
Ruang HMJ...
"Rapat selesai, dan aku tutup" kata Amanda.
Sudah di putuskan, kalau Dennis dan anggota lainnya yang menjadi tingkat HMJ mulai besok akan menjabat resmi sebagai pengganti kakak tingkat 3.
"Em, kak Amanda! aku mau tanya!" kata Alen mengangkat tangan.
"Ya? kenapa King?" tanya Amanda.
"Kak Amanda kenal ngga? Salsabila Lisa? dia itu dari jurusan kebidanan, dia S1 pernah disini" ujar Alen.
( Lisa pernah muncul di novel Author : The Story Of Amanda's student day )
"Cie! siapa tuh?" tanya Dennis.
"Berisik gondrong!"
"Salsabila Lisa dari jurusan kebidanan?" tanya Amanda.
"Iya! katanya kak Amanda menjadi senior baginya dulu" ujar Alen.
"Maksudnya... Ini?!?" tanya Amanda menunjukkan foto Lisa di Ponsel nya.
Blush! Pipi Alen memerah karena melihat foto Lisa di Ponsel Amanda.
"I.. iya kak! dia di kelas berapa ya? mungkin lagi lanjut S2 juga" kata Alen tersenyum berharap.
"Dia udah meninggal, 2 tahun yang lalu, karena kecelakaan, dan menderita luka parah, lalu... di diagnosis Amnesia, dia juga koma selama 4 hari, dan akhirnya ngga sadar sampai akhirnya meninggal, dia adalah temanku, Nina, Zaki, Putra, dan Erlan saat kami SMA, tapi saat aku S1, aku hanya mendengar begitu, tapi aku agak lupa kalau Lisa pernah kuliah di sini, aku tahu alasan dia meninggal saat menziarahi makamnya, dia tidak menceritakan secara jelas kematiannya di rumah sakit" Jelas Amanda bermuka agak sedih.
"Innalillahi,... tapi, kok Alen bisa tahu Lisa ya?" tanya Zaki.
"Hah!!?! udah... udah meninggal!? ngga mungkin!" Seru Alen sambil membawa buku novel yang dia baca bersama Lisa dan pergi dari ruang HMJ.
"Alen!"
"King!"
Alen perlahan berjalan dan menuju ke taman kampus dengan meneteskan air matanya yang akhirnya keluar deras, sambil mengingat sedikit serpihan kenangan dirinya bersama Lisa.
Akhirnya Alen hampir kehilangan kesadaran dan di bawa oleh Dennis yang menemukan nya ke ruang HMJ, sekarang dia sedang syok.
"Hah!? aku kaget mendengar cerita dari Alen! tapi kayaknya Alen jatuh cinta sama Lisa" ujar Nina.
"Tapi,.. aku sepertinya yakin kalau Lisa menitipkan sesuatu" kata Zaki.
"Sudah King, walau kau mau sampai kapan pun, Lisa ngga akan kembali. Yang sudah pergi, tidak akan kembali lagi ke dunia ini" Jelas Amanda.
"Udah lah Len" kata Dennis.
"Yah, dia juga pernah bilang padaku saat di rumah sakit, Kata-kata terakhirnya : 'Terimakasih sudah menjadi temanku selama hidup, aku ingin sekali punya orang yang ku sukai nanti, meski aku tiada aku akan mencarinya dan meminta tolong padanya nanti, aku sangat berterimakasih padanya karena mungkin dia adalah cinta pertamaku' begitu ucapannya" Jelas Amanda.
Alen terdiam menatap Amanda dan tersenyum sambil menghembuskan nafas pelan.
"Jika kita bertemu... mungkin iman mu akan goyah, maaf ya... kalau hanya seperti ini kita bertemu Alen, kenangan kecil yang indah ya, aku tidak akan melupakanmu sampai kapanpun... cinta pertamaku"
"Eh!?"
"Ng? kenapa King?" tanya Amanda.
"Ngga kak, aku baik-baik aja... makasih! aku.. ingin ke kantin, mau ikut Den?" tanya Alen.
"Boleh! kau traktir ya?" kata Dennis.
"Enak aja kau gondrong!"
"Aku duluan Len!" ujar Dennis sambil berlari.
"Tunggu!"
"Haha! mereka, Dasar... " kata Amanda.
Alen tersenyum lalu merogoh sakunya.
"Aku juga,... tidak akan melupakan mu, Cinta Pertamaku" batin Alen menatap sepasang sarung tangan yang di rajut sendiri oleh Lisa, sebelum ia tiada.
Di Mobil Amanda...
Nina, Zaki, dan Putra diantar Amanda naik mobilnya. Nina duduk di depan bersama Amanda, di belakang ada Zaki dan Putra.
"Eh! aku ngga menyangka kalau Amanda tahu ucapan terakhir Lisa" kata Nina.
"Ah... aku hanya ingin menghibur Alen, Lisa koma 4 hari dan langsung tiada, tapi dia ternyata sudah mempunyai insting akan pergi dari dunia ini... akhirnya Ariel, sepupunya ingatkan? menitipkan wasiatnya padaku" Jelas Amanda.
( Ariel juga pernah muncul di novel sebelah Author yang sudah tamat )
"Oh begitu"
"Ya.. dan karena di bulan Ramadhan ini, kita berdoa semoga Lisa di terima di sisiNya" kata Amanda.
"Aamiin"