The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 86 : Alhamdulillah!



"Ini... hasil dari kerjaan kita" kata Zaki membawakan tugas yang di nilai.


"Alhamdulillah! Di Acc!" ujar Nina.


"Iya... Alhamdulillah" kata Amanda.


"Dapat A pula!" kata Putra.


"Cih! dia sih pintar! ngerjain sendiri pasti bisa! lebay amat gitu doang! mentang-mentang si 'The Flawless' itu ketua HMJ" bisik siswi yang iri.


Nina yang menyadari itu.


"Iri bilang bos!" kata Nina sambil manyun tanda membalas ejekan mereka.


"Hush! Nina, udah.. ngga usah di ladeni ah!" ujar Amanda.


"Hih! mentang-mentang kayak gitu doang! anak manja banget si ketua HMJ, pasti dimanjain sama ortunya" bisik mereka lagi.


"Grr.... " Nina sudah tidak tahan lagi.


BRAK! Nina menghampiri meja mereka.


"Heh! kalian tuh ngapain gosipin Amanda!??! menghibahkan soal Amanda?!? urusan kalian sebenarnya apa hah!?" tanya Nina membentak.


"Eh!? emangnya masalah!? terserah kami dong! yang mau gosip tentang si 'The Flawless' ih! jijik! memangnya ada urusannya samamu?" tanya Lidya, si siswi baru yang masuk 2 hari yang lalu.


"Heh! denger ya! aku sahabatnya tuh ngga bakal biarin Amanda di ghibah kan kayak gitu!" ujar Nina.


"Nina! sudah! jangan di ladeni!" kata Zaki.


"Jangan cari ribut! sudah!" kata Putra.


"Heh! pengecut banget sih, di lindungi ama dua laki lemah" kata Lidya.


"Hah!? sekarang kau ingin mengejek kedua sahabatku!!?!?!" tanya Nina membentak.


"Suka-suka aku dong! kau kan ngga ada urusannya, aku kan mengejek si ketua HMJ! aku mana takut sama dia! memangnya hanya karena dia ketua HMJ, jadi aku harus nurutin dia!?" tanya Lidya menyombong.


"Nina! sudah" kata Amanda.


"Ukh!" Nina pergi dari Lidya.


"Ye! cemen!" kata Lidya.


"Sudah Nina... jangan di ladeni, tolong wakil sekretaris gantikan Nina sementara, bawakan uang Kasnya, kemari Zaki, selama kelas kosong, tolong tetap tenang karena 10 menit lagi Bu Eva datang, aku akan pergi dengan Amanda. Aku selaku wakil HMJ, dan Amanda Ketua HMJ pamit, kelas akan di gantikan oleh Zaki" Kata Putra.


"Baik" kata Mereka kecuali Lidya.


"Putra... tolong ambilkan data-data keperluan instruktur lab" kata Amanda.


"Waduh! Amanda badmood pula" batin Putra.


"Ini, Oh ya.... aku ingin bilang kalau, maaf... Apakah kau tersinggung atas perlakuan Lidya?" tanya Putra.


"Tidak perlu begitu, aku hanya sedang membaca buku... tapi mendengar mereka berisik aku jadi kurang konsentrasi dan menyuruh mereka diam, aku ngga marah soal itu, haha!" kata Amanda.


"Serius?" tanya Putra.


"Iya lah... puasa ngga boleh bohong" ujar Amanda.


"Oh ya... aku dengar kak Adin, kakak alumni sekarang menjadi instruktur lab ya?" tanya Amanda.


"Iya"


"Lalu.. kenapa aku yang mendatai keperluan lab? bukankah seharusnya Kak Adin?" tanya Amanda lagi.


"Memang, tapi harus kau periksa dulu, karena kau ketua HMJ, keperluan beberapa Lab kurang, jadi lab itu masih milik kita, yang bertanggung jawab atas itu adalah ketua jurusan dan ketua HMJ" Jelas Putra.


"Aku mengerti"


Drap! Drap! Drap! ada suara langkah kaki.


Tok! Tok! Tok! ada yang mengetuk.


"Masuk" kata Amanda.


"Aura ini.. " batin Amanda.


"Kak Amanda!"


"Sudah kuduga! King" batin Amanda.


"Lho? ada apa Alen?" tanya Putra.


"Saat mau konsul jurnal, aku lagi nyari kakak di kelas, tapi kata kak Zaki, kalau tadi ada pertengkaran, dan itu melibatkan kak Amanda! jadi aku lagi pengen cek, apakah kakak baik-baik saja atau sebaliknya" Jelas Alen.


"Aku baik-baik saja King, tidak perlu begitu, terimakasih, oh ya... mau konsul jurnal?" tanya Amanda.


"Em.. beberapa hari yang lalu, kakak memberikan soal sebagai pengetesan, jadi tolong di periksa" kata Alen.


"Baiklah, letakkan saja di meja itu ok?"


"Baik!"