ukh! sakit!" ujar Andra.


"Karena ini sudah di perbaiki" kata Andra.


"Baiklah... kami pergi sekarang"


"EH!? A... Aku mengerti"