
Akhirnya mereka pulang, Amanda mengantar Nina dengan mobilnya ke kediaman Nina, dan pulang ke Rosement...
Di Parkiran....
TIT! Suara kunci mobil otomatis yang hanya di tekan saja pada tombol kunci mobil Amanda.
"Ke dapur dulu deh, setelah itu aku mau pergi lagi... ke mall kali ya?" pikir Amanda.
Ceklek!
"Ng? lho? Kak Rahmat mau kemana?" tanya Amanda.
"Oh? Selamat datang Amanda, aku mau ke mall, karena sebentar lagi ramadhan kan? persiapan buat sahur dan buka malah ngga ada" kata Rahmat.
"Wah,.. pas banget kak, aku juga sehabis minum ke dapur aku mau ke mall, mau ikut? biar sekalian jalan" kata Amanda.
"Ngga capek?" tanya Rahmat.
"Ngga"
"Siapa yang bawa mobil? kalau ngga ada mobil kita pakai mobil staf aja" ujar Rahmat.
"Aku dong kak... aku punya mobil kok, ayo... nanti setelah ke mall sholat di masjid luar atau di mushola mall aja ya" kata Amanda.
"Di... dia bisa bawa mobil? seperti apa dulu mobilnya?" batin Rahmat.
Sesampainya di Parkiran...
"Eh!? kau yakin bisa bawa mobil fortuner, Amanda?" tanya Rahmat.
"Bisa kak" jawab Amanda.
Akhirnya Rahmat duduk di depan di kursi bersebelahan dengan kursi tempat Amanda mengemudikan mobil.
"Good! ayo kita berangkat" kata Amanda.
Selama Amanda mengendarai mobil di dalam sunyi sekali.
Rahmat memutuskan untuk memulai pembicaraan...
"Em... Amanda"
"Ng? ada apa kak?"
"Anu,.. kau kenapa bisa bawa mobil? mobil sebesar ini juga, kau sudah ada surat izin mengemudi?" tanya Rahmat.
"Mobil ini, punya mendiang ibu ku dulu... dan aku memang sudah belajar mengendarai mobil pada usiaku 15 tahun, dan mendapat SIM saat usiaku 17 tahun" Jelas Amanda yang masih fokus ke arah depannya mengemudi.
"Begitu ya... kalau gitu sebentar kita akan pergi ke mall, untuk perbelanjaan di Mypermart saja" kata Rahmat.
"Baik kak... eh, jalan tercepat itu lewat tol ya?" tanya Amanda.
"Boleh sih"
Di Pusat perbelanjaan Mypermart...
"Oke kak... ayo lihat daftar belanjaannya" kata Amanda.
"Beberapa juga ada pesanan anggota Apartemen sih" kata Rahmat.
Daftar Belanjaan
-Tepung 5 bungkus
-Madu ekstra besar 3 botol
-Kurma 3 kotak 500 gram
-Gula pasir 4 kg
-Ayam 12 ekor
-Ikan 15 ekor
-Daging sapi premium 7 kg
-Susu instan 23 sachet
-Makanan kaleng 25
-Cemilan 34 bungkus
-Makanan cepat saji 21 bungkus
-Kecap Asin dan Manis 10 botol
-Saus tomat 6 botol
-Margarin 4 kaleng
-Telur 3 rak
-Beras 3 karung
-Yoghurt 27 botol
-Minyak goreng 5 Jerigen
-Minyak Zaitun 9 botol
-Lada hitam
-Merica
-Penyedap rasa
-Spaghetti
-Teh
-Kopi
-Kacang polong
-Brokoli
-Wortel
-lobak putih
-Jagung
-Lemon
-Sawi putih, hijau
-Kembang kol
-Kol
-Daun salam
-Kemiri
-Tomat
-Timun
-Kangkung
-Bayam
-Sereh
-Daun pepaya
-Daun ubi
-Kentang
-Daun bawang
-Paprika
-Cabai
-Gula merah
-Seledri
-Asam Jawa
-Terong
-Kunyit
-Jahe
-Nanas
-Anggur
-Apel
-Semangka
-Melon
-Jeruk
-Strawberry
-Pepaya
-Delima
-Belimbing
-Jambu
-Rambutan
-Durian
-Mangga
-Langsat
-Kelengkeng
-Ceri
-Kelapa
-Pisang
-Leci
-Manggis
-Sabun
-Shampoo
-Hand sanitizer
-Sabun cuci piring
-Deterjen
-Pasta gigi
-Sabun cuci tangan
-Pewangi pakaian
-Sikat baju
"K... Kak? i,... ini apa ngga kebanyakan?" tanya Amanda.
"Yah,.. biasanya saat Ramadhan kami bahkan belanja lebih banyak daripada ini" kata Rahmat yang reaksinya.
"Jika ini setiap tahun kayak gini.. mungkin bisa sampai 5.000.000 nih... atau bahkan lebih" batin Amanda.
"Emang dapat duit darimana kak?" tanya Amanda.
"Ya, kadang anggaran, atau patung-patungan, kadang juga Andra yang ngasih uangnya" kata Rahmat.
"Kak Andra ya? Dasar... Ya ampun"