
Ceritanya, untuk masakan Jepang, kita tahu kalau ikan salmon itu paling sering di buat sushi juga akan lebih enak jika di nikmatin dalam keadaan hidup saat hendak di olah untuk di sajikan. Itu jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang di nikmati yang diawetkan di dalam lemari es.
Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan ikan salmon ke dalam kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup.
Tapi sangat di sayangkan, karena pada kenyataannya di jumlah kan sangat banyak ikan salmon yang mati di dalam kolam buatan itu.
Akhirnya para nelayan memutuskan untuk memasukkan seekor hiu kecil di dalam kolam itu.
Tentu saja hiu kecil itu mengejar ikan salmon itu dan ikan salmon terus bergerak dan bergerak agar tidak dimakan oleh sang hiu.
Dan sangat mengejutkan! bahwa jumlah ikan salmon yang mati jauh lebih sangat sedikit di bandingkan sebelumnya.
"Pesan moral yang dapat kita petik dari cerita ikan salmon dan hiu kecil tadi adalah Diam membuat mati, dan Bergerak membuat hidup, Orang biasanya 'Diam' ketika tidak ada masalah atau saat berada 'Zona Aman' untuk 'bergerak' yang kamu butuhkan adalah masalah dan tekanan" Jelas Andra saat menjelaskan itu sambil menyetir.
"I did good right? I 'Move' on from the old, to the new University"
( Yang kulakukan sudah benar kan? aku 'Bergerak' dari Univ lama ke Univ baru ) kata Amanda sambil menatap Andra.
"Kamu bergerak untuk menuju Zona Aman benarkan, Jahzara?" tanya Andra.
DEG! Amanda menunduk.
"Mungkin karena sifatnya yang terlalu lemah lembut, hingga lebih memikirkan kepeduliannya pada teman-temannya, dan karena dia selalu sendiri.... kau harus keluar dari neraka kesendirian, Sweetheart" batin Andra.
"Kamu berpikir kalau Farmasi bukanlah minatmu karena kamu mementingkan yang lainnya itu memang wujud kepedulian, sampai kamu mencari jurusan lain yang menurutmu agar dapat meningkatkan ilmu pengetahuan mu, menurut kakak sih.. itu sudah lebih seperti melarikan diri" Jelas Andra.
"Tapi lain ceritanya kalau Ilmu Komunikasi itu memang minatmu yang sesungguhnya" Kata Andra lagi.
"Kurasa kak Andra benar, yang kulakukan sekarang hanyalah melarikan diri" batin Amanda.
"Sweetheart, bagaimana kalau kamu coba menghadapi masalahmu? menghadapi 'hiu kecilmu'?" tanya Andra.
"Tapi ini adalah hidupmu, kakak ngga berhak ikut campur melainkan hanya mendukung dan membantu keperluanmu, silahkan putuskan jalan mana yang mau kamu tempuh" kata Andra.
"Kak" Amanda akhirnya bersuara.
"Yes?" tanya Andra.
"Lampunya sudah hijau, daritadi kita di klakson oleh pengendara di belakang" kata Amanda.
TIN! TIIIN!!!
"Astaghfirullah!!"
...___________...
Begitu sampai Rosement dan aku mendarat di kamarku setelah mandi, sholat, kak Andra memutuskan untuk di Bunker untuk menyelesaikan tugas dokumen dan urusan yang tak ku ikuti campur, katanya jika aku ingin bertemu lewat Lift kapsul saja.
Aku langsung tertidur di kamar saking ngantuknya. Karena UAS tidak ada kerjaan selain mengurus proposal dan tetap belajar.
Sepertinya aku kecapean sekali sampai tertidur lelap.
Aku bermimpi berawal dari cerita yang di ceritakan kak Andra mengenai Ikan salmon dan hiu kecil, kemudian aku melompat ke 'Sisi' pikiran elemen memori yang sedikit di lepaskan Aika.
"Menghadapi masalahku? aku yang sudah seperti ini? bagaimana dengan teman-temanku? jika aku terus bergerak, teman-teman tidak bisa meraih nilai terbaik jika aku terus maju di depan, lagipula.. meski begini kepedulian ku pada mereka juga tidak akan ada yang peduli dan menyadarinya" Gumam Amanda.
"Tentu saja kami peduli!"
"Eh!? siapa!?"
"Bukankah aku sudah pernah bilang? Sahabat itu ada pada suka dan duka, jadi... sahabat itu adalah keluarga" Suara yang pernah Erlan katakan bergema.
Amanda langsung berbalik ke belakang.
"Sini Amanda!" kata Erlan.
"Kami punya banyak yang kami ngga paham lho! kamu bisa menunjukkan kepedulianmu dengan mengajari kami! ada Aku, Zaki, Putra, juga Nina, si Alen, dan Dennis kan?" tanya Erlan.
