The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 79 : Flashback



"Kak Putra"


"Eh? maksudnya? saya kurang ngerti kak" kata Alen.


"Amanda... dia anak yang tumbuh dengan kasih sayang, tapi itu ngga bertahan lama, saat usianya yang ke 16 tahun, Orang tua nya telah meninggal dunia, dia hanya sendirian akan hal itu, syukurlah sekarang tidak begitu lagi, sejujurnya aku agak curiga kenapa tiba-tiba kau jadi caper gitu ke Amanda" Jelas Putra.


DEG!!


"Yatim piatu sejak 3 tahun yang lalu!?" batin Alen.


( Author : Sebenarnya Amanda udah yatim piatu sejak 19 tahun 8 bulan yang lalu karena Ortu kandung mereka meninggal saat usia Andra 8 tahun 5 bulan, Amanda ( Ana ) 4 bulan, yang Putra ceritakan adalah tentang kematian orang tua angkat Amanda )


"Begitu ya.. saya turut prihatin" kata Alen.


"Yah.. terserah, kau Prihatinnya itu real atau fake" ujar Putra santai sambil duduk di kursi taman.


"Eh?"


"Oh ya.. tanda simpati yang aku maksud itu, kalau Amanda itu suka melihat orang senang" kata Putra.


"Maksud kakak?" tanya Alen.


"Amanda.... suka melakukan sesuatu yang dapat membuat orang senang, sewajarnya saja" Jelas Putra.


"Wah? ada Putra? oh ya... ini buatmu King, kami lagi puasa sih.. hehe, bener kan Put?" tanya Amanda.


"Ya... lihat kan Len? langka kan?" ujar Putra melirik Alen.


"Haha! banget kak!" kata Alen.


"Hei? ada apa ini?" tanya Amanda.


"Ng? Notifikasi pesan?" batin Putra.


Erlan ( Prince )


Putra... aku ingin kau mengatur pengaturan Ponselku ke arah hologram pengendali di Ponselmu, aku ingin mengirim sesuatu, tapi sayangnya takut mengirimkan sinyal radio yang di Ponsel


^^^Buat apa?^^^


Kan aku udah bilang mau ngirim sesuatu!


____


"Mau ngirim apa?" batin Putra.


"Putra lagi apa? kok serius banget? lagi ngirim pesan sama siapa? tapi kok Auranya pekat sekali, dan kenapa dia seperti... " batin Amanda terhenti.


"Kak... Kak Amanda" kata Alen.


"Eh!? iya!? kenapa King?" tanya Amanda yang mata hijaunya berubah menjadi biru kembali.


"Ngga, tadi kakak ngelamun" ujar Alen.


"Oh ya udah.... kalau gitu, aku mau ke kelas dulu ya, ikut ngga Put?" tanya Amanda.


"Ngga... aku disini dulu"


*******


PLOK!


"Ngga usah ganggu suasana!" kata Alen.


"Eh? flashback apaan?" tanya Amanda.


"Kak!"


"Itu kak... Alen lagi menceritakan flashback kejadian yang dia alami" kata Dennis.


"Oh... ngomong-ngomong, Dennis! kapan peluncuran movie 24 Detektif Conan? yang ada subtitle nya?" tanya Amanda.


"Aku sih belum tahu kak, tapi kak Amanda ngga tahu bahasa Jepang ya? aku juga ngga hehe" Kata Dennis.


"なに?"


Nani?


( Apa? )


tanya Amanda.


"Eh!?!? kakak tahu bahasa Jepang!?" tanya Dennis.


"Ah.. haha, aku pernah ke Jepang dulu, jadi alhamdulillah bisa di bilang fasih sih" ujar Amanda.


"Wah! hebat dong, tapi kenapa kakak pengen nyari yang ada subtitle nya?" tanya Dennis.


"Hihi... ng, tidak ada komen hehe" kata Amanda cengengesan.


"Ng... jadi penasaran" ujar Dennis.


BLETAK!


"Kalau kak Amanda bilang ngga ya ngga ngerti ga sih!?" tanya Alen.


"Ah.. haha"


"Kalau gitu, aku ke kelas duluan ya" kata Amanda.


"Baiklah"


Di gerbang lingkar dalam....


"Randi... aku menagih janjimu yang akan memberi tahu informasi tentang Perempuan itu" kata Andra.


"Ng? yang mana?" tanya Randi.


"IYA.. IYA!!! AKU KASIH TAHU!!!" Teriak Randi yang tubuhnya tidak bisa bergerak karena Andra menaruh reaksi Silent yang berasal dari matanya.


"Bagus... kalau begitu, bisa sekarang?" tanya Andra.


"Uh.. iya!"


"Gile, nyeremin juga si kalem ini" batin Randi.


"Ini berkasnya, aku sudah dapat dari kakak Putra, adik seorang agen FBI" kata Randi.


"Putra? yang mana?" tanya Andra.


"Yang sekelas dengan Amanda di kampus, Putra Alifiandra"