"Hihi... iya kak! ajari kami ya!" kata Dennis.
"Ngga usah ngerepotin gondrong!" kata Alen pada Dennis.
"Kenapa aku di sini?" tanya Adin, ketua HMJ.
"Aku juga, kenapa?" tanya Imran.
"Ntar kak Adin dan Imran di cariin readers lho! haha" kata Zaki.
"Biasa aja napa" kata Putra.
"E... Eh!?" Amanda masih belum mengerti dan speechless.
DUK! Ada yang mendorong Amanda ke depan.
"Kau ngga sendirian Amanda!" kata Nina.
Amanda meneteskan air matanya dengan deras melihat kepedulian teman-temannya yang begitu besar padanya.
Kalau 'Hiu' kecil adalah sesuatu yang membuat seseorang hidup, maka mereka-lah hiu kecilku.
Begitu terbangun, air mataku sudah mengalir dengan deras, tapi aku merasa sangat lega, sekaligus merasa bodoh di saat yang sama, aku terlalu menyiakan kerja keras dan diriku sendiri demi orang lain, aku sudah berpikir kalau aku tidak peduli, tapi aku sudah menyerah terlalu cepat.
...___________...
Amanda pergi ke bunker lingkar dalam.
Ceklek! Radith yang berjaga di depan pintu membukakan pintunya agar Amanda bisa masuk.
"Brother" kata Amanda menghadap Andra yang sedang memeriksa di komputer nya.
"Yes?" tanya Andra.
"I decided to stay"
( Aku memutuskan untuk tinggal )
kata Amanda.
"Kamu yakin?" tanya Andra.
"Ya"
"But my unstable mind spent too much chapter"
( Tapi aku jadi menghabiskan banyak chapter gara-gara kelabilanku ) kata Amanda merasa ngga enak.
"Who says?"
( Siapa bilang?) tanya Andra.
"Tidak mudah untuk membuat suatu keputusan, orang yang sudah berani membuat keputusan dalam hidupnya, tidak peduli apapun pilihannya, menandakan bahwa orang itu sudah dewasa, So Congrats my sweetheart" kata Andra.
"Thank you so much, Brother" kata Amanda sambil memeluk Andra.
"Oh ya... kamu mau kemana kok kerudungan gitu? rapi juga pakaiannya?" tanya Andra.
"Mau siap-siap Bukber kak, juga nanti ambil cemilan di dapur buat nemenin belajar saat UAS besok" kata Amanda.
Dan begitu aku utarakan keputusanku kepada kakek, beliau langsung tersenyum lebar dan ramah mengetahui itu, dan berikutnya saat aku menghadap Bu Eva.
"Kamu sudah tahu? keputusan mu apa?" tanya Bu Eva.
Amanda menyerahkan secarik kertas.
"Oh? jadi pindah ya?"
"Eh!? itu?" tanya Bu Eva.
"Kartu ujian?" tanya Bu Eva lagi.
"Saya memutuskan untuk tidak mengundurkan diri, mohon untuk tolong izinkan saya ikut ujian bersama teman-teman!" kata Amanda.
Kemudian Bu Eva tertawa.
"Tentu saja Ibu izinkan" kata Bu Eva.
Berlanjut dengan aku yang memberikan UTS Fisiologi kepada Nina.
******
"Dan begitulah" kata Amanda.
"Rasanya aku baru saja mendengar cerita panjang, biarkan aku mencernanya dulu" kata Nina.
Alasan kenapa Nina tidak terlalu mengerti karena Amanda tidak menceritakan tentang Rosement, dan Andra.
"Ngomong-ngomong... itu artinya kau kehilangan uangmu dong? untuk ujian di Univ Swasta X?" tanya Nina.
"Memang benar, ujian masuk itu pakai uang tabungan ku yang di bank, jumlahnya sekitar 300 ribuan, memang banyak, tapi sebagai gantinya aku mendapat pelajaran hidup yang berharga" tutur Amanda.
"Amanda" Nina bergumam melihat sahabatnya, sekaligus merasa terharu dan kagum atas kepedulian Amanda yang hampir merelakan semua kerja kerasnya menekuni S2 demi teman-temannya.
"Alhamdulillah aku belum registrasi ulang, soalnya total biayanya 10 juta" ujar Amanda.
"Hah!?!?!? 10 Juta!!!?!?" Seru Nina.
"Iy makanya, untung ku bayarkan? haha" kata Amanda.
...Mulai saat ini... aku bisa bertahan di Farmasi ini, karena kepedulian juga saling mengerti...
...Tanpa keraguan sesuatu apapun lagi, bersama teman-teman.. ah, bukan...
...Tapi bersama Hiu kecilku...